Akankah Bait Suci Orang Yahudi Dibangun Kembali?
(Pasal 9 buku "Exploding the Israel Deception).
Saat ini (pada waktu artikel ini di tulis-red) beberapa organisasi berkebangsaan Yahudi di Yerusalem sedang mempersiapkan pembangunan kembali Bait Suci (Kaabah) yang ketiga . Sebuah buku rohani Krosten yang terkenal berjudul "The Edge of Time (Di penghujung Waktu) oleh Peter dan Patti Lalonde, memberikan laporan sebagai berikut: "Sebuah model (maket) dari Bait Suci yang ketiga telah dibuat dan dipajang di kota Yerusalem kuno. Bahkan daftar calon-calon imam yang akan melayani di Bait Suci tersebut telah dibuat secara komputerisasi, dan pelajar-pelajar rabbinik telah di'training' untuk menjalankan ritual dan tata cara pengorbanan di Bait Suci seperti yang pernah berlangsung jaman dahulu." Jutaan orang Kristen sekarang percaya bahwa memang betul Alkitab menubuatkan akan hal itu. Tapi apakah itu benar? Mungkinkah bahwa teori "Bait Suci yang ketiga" adalah suatu penipuan besar lainnya di akhir zaman ini?
Pertama-tama, mari kita
fokuskan pada apa yang terjadi sebelum Bait yang kedua dihancurkan. Ketika Yesus
Kristus mati, "tirai di Kaabah terbelah dua dari atas sampai ke bawah; dan
terjadi gempa bumi." Matius 27:51. Dengan merobek tirai itu, Allah yang
Maha Kuasa memperlihatkan kepada umat manusia bahwa nilai dari korban-korban
binatang sudah berakhir. Pelayanan dari Kaabah duniawi telah tiba pada
kesudahannya. Mengapa? Karena sudah ada Korban Agung yang dipersembahkan!
Beberapa tahun kemudian, Paulus menulis dalam kaitannya dengan Kaabah duniawi,
'Oleh karena Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang
pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi
tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya." Ibrani 8:13. Pada tahun
70 Masehi, Kaabah yang kedua dihancurkan oleh prajurit Roma.
Sekarang pikirkan sebentar. Akankah tangan pemeliharaan Tuhan membawa bangsa
Yahudi untuk membangun Kaabah ketiga? Akankah Bapa di surga memprakarsai
dimulainya kembali pengorbanan-pengorbanan yang telah diakhiri oleh AnakNya?
Ketika Yesus berteriak "Sudah selesai" (Yohanes 19:30), Dia mengakhiri
semua upacara korban. Dia adalah Korban yang akhir (final)! Denagn demikian,
tidakkah dengan memulai kembali upacara korban berarti menyangkal Yesus Kristus
sebagai Mesias? Jika Israel benar-benar membangun Kaabah ketiga dan mulai
mempersembahkan korban-korban, akankah ini merupakan penolakan resmi secara
nasional terhadap Juruselamat? Apa yang terjadi 2000 tahun lalu ketika
pemimpin-pemimpin Israel secara resmi menolak Mesias mereka? Akibatnya adalah
bencana! Lebih dari satu juta orang Yahudi mati terbunuh.
Ada tiga bagian dari Alkitab
yang digunakan saat ini oleh umat Kristen untuk mendukung teori 'Kaabah
ketiga". Yaitu Daniel 9:27, berbagai kata-kata "Bait Suci" yang
terdapat di kitab Wahyu, dan II Tesalonika 2:4. Namun dalam ketiga bagian
tersebut tidak disebutkan apapun mengenai Kaabah yang akan "dibangun
kembali". Dalam Perjanjian Lama, mayoritas dari Alkitab diarahkan kepada
pembangunan kepada pembangunan Kemah Suci (tabernakel) di padang belantara,
Kaabah pertama dan Kaabah kedua (keluaran pasal 25-40; I Raja-raja 6, Ezra 3-6).
Tapi untuk pembangunan Kaabah ketiga, tidak ditemukan dalam Alkitab.
