YANG SATU DIBAWA,
YANG LAIN DITINGGALKAN
Baca juga : sekilas tentang "Left Behind Deception".
"Pada waktu itu kalau ada dua orang di
ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; kalau ada dua
orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang
lain akan ditinggalkan." Matius 24:40-41
"Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat
tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Ada dua orang
perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan
ditinggalkan. Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang
lain akan ditinggalkan." Lukas 17:34-36
Ayat-ayat di atas sering dikutip untuk mendukung pengajaran
"Pengangkatan secara rahasia (Secret Rapture)", yaitu suatu kejadian
yang banyak dipercaya orang Kristen akan terjadi di seluruh dunia yang berakibat
pada lenyapnya orang-orang benar secara tiba-tiba dan dibawa ke surga.
Sebaliknya, orang-orang jahat akan ditinggalkan untuk mengalami 7 tahun masa
kesusahan.
Meskipun benar bahwa hanya orang-orang yang diselamatkan akan pergi ke surga,
namun Matius 24:40-41 difokuskan pada nasib dari orang-orang jahat, bukan orang
benar. Saat itu Tuhan Yesus sedang menerangkan pada murid-muridNya mengenai
nasib dari mereka yang "tidak bersedia"; "Karena itu
berjaga-jagalah" adalah suatu peringatan/amaran. Yang dimaksudkan adalah orang
jahat yang akan "dibawa" kepada kebinasaan.
Mari kita melihat konteks dari Matius 24 dan Lukas 17 untuk
menentukan apa yang sebenarnya diajarkan di sana.
Matius 24:37-41 : "Sebab sebagaimana halnya
pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab
sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan
mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak
tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua,
demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Pada waktu itu kalau
ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan
ditinggalkan; kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang
seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan."
Kata "dibawa" dalam ayat di atas diterjemahkan dari bahasa Inggris "shall be taken", berasal dari "to take" yang berarti "membawa", "mengambil", dapat juga berarti "menaklukkan", "membinasakan /mengalahkan". Dalam istilah militer, bila ada suatu perintah untuk "mengambil" suatu bukit atau kota, berati diperintahkan untuk mengalahkan pihak yg sedang menguasai bukit / kota tersebut dan kemudian menjadikan bukit / kota tersebut milik si penyerang. Ide yang sama terdapat dalam Yosua 11 :12: "And all the cities of those kings, and all the kings of them, did Joshua take, and smote them with the edge of the sword, and he utterly destroyed them, as Moses the servant of the LORD commanded." ("Selanjutnya segala kota kepunyaan raja-raja itu dan semua rajanya dikalahkan Yosua dan dibunuhnya dengan mata pedang. Mereka ditumpasnya seperti yang diperintahkan Musa, hamba TUHAN itu.").
Lukas 17 : 22-36
Dan Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Akan datang waktunya kamu ingin
melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan
melihatnya. Dan orang akan berkata kepadamu: Lihat, ia ada di sana; lihat, ia
ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut. Sebab sama seperti
kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian
pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya. Tetapi Ia harus
menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini. Dan sama
seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari
Anak Manusia: mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada
hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka
semua. Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum,
mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. Tetapi pada hari Lot
pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan
membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak
Manusia menyatakan diri-Nya. Barangsiapa pada hari itu sedang di peranginan di
atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk
mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia
kembali. Ingatlah akan isteri Lot! Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia
akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan
menyelamatkannya. Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas
satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Ada
dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang
lain akan ditinggalkan. Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa
dan yang lain akan ditinggalkan."
Dari ayat-ayat di atas, dapat kita lihat bahwa Yesus sedang memberitahukan
murid-muridNya apa yang akan terjadi pada saat kedatanganNya yang kedua. Dia
membandingkan keadaan pada waktu air bah datang dan juga kehancuran Sodom dan
Gomorah, dengan keadaan pada waktu akhir zaman. Kita dapat melihat kata-kata
"sama seperti/ demikian juga seperti" dan "demikian pulalah
halnya" yang menerangkan bahwa itu adalah pengulangan kejadian. Sejarah
akan terulang kembali.
