Home       

 

      Daftar Artikel       

          

 

 

 

 

Kata Pengantar:

 

Setelah saya menerima buku dari teman yang berjudul:

 

MUSTAHIL KRISTEN BISA MENJAWAB

 

Karangan Bapak H. Insan Mokoginta

 

Maka saya rindu untuk menulis jawaban atas dengan buku di atas, yang memang menghimbau agar orang-orang Kristen lebih mempelajari kepercayaannya. Secara pribadi saya sangat menghargai tulisan Bapak H. Insan L.S. Mokoginta, yang ditulis dengan penelitian yang cukup dalam, serta merangsang orang untuk meneliti atau menelaah kembali isi Alkitab.

Buku ini memang patut dibaca oleh umat Kristen untuk melihat segala hal dalam kedalaman dan kejelian yang benar. Walaupun buku tersebut bisa di konsumsi semua kelompok, tetapi dengan sendirinya secara khusus ditujukan kepada umat Kristen, sehubungan dengan konsep doktin yang dipercayainya. 

Di dalam menanggapi tulisan-tulisan di dalam buku tersebut, penulis tidak dalam posisi untuk berdebat dan saling mencari alasan untuk membenarkan diri, tetapi ada hal-hal yang mendasar yang menjadi landasan iman orang Kristen yang tidak tercantum dan tersirat dalam materi buku tersebut. Dengan hanya berfokus ke dalam hal-hal yang bukan menjadi landasan utama kekristenan maka keindahan rencana keselamatan yang telah dirancang secara khusus menjadi tenggelam dalam masalah-masalah doktrin dan ilmu pengetahuan yang bukan menjadi landasan keimanan orang Kristen. Harus diakui bahwa memang ada praktik-praktik kekristenan yang berasal dari tradisi dan bukan Alkitabiah, tetapi tujuan dari ulasan penulis adalah agar roh kebenaran, pengajaran dan keyakinan kekristenan tidak menjadi pudar atau terkubur atas masalah-masalah yang bukan menjadi landasan utama iman kekristenan. 

Disamping itu, penulis juga tidak bermaksud untuk mendapatkan hadiah yang cukup besar yang dijanjikan oleh Bapak H. Iksan L.S. Mokoginta, tetapi hanya di dorong oleh kerinduan menyampaikan apa yang penulis percayai sehubungan dengan pertanyaan-pertanyaan dalam buku tersebut.

 

Pertanyaan Pertama

 

Mana pengakuan Yesus di dalam Alkitab bahwa dia beragama Kristen?

 

1                    Apakah Yesus beragama Kristen?

 

Nama Kristen adalah nama yang diberikan kepada pengikut-pengikut Yesus di Antiokia sebagaimana yang telah diuraikan oleh Bapak Mokoginta, yang tadinya sebagai julukan atau lebih jelas adalah olokan, karena dimana-mana mereka mengabarkan Yesus (Christo). Tidak bisa disangkal bahwa inti pekabaran para Rasul-rasul yang disebut Kristen adalahYesus Kristus.

 

Tidak ada dokumen sepanjang yang saya ketahui menyebut Yesus secara resmi memasuki agama tertentu dengan melakukan syarat-syarat yang diberlakukan, baik agama Kristen (belum muncul), Islam (belum muncul), Hindu atau Budha, tetapi Yesus hidup di zaman dan kalangan, juga turunan Yahudi, yang seharusnya menantikan Mesias yang dijanjikan. Melihat ketatnya dogma-dogma Yahudi pada saat itu, dan penurutan Yesus akan hukum Taurat sampai satu iota (titik) pun tidak dilangar, maka kehidupan-Nya lebih cenderung ke Yudaisme dalam konteks yang benar, yaitu mengerti dan memenuhi janji penebusan yang digambarkan dengan jelas dan terperinci pada upacara kaabah dengan domba qurban pengampunan dosa. (untuk pelajaran secara detail, maka pelajaran mengenai tata-cara dan makna dari perabot-perabot di halaman luar, bilik suci dan maha suci kaabah di dunia ini akan memberikan gambaran yang jelas akan rencana keselamatan dan proses yang sedang terjadi di sorga).

Maka menanyakan apakah Yesus orang Kristen pasti diluar konteks pembahasan, karena nama Kristen baru muncul pada zaman Rasul-rasul atau setelah zamannya Yesus.

 

Pasti tidak ada ayat yang menyebutkan bahwa Yesus itu orang Kristen.

Tetapi dari tindakan-Nya kita bisa melihat hal-hal yang dilakukan oleh Yesus, dan akan kita dapati bahwa Yesus adalah pengikut norma-norma Yudaisme, yang kemudian diarahkan kearah yang benar dan menjadi ciri-ciri orang Kristes sejati (tidak semua aliran Kristen memegang ajaran yang murni) dengan hal-hal sebagai berikut: 

1.      Salah satu syarat agama-Nya ialah di baptiskan. 

Mat 3:13  Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. (14) Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?" (15)  Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.  