Argumentasi I : Daniel 9 :27
Pelajar-pelajar nubuatan menyatakan bahwa Daniel 9:27 menggambarkan datangnya seseorang yang akan "menghentikan korban-korban (mengehentikan korban sembelihan dan korban santapan)". Menurut mereka ini pasti menunjuk kepada sosok Antikris di akhir jaman yang akan menghentikan korban-korban dalam Kaabah yang telah dibangun kembali. Tapi dalam bab 5 buku ini ( 70 minggu khayal Daniel), telah dibuktikan bahwa Yesus Kristuslah yang telah "menghentikan korban /menyebabkan korban-korban berhenti (to cause sacrifice to cease) yang dibuatNya 2000 tahun lalu melalui kematianNya di kayu salib. Dengan mempersembahkan diriNya sebagai korban sekali dan selamanya, Dia mengakhiri semua upacara korban.
Argumentasi 2 : Teks mengenai "Bait Suci" dalam kitab Wahyu
Semua teks-teks tersebut berkenaan dengan Kaabah/ Bait Suci Surgawi, bukan mengenai Kaabah ketiga yang dibangun kembali di bumi. Wahyu 11: 19 mengatakan "Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga"; Wahyu 14:17 mengatakan "Dan seorang malaikat lain keluar dari Bait Suci yang di sorga"; Wahyu 15:5 menyatakan bahwa "... aku melihat orang membuka Bait Suci--kemah kesaksian--di sorga"; dan Wahyu 16: 17 mengatakan "... dari dalam Bait Suci kedengaranlah suara yang nyaring dari takhta itu ...". Jadi memang ada sebuah Bait Suci di sorga. Dan di Bait Suci inilah Yesus Kristus, Imam Besar Agung kita, saat ini mempersembahkan darahNya untuk kepentingan kita (Ibrani 8 : 1,2; 9:12,14). Kepada Bait Suci inilah kita harus mengarahkan pandangan kita (Ibrani 10:19-22). Mengenai topik ini akan dibahas lebih dalam dalam bab 12 buku ini (Exploding the Israel Deception))
Argumentasi 3 : II Tesalonika 2: 4
Mungkin ini adalah ayat yang paling mendukung teori "Bait Suci ketiga". Di sini Paulus menulis bahwa Antikris akan "duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah". Hal Lindsey mengomentari : "Sudah dipastikan bahwa Bait Suci akan dibangun kembali. Nubuatan menyatakannya. Antikris akan duduk di Bait Allah dan menyatakan diri sebagai Allah (II Tes 2:4). Kita harus menyimpulkan bahwa Bait Suci ketiga akan dibangun di tempatnya semula di kota Yerusalem kuno." II Tessalonika 2: 1-8 adalah perikop yang paling sering dipertentangkan di Alkitab. Sekarang saatnya untuk menganalisa bagian ini dengan hati-hati. Saya akan membawa kita semua kepada sejarah dari kaum Protestan, doktrin yang banyak diterima di Eropa, Inggris dan Amerika selama 300 tahun sejak jaman Reformasi.
Analisa II Tesalonika 2: 1-8
Ayat 1 : "Tentang
kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia kami minta
kepadamu, saudara-saudara,...".
Yesus akan datang dan mengumpulkan umatNya. Kata Yunani yang digunakan untuk
"datang" adalah "parousia" yang secara jelas menunjuk kepada
Kedatangan Kristus yang kedua (Matius 24:27).
Ayat 2 "supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba." Di sini Paulus memperingatkan jemaat di Tesalonika agar jangan dibuat susah oleh siapapun yang menyatakan bahwa "hari Tuhan" dimana Dia akan "mengumpulkan" umatNya"telah tiba" pada abad pertama saat itu. Tidak. Sesuatu yang besar harus terjadi dahulu.