Meneliti dari bahasa Yunani (Gerika)
Beberapa penganut ajaran "Pengangkatan Rahasia" menyatakan bahwa kata
Yunani untuk "bawa (take)" pada ayat 40 dan 41 pada Matius 24
("..yang seorang dibawa dan yang lain ditinggalkan") berbeda dengan
kata "bawa" pada Matius 24:39 ("And knew not until the flood
came, and took them all away; so shall also the coming of the Son of man
be."). Perbedaan ini menurut mereka menyatakan bahwa yang dibawa/diambil
adalah orang-orang benar. Untuk ini mari kita lihat lebih jauh.
Kata Yunani yang diterjemahkan menjadi "bawa (take)"
dalam ayat-ayat tersebut adalah "paralembano".
Paralambano menerangkan mengenai "mengambil milik dari" seperti dalam
cerita Yusuf membawa bayi Yesus (lihat Matius 2:13); "mengambil dengan
rakus untuk diri sendiri" seperti Zakheus (lihat Lukas 19:8), atau
"membawa/menjauhkan" seperti dalam kasus Setan membawa Yesus ke gunung
yang tinggi (lihat Matius 4:5,8). Tentu saja, fakta bahwa
"paralambano" dapat berati "membawa seseorang" tidak berati
bahwa hasilnya selalu positif. Harus dipertimbangkan konteks dari tiap ayat
untuk menentukan hasil dari "dibawa/diambil" atau apa yang terjadi
sebagai akibat dari "diambil" tersebut. Contohnya, Setan membawa Yesus
ke gunung tinggi untuk mencobai Dia bukanlah hal yang positif.
Kemana Mereka Dibawa?
Yesus berkata, Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada
dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan
ditinggalkan. Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan
dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Kalau ada dua orang di ladang, yang
seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan." (Lukas 17:34-36).
Murid-murid menjadi bingung, apa sebenarnya yang Yesus maksud. Mengapa Dia
memperlihatkan pemisahan yang tegas sampai tiga kejadian berturut-turut? Karena
ingin tahu, maka murid-murid bertanya "Di mana,
Tuhan?"(ayat 37, bhs Ingg : "Where" terjemahan yang lebih sesuai
konteks adalah "Ke mana"). Tentunya murid-murid tidak bertanya "di
mana" terhadap mereka "yang ditinggalkan", karena sudah jelas
bagi yang ditinggalkan berada di "tempat tidur",di tempat
"penggilingan", atau di "ladang". Jadi, yang ingin diketahui
murid-murid tertuju kepada mereka "yang dibawa". "Ke mana tujuan
mereka?" itu yang mereka ingin selidiki. Jawab Yesus : "Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar."
Lukas 17:37. Kita tahu, bahwa burung nasar selalu berkerumun bila ada
bangkai. Jadi jawaban Yesus tidak bisa disimpulkan lain, yaitu mereka "yang
dibawa" adalah dibawa kepada kematian. Itulah keadaan yang akan terjadi di
akhir zaman, sesuai pada zaman Nuh dan Lot, secara mendadak, kematian yang
tragis menjadi bagian dari mereka yang tidak berjaga-jaga. Baik di Matius 24:28
dan Lukas 17:37, Tuhan kita memakai gambaran burung pemakan bangkai dan adanya
mayat-mayat untuk menjelaskan skenario berkaitan dengan mereka yang terhilang.
Pertanyaannya sekarang : Apakah Tuhan Yesus menggunakan ilustrasi ini hanya
sebagai suatu alegori untuk mengajarkan sesuatu, atau, itu adalah suatu kalimat
nubuatan terhadap kejadian di masa mendatang? Kalau itu bersifat nubuatan, maka
kita akan dapat menemukan informasi Alkitabiah yang lebih jauh mengenai
penggenapan hal ini.
Berfokus pada Orang-orang Jahat
Seperti yang telah disebutkan di atas, hal ini berhubungan
dengan kejadian pada jaman Nuh dan juga pada pembinasaan Sodom dan Gomorah.
Ketika Yesus berkata "...sama seperti pada jaman Nuh.". Yesus tidak
bermaksud menyatakan nasib Nuh, atau tujuh orang lainnya yang berada di bahtera.
Tetapi Dia menyatakan nasib dari mereka yang berada di luar bahtera. Sama halnya
jika kita berkata "pada jaman Presiden Lincoln", subjek yang
dipertimbangkan bukanlah pribadi Presiden Lincoln tetapi adalah "apa yang
terjadi pada masa pemerintahannya". Dengan demikian ilustrasi Yesus dalam
ayat-ayat tersebut adalah peringatan bagi yang tidak percaya, yang tidak
bersedia, yaitu bagi mereka yang cara hidupnya seperti pada jaman Nuh ketika
Yesus datang.