2.      Disunat pada umur 8 hari. 

3.      Berbakti pada hari Sabtu (Sabat), dan menggunakan hari Sabtu pada proporsi yang sebenarnya sebagai hari perhentian dan kelepasan (menyembuhkan orang). 

4.      Mengerti akan misi-Nya yang ditugaskan Bapa untuk keselamatan manusia.  

5.      Melakukan upacara basuh kaki sebelum perjamuan kudus. 

Yoh 13:5 kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.  

6.      Lahir, Dibaptiskan dan Mati sesuai dengan nubuatan, baik tempat dan waktunya. (Banyak sekali nubuatan yang telah digenapi) 

7.      Bangkit sesuai dengan perkataan-Nya sendiri. 

8.      Memberi pernyataan yang menunjukkan bahwa Yesus benar-benar anak Allah, atau orang gila yang mencari kesulitan, tetapi pernyataan-Nya adalah jelas memberikan harapan yang pasti. 

a.       Aku dan Bapa adalah Satu Yoh 10:30b.      Barang siapa melihat Aku, melihat Bapa Yoh 12:45

c.       Akulah Jalan dan kebenaran dan Hidup, tidak ada yang bisa sampai kepada Bapa tanpa melalui Aku. Yoh 14:6

d.      Mengetahui misi-Nya, dan hal itu merupakan hidup kekal, yaitu mengenal Allah dan Yesus yang diutus. Yoh 17:3. Hidup Kekal hanya didapat dengan mengenal satu-satunya Allah yang mengutus Yesus sebagai Juruselamat dunia.

e.       Akulah Pokok Anggur, Roti, Gembala dll. (ada ayat2-nya)

f.        Barangsiapa percaya kepada-Ku akan hidup walaupun sudah mati. Yoh 11:25.26 

9.      Dan masih banyak lagi pernyataan-pernyataan-Nya yang memastikan keselamatan, dan lebih dari 300 Nubuatan terpenuhi dalam lahir, hidup, mati dan bangkit-Nya. Tidakkah hal ini sangat menakjubkan.

 

Kesimpulan: Jelas Yesus tidak menyatakan diri-Nya orang Kristen, karena istilah itu muncul setelah kematian-Nya, tetapi kehidupan-Nya merupakan penggenapan rencana keselamatan yaitu Juruselamat yang dinubuatkan sebagai inti dari Agama Kristen.

 

Pertanyaan Kedua

 

Mana ajaran Yesus ketika berumur 13 sampai 29 tahun?

Alkitab menuliskan peristiwa-peristiwa penting yang dilakukan oleh Yesus, dan yang berhubungan dengan keselamatan manusia. 

Yesus memulaikan pelayanan-Nya setelah diurapi oleh Roh Kudus dalam bentuk seperti seekor merpati yang turun dari sorga pada saat baptisan-Nya. Dan mulailah pekerjaan-Nya, yang dibekali dengan puasa selama 40 hari. 

Mat 4:17  Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"

Luk 3:21-23 Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit (22) dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan." (23) Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,  

Yesus lahir sebagai manusia, malahan sebagai manusia yang sangat sederhana dari keluarga tukang kayu, lahir di kandang, bukan lahir sebagai anak raja di dunia ini, dan dalam kehidupan-Nya yang normal sebagai manusia biasa, bukanlah hal yang mustahil bahwa tidak ada catatan lengkap mengenai seluruh kehidupan-Nya.

Apalagi Yesaya sudah menubuatkan bahwa penampilan luar Yesus sangat tidak menonjol, malahan dijauhi oleh orang, agar manusia mengikuti Yesus bukan karena kehebatan manusiawinya, tetapi karena tugas yang diemban-Nya.

 

Yes 53:2-3 Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya. (3) Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.  

Nubuatan ini justru digenapi karena orang-orang pada zaman Yesus tidak memperhitungkan dia sebagai seorang besar yang catatan hidup-Nya ditulis dalam buku kerajaan atau sejarah orang-orang besar. 

Tidak semua orang yang akhirnya menjadi ternama dan besar di zaman dahulu kala mempunyai catatan sejarah lengkap pada masa kehidupan-Nya. Tetapi catatan-catatan yang ada sudah cukup untuk menyatakan tugas utama-Nya serta pengakuan Bapa-Nya mengenai Dia sudah cukup menjadi dasar iman yang menyelamatkan. 

 

Yoh 3:16-18 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.(17) Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.(18) Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.  

Mat 3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."  

Ibr 1:1-8 Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, (2) maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. (3) Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi, (4) jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka. (5) Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah Ia katakan: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini?" dan "Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku?" (6) Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia." (7) Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata: "Yang membuat malaikat-malaikat-Nya menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api." (8) Tetapi tentang Anak Ia berkata: "Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.  

Pernyataan Bapa-Nya, penggenapan janji penebusan, penggenapan nubuatan yang begitu banyak di dalam kehidupan Kristus, dan kasih-Nya yang besar yang ditunjukkan selama hidup-Nya, sudah lebih dari cukup untuk menjadi dasar iman kita kepada Penebus yang telah dijanjikan dan digenapi dan sebagai satu-satunya jalan keselamatan. 