Ayat 3 "Janganlah
kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab
sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu
manusia durhaka, yang harus binasa,"
Di sini Paulus jelas menyatakan bahwa hari itu (dimana Yesus datang mengumpulkan
umatNya) tidak akan datang sebelum datangnya "murtad" dan Antikris
dinyatakan. Jadi, berlawanan dengan opini yang banyak dianut orangyang
menyatakan bahwa umat Tuhan akan dikumpulkan (diangkat) sebelum Antikris
dinyatakan (sebelum masa Antikris). Paulus me'wanti-wanti' "Janganlah kamu
disesatkan dengan cara bagaimanapun juga". Kata "murtad" berasal
dari kata Yunani "apostasia" yang artinya "murtad" dari
kebenaran. Jadi, akan ada dalam sejarah ke Kristenan, seperti juga dalam sejarah
israel, "kemurtadan" terhadap Firman Tuhan yang berakibat kepada
bangkitnya Antikristus. Paulus menyebut Antikris sebagai "manusia
durhaka". Sebutan ini sebenarnya menunjuk kepada nubuatan yang lebih awal
dalam Daniel pasal 7.
Daniel pasal 7 menubuatkan bangkitnya sebuah "tanduk kecil" dengan
"mata seperti mata manusia". Daniel 7:8. Daniel tidak berkata bahwa
tanduk kecil itu seorang manusia, tetapi mempunyai "mata seperti mata
manusia". Tanduk ini akan muncul dari "binatang yang ke empat",
atau "kerajaan keempat" (ayat 23), yang adalah Kekaisaran Romawi. Dia
akan muncul "diantara" sepuluh tanduk di Eropa (ayat 8), akan
berbicara dengan sombong menentang Tuhan (ayat 8, 25) dan akan "memerangi
orang-orang kudus" (ayat 21) dalam sejarah keKristenan.
Paulus juga menyebut Antikris "yang harus binasa", sebutan mana yang
Yesus pakai untuk Yudas (Yohanes 17:12). Yudas adalah "orang dalam",
seorang rasul, satu diantara dua belas. Yudas mencium Yesus, menyebut dia
"Rabi" (Markus 14:45). Tapi itu merupakan ciuman penghianatan. Dengan
menyebut Antikris "yang harus binasa", Paulus memberikan kita petunjuk
bahwa penipu ini bukanlah diktator kafir seperti Adolf Hitler, tetapi merupakan
"rasul" Kristus yang dikenal orang. Tapi kenyataannya, dia adalah
rasul palsu. (Lihat II Korintus 11:13).
Ayat 4 : "yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah."
Paulus tidak mengatakan (seperti yang dipercaya banyak orang ) bahwa Antikris
akan memasuki Bait Suci dan berkata "Akulah Allah". Tetapi, dia akan
duduk "menyatakan diriNya sebagai Allah". Perbedaan ini memang tidak
kentara, tapi sangat penting. Antikris tidak akan mengatakan secara demikian
(secara eksplisit mengatakan diriNya adalah Allah), sebab hal itu akan terlalu
jelas di mata orang. Antikris akan "duduk". Tidak berarti dia akan
duduk di atas sebuah kursi. Bahasa Alkitab "duduk" berarti "duduk
di posisi yang berwenang". Yesus Kristus sekarang "duduk" di
sebelah kanan Allah (Markus 16:19). Dia memegang wewenang tertinggi,
satu-satunya Pengantara antara Allah dan manusia (I Timotius 2:5). Menurut
Paulus, Antikris akan secara licik "duduk" di posisi yang berwenang,
suatu posisi yang menentang wewenang tertinggi yang ada pada Yesus Kristus!
Antikris "duduk di Bait Allah". Ini teks kuncinya. Jutaan umat Kristen yang tulus, seperti Hal Lindsey, mengaplikasikan ini kepada Bait ketiga yang akan didirikan di Yerusalem. Tapi apakah itu benar? Pikirkanlah! Jika ada sekelompok orang Yahudi, yang tidak mempercayai korban Agung dari Yesus Kristus, dimana mereka akan membangun Bait ketiga, dapatkah Bait yang mereka bangun disebut "Bait Allah"? Tidak! Karena Bait itu sendiri merupakan pernyataan penolakan terhadap Yesus Kristus. Perhatikan apa yang dikatakan komentator Alkitab terkenal Adam Clarke terhadap tulisan Paulus "Rasul tidak bermaksud bahwa Bait Allah adalah bait di Yerusalem, karena dia tehu bait tersebut akan dihancurkan beberapa tahun lagi. Setelah kematian Kristus Bait di Yerusalem tidak pernah disebut oleh para rasul sebagai Bait Allah."