Sebab itu harus ditekankan bahwa adalah yang terhilang, yang tidak percaya, yang
ditegor dalam Matius 24 dan Lukas 17.
Ciri-ciri kehidupan pada zaman Nuh adalah "Ketika dilihat TUHAN, bahwa
kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu
membuahkan kejahatan semata-mata,...
Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. Allah
menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan
hidup yang rusak di bumi." Kejadian 6:5,11,12. Hal ini yang digambarkan
dalam Matius 24: 38 "Sebab sebagaimana mereka pada
zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada
hari Nuh masuk ke dalam bahtera". Sehubungan dengan hal ini, rasul
Paulus juga memberikan amaran yang sama " Ketahuilah bahwa pada
hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya
sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri,
mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak
tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,tidak tahu mengasihi, tidak mau
berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka
yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih
menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan
ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah
mereka itu! (II Timotius 3:1-5).
Karena mereka yang di luar bahtera yang "dibawa"
pada jaman Nuh, dan karena Yesus menyatakan kejadian yang sama menjadi ciri dari
kedatanganNya yang kedua, maka kita dapat menyimpulkan bahwa orang-orang yang
tidak percayalah yang "dibawa" pada saat Dia kembali. Dan seperti Nuh
beserta keluarganya, orang percaya yang tinggal hidup setelah pembinasaan oleh
air bah, maka begitu pula orang-orang benar akan ditinggalkan, selamat dan tetap
ada pada saat "Anak Manusia' datang.
Dengan kata lain pada ayat-ayat tersebut, Yesus berbicara bahwa hanya ada dua
kelompok menjelang kedatanganNya : satu yang tetap tinggal hidup, dan yang
satunya lagi "dibawa" kepada kebinasaan. Berbicara mengenai mereka
"yang dibawa", rasul Petrus menulis, "Tuhan
tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan
orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman, terutama mereka yang
menuruti hawa nafsunya karena ingin mencemarkan diri dan yang menghina
pemerintahan Allah. Mereka begitu berani dan angkuh, sehingga tidak segan-segan
menghujat kemuliaan, padahal malaikat-malaikat sendiri, yang sekalipun lebih
kuat dan lebih berkuasa dari pada mereka, tidak memakai kata-kata hujat, kalau
malaikat-malaikat menuntut hukuman atas mereka di hadapan Allah. Tetapi mereka
itu sama dengan hewan yang tidak berakal, sama dengan binatang yang hanya
dilahirkan untuk ditangkap dan dimusnahkan. Mereka menghujat apa yang tidak
mereka ketahui, sehingga oleh perbuatan mereka yang jahat mereka sendiri akan
binasa seperti binatang liar, dan akan mengalami nasib yang buruk sebagai upah
kejahatan mereka. Berfoya-foya pada siang hari, mereka anggap kenikmatan. Mereka
adalah kotoran dan noda, yang mabuk dalam hawa nafsu mereka kalau mereka duduk
makan minum bersama-sama dengan kamu." II Petrus 2:9, 11-13.
Dalam Matius 24, Yesus membidik analogi kehidupan pada zaman
Nuh kepada kehidupan di akhir zaman. Ketika mereka yang diluar bahtera sedang
sibuk mengejar urusan kehidupannya sendiri, seperti manusia pada akhir zaman
yang makan, minum, kawin dan mengawinkan, maka tibalah kesudahan mereka.
Setelah memperlihatkan kejadian yang buruk pada zaman Nuh sebagai contoh, Yesus
kemudian memberikan peringatan kepada mereka yang mendengarNya, "Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada
hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu
mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan
tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu juga siap
sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga." Matius
24: 42-44. Dengan perkataan lain, jangan sampai hal yang sama terjadi
kepadamu seperti yang terjadi pada mereka yang di luar bahtera -- jangan menjadi
"yang dibawa"! Waspadalah!
©2000, Louis Torres. Published by Remant Publications. This material is taken from the book Left Behind or Sincerely Taken and is used by permission of the author. You may order the full book by calling 1-800-658-4533. MasterCard and Visa accepted.
Diambil dari :
Bibleinfo.com "One Shall Be Taken & One Left" dan "What
Happens When Jesus Comes?"