Disamping itu, Alkitab menyatakan dalam Ula 29:29 Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini."  

Konsep Kekristenan adalah mengimani apa yang dinyatakan, dan bukan mencari-cari apa yang tidak dinyatakan. Hanya saja sehubungan dengan tidak adanya catatan kehidupan Yesus di Alkitab pada periode umur-Nya antara 13-29 tahun, kita bisa menarik kesimpulan sebagai berikut:

 

1.                  Dia hidup sebagai manusia biasa tidak ada yang menonjol secara materi, kedudukan, pangkat, atau keturunan khusus dari nenek moyang super, malahan dalam silsilah-Nya termasuk wanita yang dikategorikan kafir dan ada juga yang tuna susila.

2.                  Dari kehidupan-Nya yang nyata, maka jelas tidak ada kesalahan yang pernah dibuat-Nya karena jikalau ada, orang-orang yang mencoba untuk membunuh Dia, sudah menggunakan kesempatan untuk hal itu, justru sebaliknya, mereka tidak menemukan kesalahan di dalam kehidupan-Nya, kecuali tuduhan menghujat Allah.

3.                  Berkuasa mengampuni dosa: Mat 9:6 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--:"Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"

4.                  Kehidupan-Nya menyatakan bahwa untuk masuk sorga kita harus mengasihi musuh kita, bukan membunuh orang kafir tetapi justru mengasihi semua orang.

5.                  Sikap-Nya terhadap orang berdosa adalah mengampuni, dan kepada orang yang sedang tertangkap berbuat zinah yang seharusnya dilontari batu menyatakan: Yoh 8:10,11 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?" (11) Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang." Bukannya memenggal kepala wanita yang bersinah atau yang mempunyai anak dari hasil perzinahan.

6.                  Dan seperti pepatah Inggris: No news is good news, yaitu jika tidak ada catatan sejarah pada periode umur 13-29 tahun, berarti tidak ada hal-hal buruk yang dilakukan selama itu, yang bisa dijadikan alasan untuk menolak Dia.

7.                  Dengan sendirinya lebih baik mengimani dari hal-hal yang dinyatakan daripada menggunakan kepandaian kita untuk mencari hal-hal yang tidak dinyatakan.

 

Kesimpulan: Yesus lahir sebagai manusia biasa, malahan sejak kecil ingin disingkirkan oleh Herodes, di akhir hidup-Nya disalibkan, maka kehidupan sehari-hari-Nya tidak dicatat bukanlah sesuatu yang aneh tetapi lumrah saja, dan saya kira banyak orang yang tidak mempunyai catatan masa kecilnya secara terperinci. Tetapi kehidupan-Nya yang dituliskan telah cukup untuk membawa manusia kepada jalan keselamatan,

 

 

Pertanyaan Ketiga

 

Pernahkah Yesus Mengatakan:
"Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah Aku saja"

 

Yesus adalah Anak Tunggal Allah (bukan anak-anak Allah, yaitu umat manusia yang ditebus). Dan Yesus tahu dan mengenal Bapa-Nya yaitu Allah. Karena Dia adalah Anak Allah, dan bukan ciptaan seperti malaikat dan juga manusia, maka zat yang dimiliki oleh Yesus adalah sama dengan Bapa-Nya. Dengan demikian sebagai pribadi yang berbeda, tetapi satu dalam keluarga Allah. Contohnya kita memuja bangsa Indonesia, hanya satu di dunia ini, walaupun terdiri dari berbagai suku dan bahasa.

 

Di dalam keluarga Allah, tidak ada saling iri hati, justru semua saling meninggikan satu sama lainnya. Yesus menyuruh kita menyembah Bapa, dan Bapa memerintahkan semua mahluk menyembah Anak-Nya. 

 

Ibr 1:5-8 Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah Ia katakan: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini?" dan "Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku?" (6) Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia." (7) Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata: "Yang membuat malaikat-malaikat-Nya menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api." (8) Tetapi tentang Anak Ia berkata: "Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.

 

Ibr 1 : 1-14 dalam bahasa Indonesia sehari-hari terbitan Kalam Kudus (FAYH – Firman Allah Yang Hidup)