Kata Yunani yang digunakan Paulus di sini untuk "Bait Allah" adalah "naos". Suatu kenyataan bahwa setiap kali Paulus menggunakan kata "naos" dalam surat-suratnya, dia selalu mengaplikasikannya BUKAN kepada bangunan di Yerusalem, tetapi kepada Gereja (jemaat)! Paulus menulis kepada "Jemaat Allah di Korintus, demikian : "Tidak tahukah kamu bahwa kamu adalah bait (naos) Allah? I Kor 1:2; 3:16 (Lihat juga II Kor 6:16; Efesus 2: 19-22). Jadi, untuk Paulus, "Bait Allah" adalah Jemaat Allah. Inilah tempat di mana Antikris akan duduk! Dia akan memasuki jemaat dengan tipu daya, seperti Yudas, satu diantara duabelas. Kemudian dia akan "duduk" di posisi yang ditinggikan, mempunyai kewenangan mutlak, yang akan secara halus dan tidak kentara meniru/memalsukan kewenangan dari Yesus Kristus.
Jika misalnya Anda adalah iblis, tidakkah Anda akan berbuat seperti itu? Anda
tidak akan menghabiskan banyak waktu Anda untuk berkeliaran di bar. Sasaran Anda
adalah menipu umat Kristen! Jika Anda setan, akankah Anda terang-terangan
melawan Allah atau Anda akan menyelinap ke gereja, masuk ke belakang mimbar, dan
kemudian membawakan kotbah? (lihat Kisah 20:28-31; I Timotius 4:1; II Tim
4:3,40. Inilah yang sebenarnya Paulus katakan mengenai apa yang Antikris akan
perbuat! Dia dengan kepandaiannya akan memasuki Bait Allah, yaitu jemaat Tuhan,
dan kemudian akan "duduk" di posisi yang berwenang mutlak untuk
menyatakan hal-hal yang berkaitan dengan doktrin kekristenan.
Matthew Henry, yang mempunyai
kepercayaan yang berakar kuat dalam sejarah Protestanisme, memberikan komentar:
"(Paulus) membicarakan beberapa kemurtadan besar. Orang itu akan disebut
manusia durhaka, yang harus binasa. Sebutan-sebutan ini hanya bisa diplikasikan
dengan tepat kepada kepausan. Bishop Roma tidak hanya menentang otoritas Tuhan,
tetapi telah meninggikan dirinya mengatasi Tuhan. Antikris disebut di sini
sebagai perampas otoritas milik Tuhan dalam gereja Kristen, dan kepada siapa
lagi hal ini diterapkan kalau bukan kepada Bishop Roma?"
Pandangan di atas juga dimiliki oleh John Wycliffe, William Tyndale, Martin
Luther, John Calvin, para penerjemah Alkitab versi King James, John Wesley, Sir
Isaac Newton, Charles Spurgeon, Bishop J.C. Ryle, Dr. Martyn Lloyd-Jones, dan
para pengikut reformasi Protestan yang tak terhitung banyaknya.
Ayat 5 dan 6 : "Tidakkah kamu ingat, bahwa hal itu telah kerapkali kukatakan kepadamu, ketika aku masih bersama-sama dengan kamu? Dan sekarang kamu tahu apa yang menahan dia, sehingga ia baru akan menyatakan diri pada waktu yang telah ditentukan baginya."