(1)  PADA zaman dahulu Allah berbicara dengan berbagai cara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan para nabi (dalam penglihatan, mimpi, dan bahkan dengan berhadapan muka), dan sedikit demi sedikit mengungkapkan rencana-Nya kepada mereka. (2) Tetapi pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya. Kepada-Nya Ia telah memberikan segala sesuatu, dan dengan perantaraan Dia, Allah menciptakan alam semesta serta segala sesuatu yang ada di dalamnya. (3) Anak Allah itu menyinarkan kemuliaan Allah, dan segala sifat serta perbuatan-Nya menunjukkan bahwa Ia adalah Allah. Ia mengatur alam  semesta  dengan kuasa firman-Nya. Dialah yang telah mati untuk menyucikan  kita  serta menghapuskan segala dosa kita, lalu duduk dalam kemuliaan  tertinggi  di sebelah kanan Allah Yang Mahabesar di surga. (4)  Dengan demikian, Ia menjadi jauh lebih besar daripada para malaikat,  sebagaimana terbukti dari nama-Nya, yaitu "Anak Allah", yang diberikan kepada-Nya oleh Bapa-Nya, nama yang jauh lebih besar daripada nama dan gelar segala malaikat. (5)  Sebab Allah tidak pernah mengatakan kepada malaikat mana pun, "Engkau adalah Anak-Ku, dan pada hari ini Aku mengaruniakan kepada-Mu kemuliaan yang menyertai nama itu." Tetapi kepada Yesus Allah sudah mengatakan demikian. Pada kesempatan lain Ia berkata, "Akulah Bapa-Nya, dan Dialah Anak-Ku." Dan pada kesempatan lain lagi—ketika Anak-Nya yang sulung  itu datang ke dunia—Allah berkata, "Hendaklah semua malaikat Allah menyembah Dia." (6&7)  Allah berbicara mengenai malaikat-malaikat-Nya sebagai pesuruh yang cepat laksana angin dan sebagai pelayan yang berupa api yang menyala. (8)  Tetapi mengenai Anak-Nya Ia berkata, "Kerajaan-Mu, ya Allah, akan berlangsung untuk selama-lamanya dan pemerintahan-Mu selalu adil dan  benar. (9)  Engkau mengasihi yang benar dan membenci yang salah; sebab itu Allah,  yaitu Allah-Mu, telah mencurahkan lebih banyak sukacita kepada-Mu  daripada  kepada siapapun juga." (10) Allah juga menyebut-Nya "Tuhan" ketika Ia mengatakan, "Pada mulanya, ya Tuhan, Engkau telah menjadikan bumi, dan langit adalah buatan tangan-Mu. (11)  Semua itu akan hilang lenyap, tetapi Engkau tetap ada untuk selama-lamanya.  Semua itu akan menjadi usang seperti pakaian tua, (12)  dan pada suatu hari kelak akan Kaugulung dan Kauganti dengan yang baru.  Tetapi Engkau sendiri tidak akan berubah, dan usia-Mu tidak akan berkesudahan." (13) Pernahkah Allah mengatakan kepada seorang malaikat, seperti dikatakan-Nya kepada Anak-Nya, "Duduklah di tempat kehormatan di sebelah kanan-Ku sampai Kubinasakan segala musuh-Mu di bawah kaki-Mu?" (14)  Tidak pernah, sebab malaikat hanyalah roh yang diutus untuk menolong dan memelihara orang yang akan menerima keselamatan.

 

Ibr 2:1-3 Jadi, kita harus memperhatikan dengan saksama kebenaran yang telah kita dengar itu, sebab kalau tidak, mungkin kita akan menjauhinya. (2 ) Karena, kalau berita yang disampaikan oleh para malaikat itu selalu terbukti kebenarannya dan manusia selalu mendapat hukuman sebab tidak mematuhinya, (3)  maka bagaimana kita dapat luput dari hukuman, jika kita bersikap acuh tak acuh terhadap keselamatan semulia itu, yang sudah diberitakan oleh Tuhan Yesus sendiri, dan diteruskan kepada kita oleh orang-orang yang telah mendengar pemberitaan-Nya?

 

Fil 2:9-11  Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, (10) supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, (11)  dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

 

Yesus akan menjadi Hakim kita, karena pemberian dari Bapa-Nya. 

Tidak bisa disangkal bahwa ada begitu banyak ayat-ayat di Alkitab yang menyatakan bahwa Allah Bapa adalah Hakim yang adil, dan memang benar karena keadilan-Nya yang menuntut korban bagi dosa-dosa kita, dan kemurahan-Nya yang rela memberikan Anak-Nya yang Tunggal sebagai qurban akibat dosa, karena Bapa adalah Hakim yang Adil. Tetapi setelah semua keadilan terjadi, dosa menuntut kematian, maka Bapa menyerahkan pengadilan kepada Anak-Nya.

Yoh 5:22,23 Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, (23)  supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.  

Semua harus bertekuk lutut dikaki Yesus. Sebagaimana manusia yang fana saja, kalau ada orang yang memuji anak kita, kita akan senang dan merasa tersanjung. Tetapi saya tidak tahu, apakah ada seorang ayah yang waras, jika anaknya disanjung oleh orang lain, sang ayah menjadi marah dan iri hati terhadap anaknya sendiri,  kemudian menghukum orang yang memuji anak-Nya. Apalagi Allah yang penuh kasih, yang telah mengumandangkan bahwa Yesus adalah Anak Tunggal-Nya dan telah melihat Anak Tunggal-Nya menderita sedemikian rupa untuk menyelamatkan manusia, yah pantaslah kalau manusia menghormati Anak-Nya, dan Allah Bapa sangat meninggikan Anak-Nya, yang rela mati demi kita semua. 

Kesimpulan: Yesus tidak perlu menyatakan ucapan yang kita bahas, yang menyombongkan diri-Nya sendiri, tetapi ucapan Bapa-Nya sudah cukup menjelaskan siapakah Dia yang sebenarnya.

 

Pertanyaan Keempat

 

Pernahkah Yesus Mengatakan:
"Akulah yang mewahyukan Alkitab, Aku pula yang menjaganya"

 

2 Pet 1:20,21  Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, (21) sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

 

Konsep Kitab Suci orang Kristen memang berbeda dengan yang lain. Disini Tuhan tidak bersabda atau mendikte kata-kata demi kata langsung (Verbal Inspiration) dalam bahasa tertentu, dan tertuju kepada satu orang tertentu, tetapi Tuhan bekerja melalui banyak orang dengan latar belakang yang berbeda, menggunakan bahasa mereka, tetapi pekabarannya (message – thought) yang berasal dari Tuhan (Thought Inspiration).

 

Alkitab bisa diterjemahkan kedalam bahasa apapun, dan dengan frase-frase daerah. Bagi orang Kristen yang terpenting adalah pekabaran tema, bahwa selamat oleh Anugerah / Kasih Karunia adalah tema injil yang kekal. Jalan keselamatan yang konsisten yang disediakan Tuhan mulai jatuhnya Adam dan dilakonkan melalui upacara qurban, dan semua menunjuk kepada Yesus.

 

Tuhan bersabda, dan nabi-nabi serta rasul-rasul menulis sabda Tuhan dalam bahasa manusia, karena bahasa Tuhan pasti universal. 

Hanya dua loh batu (sepuluh hukum) yang memang dituliskan oleh tangan Tuhan sendiri. 

Kita mempercayai bahwa nabi-nabi dan rasul-rasul yang dipimpin oleh Roh Kudus untuk menyampaikan firman Tuhan.

 

Kesimpulan: Penulis Alkitab diilhami oleh Roh Kudus sebagai wakil Kristus, bukan didikte dalam bahasa tertentu, ditulis dengan beragam manusia dengan latar belakang dan jangka waktu yang berbeda, tetapi mempunyai pekabaran inti yang sama, yaitu Keselamatan oleh Anugerah.

 

 

Pertanyaan Kelima

Mana perintah Yesus atau Tuhan untuk beribadah pada hari Minggu?

Kebetulan penulis adalah anggota gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, jadi pertanyaan di atas di tanggapi dengan menyetujui bahwa memang tidak ada perintah di Alkitab. Ada gereja yang mempunyai pedoman, bahwa gereja mempunyai hak untuk memindahkan kuasa hari Sabat dari Sabtu ke hari Minggu, dan ada gereja yang mempercayai bahwa kebangkitan Kristus sebagai permulaan ciptaan baru menggantikan Sabat hari Sabtu. Ada 8 ayat mengenai hari Minggu di Alkitab tetapi ayat-ayat tersebut tidak ada yang berhubungan dengan perintah Hari Perhentian. Mungkin menyangkut hari perbaktian. Bisa saja seseorang berbakti pada hari Minggu, Senin, Selasa, dan Jum’at, tetapi perintah Tuhan mengenai hari Sabtu atau Sabat adalah Hari Perhentian. Perhentian dari pekerjaan kita selama sehari itu, bukan hanya hari untuk berbakti, dengan demikian jelas umat Kristen harus mulai memikirkan hari Perhentian apabila mau menuruti perintah Tuhan.

 

Perlu pemikiran yang jujur sehubungan dengan berhenti pada hari Sabtu sesuai dengan perintah Tuhan, dan bukan hanya sekedar berbakti pada hari Minggu, serta menggantikan hari tanpa alasan, karena hal itu bukan merupakan pengganti yang sesuai dan tidak ada perintah untuk menggantikannya.

 

Saya kira ulasan Bapak Mokoginta dalam buku Kontroversi Hari Sabat sudah sangat jelas. Saya anjurkan buku karangan Bapak Mokoginta “Kontroversi Hari Sabat” ini dibaca oleh semua orang Kristen terutama orang Advent, karena Bapak Mokoginta sangat mendukung kepercayaan orang Advent dalam hal pemeliharaan hari Sabat.

 

Kesimpulan: Memang benar bahwa Yesus tidak pernah memerintahkan manusia untuk menyucikan hari Minggu sebagai hari Perhentian, walaupun banyak manusia menjadikan hari Minggu sebagai hari Perbaktian. Kita harus bedakan antara hari Perbaktian dan hari Perhentian. Untuk masalah di atas, penulis sangat menyetujui pendapat Bapak  H. Iksan L.S. Mokoginta.

 

Pertanyaan Keenam

Mana dalilnya dalam Alkitab Yesus 100% Tuhan & 100% manusia??? 

Bagi umat Kristen (ada yang menyebut Nasrani), maka yang pertama-tama kita imani adalah Yesus Anak Allah, baik melalui pernyataan Dia sendiri, yang menyatakan bahwa Aku dan Bapa satu adanya, ataupun pernyataan Bapa-Nya yang  mengatakan Yesus sebagai Anak-Nya yang Tunggal.