Kalimat ini sangat banyak diperdebatkan. Kebanyakan pelajar-pelajar nubuatan masa kini mempercayai bahwa yang "menahan" adalah Gereja Kristen. Mereka mengajarkan, ketika Gereja diangkat (pada pengangkatan rahasia), maka kemudian Antikris akan muncul. Mereka juga mengajarkan bahwa setelah Antikris menyatakan diri, dia akan memasuki Bait yang dibangun kembali oleh bangsa Israel di Yerusalem, dan menyatakan dirinya Allah. Hal ini akan terjadi pada masa "7 tahun kesusahan besar". Namun dari apa yang telah kita pelajari, dapatkah Anda melihat adanya kesalahan dari gambaran tersebut? Paulus tidak menyebutkan secara khusus apa yang menahan Antikris. Tapi orang-orang Thesalonika mengetahuinya sebagaimana yang Paulus tulis di ayat 6.
Suatu studi terhadap tulisan-tulisan dari bapa-bapa gereja mula-mula, yang
merupakan pemimpin-pemimpin kekristenan sepeninggal para rasul, mengungkapkan
dengan tepat apa yang sebenarnya dipercaya oleh gereja mula-mula. "Gereja
mula-mula yang adalah satu-satunya sumber dimana kita dapat mempelajari apa yang
Paulus katakan, ... bahwa kekuasaan yang menahan adalah kekuasaan kaisar-kaisar
Romawi; dimana ketika mereka berkuasa di Roma, maka berkembangnya kuasa yang
dinubuatkan tidaklah dimungkinkan. Pada masa kaisar-kaisar berkuasa, maka
Antikris tidak dapat muncul, tapi ketika mereka sudah meninggal (masa kekaisaran
berlalu) maka dia (Antikris) akan menjadi penerusnya."
Berdasarkan atas penelitian sejarah, Matthew Henry menyetujui. "Inilah yang
dipercaya yaitu kekuasaan dari kekaisaran Romawi, yang mana sang rasul (Paulus)
merasa tidak baik untuk menyebutnya secara terang-terangan pada masa itu. Dan
sudah umum diketahui bahwa ketika kuasa kekaisaran ini masih ada, itu mencegah
bishop-bishop Roma untuk menjadi tirani (seperti yang ternyata kemudian mereka
lakukan segera sesudah mereka berkuasa). "
Jadi betul kuasa yang menahan adalah kekaisaran Romawi. Setelah Roma jatuh tahun
476 M, para Paus bebas memerintah. Interpretasi ini sudah umum di kalangan
pelajar-pelajar Alkitab baik itu Lutheran, Baptis, Presbiterian maupun Metodis,
selama 300 tahun setelah Reformasi. Tetapi sekarang waktu telah berubah.
Pelajar-pelajar Alkitab yang baru pada masa kini membawa ide-ide yang baru pula.
Ayat 7 "Karena secara
rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan.
Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan,"
Pada masa rasul Paulus kekuasaan kekaisaran
Romawi masih menahan bangkitnya Antikris. Meskipun begitu nabi Daniel telah
menubuatkan kejatuhan dari binatang yang ke-empat (kekaisaran Romawi), yang
kemudian memberi jalan bagi "tanduk kecil" (Antikris) untuk sepenuhnya
beraksi (Daniel 7 :7,8). Dalam suratnya kepada jemaat Thesalonika, Paulus tidak
secara spesifik menyatakan bahwa kekaisaran Romawi akan berakhir. Alasannya
karena kemungkinan surat itu akan ditemukan oleh petinggi-petinggi Romawi, dan
akan mengakibatkan lebih banyak "penderitaan dan aniaya" karena
dianggap membangkang terhadap Kaisar. Lihat II Tesalonika 1:4 Perkataan ini
cocok dengan nubuatan dan sejarah.
Pada masa Paulus "rahasia kedurhakaan" telah mulai bekerja. Tetapi
masih sangat tersebunyi. Sampai jatuhnya kekaisaran Romawi tahun 476 M, misteri
ini baru terungkap sepenuhnya di mata dunia. Kemudian tiba Jaman Kegelapan (Dark
Ages), ketika Eropa berada dalam cengkeraman teror selama hampir 1000 tahun. Para
ahli sejarah memperkirakan bahwa "Inkuisisi dari Holy Office"
bertanggung jawab terhadap penyiksaan brutal dan kematian terhadap 50 - 100 juta
orang Kristen. Dan ini dilakukan dalam nama Yesus Kristus! Benarlah, Antikris
telah memasuki Bait Allah.