Karena pernyataan yang kita imani, bahwa Yesus adalah Anak Allah, maka kita bisa sebutkan bahwa Yesus adalah keluarga Allah, bukan ciptaan, bukan malaikat, bukan manusia, melainkan Pencipta.

Kemudian di dalam kasih-Nya yang begitu besar, Bapa mengaruniakan Anak-Nya yang Tunggal menjadi manusia, dan ayat-ayat yang mendukung sangat jelas.

 

Sebagai Allah: 

Yoh 1:1-4 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. (2) Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.(3) Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. (4) Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.  

Fil 2:5-8  Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, (6) yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, (7) melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.  

Fil 2:5-8 FAYH (Firman Allah Yang Hidup – Kalam Kudus) “Hendaklah Saudara bersikap seperti Yesus Kristus, (6) yang tidak menuntut dan tidak tetap berpegang kepada hak-hak-Nya sebagai Allah, meskipun sebenarnya Dia Allah. (7) Ia mengesampingkan kuasa serta kemuliaan-Nya dan mengambil sikap seorang hamba dan menjadi sama seperti manusia. (8) Ia lebih merendahkan diri-Nya lagi, bahkan sampai mati di kayu salib seperti seorang penjahat. (9)  Tetapi, karena inilah Allah meninggikan Dia sampai ke surga dan memberikan kepada-Nya nama di atas segala nama, (10) supaya dengan mendengar nama Yesus Kristus segala lutut akan bertelut, baik yang ada di langit, yang ada di atas bumi, maupun yang ada di bawah bumi, (11) dan segala lidah akan mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, bagi kemuliaan Allah Bapa.

 

(Lihat juga ayat Ibrani 1 di atas)

 Menjadi sama dengan manusia untuk menyelamatkan kita. 

1Yoh 4:1-3  Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. (2)  Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, (3)  dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.  

Ibr 2:16-18  Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani. (17) Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, (catatan penulis: jadi harus sama – 100% manusia, kalau tidak 100% maka tidak sama) supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa. (18)  Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.  

 

Ibr 5:7-9  Dalam hidup-Nya sebagai manusia (tambahan penulis: bukan sebagai Allah), Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.(8) Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, (9) dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya

Kesimpulan: Yesus adalah benar-benar Allah (100%) dan benar-benar menjadi manusia (100%). Bukan Jin, bukan Malaikat, tetapi manusia yang sama seperti kita yang dijangkau untuk ditebusnya. Justru yang tidak mengakui Yesus sebagai manusia adalah antikristus. 

2 Yoh 1:7  Waspadalah terhadap pemimpin-pemimpin palsu—dan mereka banyak sekali jumlahnya. Mereka tidak percaya bahwa Yesus Kristus datang ke dunia sebagai manusia dengan tubuh seperti tubuh kita. Orang-orang semacam  itu menentang kebenaran dan melawan Kristus. (Firman Allah Yang Hidup – Terbitan Kalam Kudus).

 

 

Pertanyaan Ketujuh

Mana dalilnya asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dijamin "pasti masuk surga"

 

1Yoh 5:12,13 Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup. (13) Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.

 

Luk 23:42,43  Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." (43)  Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." (Jaminan yang langsung yang diberikan Yesus pada saat itu – pada hari ini)

 

Yoh 14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

 

Yoh 11:25,26 Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, (26)  dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"

 

Yoh 6:50,51  Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. (51)  Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."

 

Kis 4:12  Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

 

Masih banyak ayat-ayat yang dengan tegas menyatakan Yesus satu-satunya jalan, dan pernyataan Yesus yang gamblang. Dengan sendirinya ada dua kelas saja, Yesus ini memang Anak Allah dan berani menyatakannya, atau orang gila, yang menghujat Tuhan, serta mencari malapetaka bagi dirinya sendiri. Saya percaya Yesus Anak Allah, sesuai dengan pernyataan Alkitab yang jelas. 

Perlu penulis tambahkan bahwa Iman yang Menyelamatkan adalah Iman yang bekerja oleh Kasih 

Gal 5:6 “Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.

 

Ada iman kosong, yang sebetulnya bukan iman, tetapi iman yang bekerja oleh Kasih, yaitu jika semua kelakuan kita berdasarkan Kasih, yaitu kasih kepada Allah dan kasih kepada sesame, maka semua orang yang beriman akan menuruti semua perintah Tuhan.

Tidak mungkin seseorang berkata beriman, tetapi bertindak berlawanan dengan perintah Tuhan, karena kalau berlawanan, berarti orang tersebut tidak percaya atau tidak beriman kepada Tuhan. Iman adalah percaya sepenuhnya kepada Tuhan, dan tidak meragukan seluruh perintah Tuhan.

 

Yoh 14:15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

 
Kalau tidak menurut perintah Tuhan dan hanya percaya di mulut saja, maka Yesus sendiri mengatakan:

 

Mat 7:21-23 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. (22) Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? (23)  Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" 

 

Luk 6:46 "Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?  

Efe 2:8  Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah.

 

Kesimpulan: Kita selamat oleh Anugerah melalui iman, (by grace through faith  Efe 2:8) tetapi bukan iman kosong, melainkan iman yang bekerja oleh kasih, dan iman yang bekerja oleh kasih ini akan membuat orang beriman mengikuti semua perintah Tuhan, karena kalau kita mengasihi Tuhan, kita akan menuruti segala perintah-Nya. (Semua hukum-hukum-Nya tanpa ada yang dikecualikan)

 

 

Pertanyaan Kedelapan

 

Mana foto asli wajah Yesus dan siapa pemotretnya?

Dengan jelas foto Tuhan Yesus tidak ada, karena kamera belum ditemukan pada saat itu, begitu juga kalau diminta fotonya orang-orang dahulu juga tidak ada, tetapi gambaran yang biasanya dilukiskan berasal dari gambar yang keluar dari kain kafan yang disimpan di Turin.

 

                                                                                      

 

 

Orang tidak harus mengikuti gambar-gambar manapun, yang penting percaya bahwa Yesus pernah hidup, dan dengan sangat jelas Yesus menyatakan siapakah diri-Nya. 

Yoh 14:6 “Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.. 

Mengenai wajah atau gambar, saya kira bukanlah faktor iman, malahan dalam beberapa kasus justru hal ini dijadikan berhala. Tetapi penelitian terakhir dari para ahli independent mulai meyakini kalau kain kafan yang di Turin adalah asli.

Pada pertemuan tahun 2008 yang akan diadakan di Ohio State University maka keabsahannya akan diakui secara aklamasi.

 

Kesimpulan: Foto asli Yesus bukanlah ukuran iman, apalagi masa itu belum ada fotografi, dan ada kepercayaan yang menyatakan justru tokoh-tokoh agamanya tidak boleh digambar atau di foto.

 

Pertanyaan Kesembilan

 

Mana dalilnya Yesus lahir pada tanggal 25 Desember dan perintah merayakannya!!

 

Memang tidak ada perintah-Nya, dan hal itu adalah kebiasaan. Tidak semua golongan Kristen mempercayai hari Natal, sebagai contoh kelompok Gereja Advent, walaupun percaya bahwa Yesus pernah lahir dan datang ke dunia ini sebagaimana dipercayai oleh kelompok lain, tetapi tidak mempercayai tanggal 25 Desember sebagai hari lahir Yesus, dan juga tidak dalam posisi harus merayakannya.

Sebagian besar orang Kristen memakai hal ini sebagai satu tradisi turun-temurun dan sudah menyimpang dari hal yang sebenarnya.

 

Kesimpulan: Keterangan Bapak Mokoginta dalam hal ini justru sangat dalam dan benar, dan justru kalau dibuktikan melalui perhitungan bulan kehamilan, serta musim yang ada, maka Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember.

 

Pertanyaan Kesepuluh

 

Buktikan siapa yang hapal Alkitab walau satu surat saja di luar kepala!

 

Penulis mengenal ada orang yang menghafal Alkitab, dan pada saat ini orangnya masih hidup, walaupun tidak semua ayat dari Kejadian 1:1 sampai Wahyu 21:22, tetapi beliau ini termasuk Alkitab berjalan, karena hafal banyak sekali ayat-ayat Alkitab.

 

Penulis tidak menyebutkan namanya karena penulis tidak dalam posisi hanya untuk membenarkan diri, dan juga tidak dalam posisi untuk berdikusi kebenaran berdasarkan orang hafal Alkitab atau tidak, karena bisa saja orang menghafal Alkitab tetapi dengan motif yang salah, dan hanya menjadi batu sandungan kesombongan tersembunyi. Hafal atau tidaknya akan Alkitab bukanlah ukuran untuk menentukan Firman Tuhan itu benar atau tidak. Harus diakui bahwa Alkitab sering menceritakan peristiwa yang terjadi dengan detail, sedangkan di Kitab Suci lain sering kronologis cerita tidak diberikan secara teperinci dan kemudian ada ayat yang diberikan terhadap masalah tertentu, sehingga sepertinya diasumsikan bahwa para pembaca sudah tahu jalan ceritanya.

Apabila ada orang yang bisa menghafal Alkitab dengan sendirinya hal itu sangat baik, tetapi tidak ada tulisan yang menuntut bahwa orang harus menghafal supaya selamat, atau hafalan Alkitab adalah bukti keabsahan Alkitab.

 

Kesimpulan: Menghafal Alkitab bukanlah syarat mutlak untuk keselamatan, karena kita selamat oleh Anugerah melalui iman, walaupun menghafal Alkitahb adalah kebiasaan yang baik, jika ada yang melakukannya, dan pasti ada berkat tersendiri.

Hal ini bukan menjadi tolok ukur kebenaran Alkitab atau iman seseorang

 

Pertanyaan Kesebelas

 

Kuiz lnjil Lukas Berhadiah 1 (satu) mobil sedan BMW

 

Saya hanya mengutip sub judul Bapak tetapi pertanyaannya adalah: Mana bukti ucapan Yesus yang mengatakan bahwa ada tertulis demikian: "Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga" dalam kitab Taurat Musa, Kitab Nabi-Nabi dan Kitab Mazmur.