Ayat 8 " pada waktu
itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan
membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang
kembali. (Inggris :shall destroy with the brightness of his coming) " Ini berarti "rahasia
kedurhakaan" yang dimulai pada masa Paulus akan terus berlangsung sampai
akhir jaman. Baru kemudian dibinasakan oleh " terang kemuliaan dari
kedatanganNya". Kata Yunani untuk "kedatangan" pada ayat 8 adalah
sama dengan kata "kedatangan" pada ayat 1 yaitu "parousia"
yang secara jelas menunjuk pada kedatangan Kristus yang kedua. Jadi berarti,
sesuai ayat 1 dan 8, kedatangan Kristus, dimana Ia akan mengumpulkan umatNya,
berlangsung setelah Antikris dinyatakan.
KESIMPULAN SINGKAT DARI II THESALONIKA 2:1-8
Ayat 1 : Yesus Kristus segera
"datang (parousia)" untuk "mengumpulkan" umatNya.
Ayat 2 : Paulus memberi tahu jemaat Thesalonika agar tidak
"digoncangkan" oleh pengajaran-pengajaran palsu yang mengatakan bahwa
kedatangan Kristus telah berlangsung pada abad pertama.
Ayat 3 : Sebelum "Kristus datang", "harus datang lebih dahulu
"murtad" dan nubuatan "manusia durhaka" diungkapkan.
Ayat 4 : "Manusia durhaka" ini akan meninggikan dirinya bahkan duduk
di "Bait Allah", yaitu gereja, menyatakan dirinya sebagai Allah.
Ayat 5 : Paulus sebelumnya telah memperingatkan akan hal ini.
Ayat 6 : Jemaat Thesalonika telah mengetahui "apa" yang menahan
Antikris.
Ayat 7 : Antikris sudah mulai bekerja secara diam-diam pada abad pertama. Kuasa
yang menahannya akan segera diangkat.
Ayat 8 : Maka Antikris akan sepenuhnya "diungkapkan". Hal ini akan
terus berlanjut sampai kedatangan Kristus yang kedua. Yang akan
"membinasakan" Antikris dengan "cahaya kemuliaan" dari
kedatangan (parousia)-Nya.
Dan pada saat kedatanganNya yang kedua saat "paraousia", setelah
Antikris diungkapkan, maka Yesus Kristus akan mengumpulkan umatNya yang tetap
setia berada pada kebenaran.
Kita telah mempelajari bahwa Alkitab tidak pernah berbicara tentang dibangunnya
bait yang ketiga oleh bangsa Israel. Jika kitab Wahyu berbicara mengenai Bait
Suci, selalu menunjuk kepada "bait suci di surga" Wahyu 16:17. Dan
ketika Paulus menulis tentang Antikris memasuki Bait Allah, yang dimaksud adalah
memasuki gereja! Jika sebagian orang yang menolak korban final dari Yesus
Kristus kemudian membangun kembali bait ketiga di Yerusalem, itu pasti bukanlah
"Bait Allah". Jadi janganlah tertipu. Jutaan orang pada masa kini
berharap bahwa Antikris akan memperlihatkan diri setelah umat Tuhan diangkat
dari dunia ini. Tapi tulisan Paulus memperingatkan kita "Janganlah kamu
memberi dirimu disesatkan dengan cara bagaimanapun juga". Kiranya Tuhan
menolong kita untuk tetap erat dengan Yesus Kristus dan untuk menghindari
penipuan-penipuan dari mereka yang "murtad" dari kebenaran.
| Home | Persepsi baru | Khayal Daniel | Sabat ke Minggu | Yang Tertinggal | Pemisahan Luther | Wycliffe | Keruntuhan Yerusalem