 

Luk 24:44-46 Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." (45) Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. (46)  Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga.”

 

Membaca dan mempelajari buku Bapak, saya akui bahwa Bapak cukup jeli dan dalam untuk Alkitab, dan pasti Bapak telah melakukan penelitian sehingga berani memberikan hadiah sebuah mobil BMW. 

Yang pertama:

 

Nubuatan mengenai Yesus harus menderita bisa di ikuti di dalam: 

Yes 53:3-9 Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. (4)  Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. (5) Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. (6)  Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.

(7) Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.

(8)  Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. (9) Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.

 

Ada banyak sekali nubuatan yang digenapi oleh Yesus, sehingga probabilitas untuk semua digenapi sepertinya sesuatu yang mustahil. Lebih dari 300 nubuatan dan semua digenapi tanpa meleset, dan yang berikut ini adalah perkataan Yesus yang berkaitan dengan masalah penderitaan-Nya dan bangkit pada hari ketiga.

 

Sebelum kita membahas kebangkitan-Nya pada hari yang ketiga, terlebih dahulu kita membahas nubuatan kematian-Nya. 

Yes 53:9  Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.  

Kalau kematian-Nya sudah dinubuatkan, termasuk tulang-Nya tidak ada yang patah, rusuk-Nya di tusuk, termasuk kuburan-Nya, dan semua nubuatan telah terpenuhi, sekarang marilah kita membahas kebangkitan-Nya.

 

Mengenai bangkit pada hari ketiga.

 

Apakah Yesus berbohong pada saat mengatakan bahwa Ia akan menderita seperti  tertulis dan bangkit pada hari ketiga? 

Tidak ada ayat langsung mengenai hal di atas, tetapi konsep bahwa Tuhan akan menghidupkan kehidupan kerohanian pada hari ketiga dapat kita lihat pada ayat di Perjanjian Lama: 

Hos 6:2 Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya.  

Marilah kita melihat lebih lanjut akan hal ini.

 

1.                  Tuhan Yesus memberitahukan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia akan menderita dan mati sesuai dengan nubuatan. Hal ini adalah nubuatan besar mengenai rencana keselamatan-Nya. Dan mengenai hari ketiga, Yesus telah mengatakannya bahwa kaabah yang dirobohkan akan dibangun dalam 3 hari, dan seperti Yunus dalam perut ikan dalam 3 hari.

2.                  Di dalam pengetahuan-Nya dan yang sesuai dengan ayat Hos 6:2, penulis mempercayai Yesus mengetahui bahwa Dia akan bangkit pada hari ketiga, dan nubuatan ini ternyata benar, karena Yesus bangkit pada hari Minggu, mati pada hari pertama Jum’at, beristirahat pada hari kedua Sabtu, dan bangkit pada hari ketiga - Minggu. Justru pernyataan-Nya inilah yang ingin dibuktikan oleh orang-orang Yahudi. 

Yoh 2:18,19  Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: "Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?" (19)  Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."  

Dan hasilnya adalah nubuatan yang diucapkan oleh Yesus sebelum mati, dengan tepat digenapi, yaitu dengan bangkit-Nya pada hari ketiga. Dan hal inilah yang lebih penting, bahwa Yesus bangkit. Yesus tidak ada di kubur. Dan inilah fakta yang diimani oleh Paulus. 

1Kor 15:3-8 Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, (4) bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci; (5)  bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.(6)  Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal. (7)  Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul.(8) Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga     kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.  

 

Selanjutnya Paulus menulis: 

1Kor 15:11-20 Sebab itu, baik aku, maupun mereka, demikianlah kami mengajar dan demikianlah kamu menjadi percaya. (12) Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati? (13)  Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. (14)  Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.(15) Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus--padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan. (16) Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. (17)  Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.(18)  Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus. (19)  Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia. (20)  Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. (21) Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.

3.                  Pernyataan Yesus bahwa Dia akan bangkit pada hari ketiga yang diucapkan sebelum kematian-Nya adalah nubuatan yang hebat yang diungkapkan yang telah digenapi dengan tepat.

 

Kesimpulan: Yesus telah menggenapi apa yang dikatakan-Nya, yaitu Robohkan Kaabah ini dalam tiga hari, dan semua nubuatan telah digenapi. 

Kiranya jawaban pendek ini, dapat memberikan air segar bagi siapa saja yang merenungkan arti pengorbanan yang besar yang Yesus telah lakukan bagi manusia.

Dan kiranya penggenapan nubuatan yang besar yang harusnya menjadi fokus perhatian kita, apalagi penggenapan nubuatan itu adalah untuk keselamatan manusia.

 

Yoh 5:24-29 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. (25) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup. (26)  Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. (27) Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia. (28)  Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, (29)  dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.

 

Joh 17:1-3 Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata: "Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau. (2)  Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya. (3)  Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

 

 

Kiranya berkat dan kasih Tuhan menjadi bagian kita semua,

oleh David Elsafan

Penulis adalah anggota awam Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Dieng Malang.