Home       

      Daftar Artikel       

                                                                                                                                      

                                                                                                   

Usaha Awal untuk Menjelaskan mengenai TRINITAS

oleh David Elsafan

 

Masalah penjelasan dan penjabaran Trinitas memang bukanlah masalah yang seharusnya  menjadi konsumsi ukuran pikiran manusia, karena kita sebagai ciptaan bukanlah dirancang untuk dapat melakukan bedah ilmiah mengenai zat dan misteri ke-Allahan. Tetapi tidak salah jika kita menelaah, mempelajari, mengimani apa yang telah dinyatakan kepada kita. Apabila kita renungkan, maka sangatlah sulit bagi sebuah boneka kayu mencoba menerangkan zat, fungsi sel, otak, fungsi tubuh, serta pikiran manusia pembuatnya. Padahal apabila dibandingkan jarak antara boneka kayu dan pembuatnya, kemudian dibandingkan dengan jarak antara ciptaan dan Pencipta, maka masih lebih jauh jarak antara ciptaan dan Pencipta, karena manusia masih tidak bisa menciptakan kayu, hanya bisa membuat boneka, sedangkan Khalik kita menciptakan sesuatu dari yang tidak ada. Dan dalam kehinaan sebuah ciptaan, dan kemuliaan Pencipta inilah yang harus kita sadari, bahwa ilmu pengetahuan manusia itu sangat terbatas dibandingkan dengan  kebijaksanaan Pencipta.

Mengingat hal ini, maka tulisan saya akan saya bagi menjadi tiga bagian:

1.      Landasan Kepercayaan Kekristenan atas Trinitas.

2.      Ulasan Sehubungan Dengan Apa Yang Saya Percayai Mengenai Trinitas

3.       Meninjau beberapa ajaran yang bertentangan dengan Trinitas yang telah muncul di gereja kita di Indonesia.

Dengan demikian maka ulasan saya hanyalah sebuah usaha seekor (seorang manusia) yang tidak dalam posisi untuk menguraikan Penciptanya, tetapi membagikan kebahagiaan sebagai ciptaan yang beriman kepada Trinitas.

Tuhan adalah jauh lebih besar daripada yang kita dapat pikirkan, manusia tidak dapat menjangkau pikiran-pikiran Tuhan, tetapi beriman berdasarkan apa yang dinyatakan saja. (Ula 29:29).

Ayub 11:7,8  "Apakah engkau dapat menyelami alam pikiran dan maksud-maksud Allah yang dalam? Apakah dengan penyelidikanmu engkau dapat mengetahui segala-galanya tentang Yang Mahakuasa? (8)  Alam pikiran Allah jauh lebih tinggi daripada langit, sedangkan engkau  ini siapa? —Jauh lebih dalam daripada dunia orang mati. Apakah yang dapat kauketahui? (FAYH *  lihat catatan)

Ayub 37:23  Kita tidak dapat mengerti kehebatan Allah Yang Mahakuasa, tetapi demikian adil serta penuh rahmat dan tidak menindas kita. (FAYH)

Rom 11:33-36  Oh, alangkah menakjubkannya Allah kita! Betapa besar kebijaksanaan,  pengetahuan, dan kekayaan-Nya. Betapa tidak terpahami keputusan-keputusan dan cara-cara-Nya! (34)  Sebab siapa di antara kita yang dapat mengetahui pikiran Tuhan? Siapa yang sedemikian dalam pengetahuannya, sehingga dapat menjadi penasihat dan pembimbing-Nya? (35)  Dan siapakah yang pernah dapat memberikan cukup banyak kepada Tuhan,  sehingga dapat menuntut sesuatu dari Dia? (36)  Sebab segala sesuatu berasal dari Allah. Segala sesuatu hidup oleh kuasa-Nya dan segala sesuatu itu untuk kemuliaan-Nya. Bagi Dialah kemuliaan untuk selama-lamanya. (FAYH)

*(Catatan: FAYH adalah Firman Allah Yang Hidup, yaitu Alkitab dalam bahasa Indonesia sehari-hari terbitan Kalam Kudus)

Membahas mengenai hal ini adalah hal yang mulia, dan kita semua perlu bergumul dalam doa, sebagaimana Ny. White menulis sehubungan pendekatan pada saat kita mempelajari misteri Ke-Allahan dan juga Yesus yang menjadi manusia.

Inilah kutipan Ny. White sehubungan dengan ruang lingkup yang sangat mulia ini.

When we approach the subject of Christ's divinity clothed with the garb of humanity, we may appropriately heed the words spoken by Christ to Moses at the burning bush, "Put off thy shoes from off thy feet, for the place whereon thou standest is holy ground." We must come to the study of this subject with the humility of a learner, with a contrite heart. And the study of the incarnation of Christ is a fruitful field, and will repay the searcher who digs deep for hidden truth (MS 67, 1898).  {7BC 904.11}.

 

BAGIAN I

1.    LANDASAN KEPERCAYAAN KEKRISTENAN ATAS TRINITAS

 

Kata Trinitas sendiri tidak pernah disebut dalam Alkitab dan tulisan Ny. White, tetapi pengertian dan pengalaman murid-murid atau umat Tuhan menunjukkan adanya Trinitas.

Definisi teologi dari Trinitas: Term for the Orthodox Christian conception of God as one being in three persons – Father, Son, and Holy Spirit (The Dictionary of Religious Terms, Donald T. Kauffman, ed., Fleming H. Revell Co., 1967).

Doktrin Trinitas adalah hasil dari iman orang Kristen atas apa yang dinyatakan Alkitab, sehubungan dengan Ke-Allahan.

 

1.      FAKTA YANG PERTAMA: Alkitab menyatakan bahwa Allah itu hanya satu, yang namanya disebut YHWH – (Kemudian ada yang menambahkan huruf hidup diantaranya menjadi Yahweh atau Jehovah, dan ada yang menyebut Yehuwa.)

Ayat-ayatnya: Kel 8:10; 9:14; Ula 4:35; 6:4; 1 Raj 8:60; Maz 83:18; 86:10; 97:9; Yes 42:8; 45:5,6,14,18,21,22; 48:11; Zak 14:9; Mar 12:29-32; Yoh 17:3; 1 Kor 8:4,6; Efe 4:6; 1 Tim 2:5.

Ayat yang terkenal yang selalu dipakai adalah Ula 6:4.

“Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!”

(shema Yisrael, Yehovah Eloheinu, Yehovah achad.)

(Syema Ysrael, Adonai Elohenu, Adonay Ehad".)

"Hai umat Israel, dengarkanlah: Yahweh, TUHAN Allah kita, adalah TUHAN  yang esa” (FAYH)

Jadi fakta yang ada di Alkitab, bahwa Tuhan (YHWH) adalah Esa, dan kata yang dipakai adalah Achad (tunggal) bukan Yachad (jamak).

2.      FAKTA YANG KEDUA:  Di Alkitab Allah berbicara mengenai Diri-Nya dalam bentuk jamak – Kej 1:26; 3:22; 11:7.

 

Apabila kita teliti, maka dari ayat-ayat pertama dalam Alkitab sudah disebutkan adanya:

Allah sang Pencipta, dan pada saat menciptakan sudah menyatakan kejamakannya.

Kej 1:1  Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.

Kej 1:2  Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

Kej 1:26  Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

Jadi ada Allah, ada Roh Allah, dan jelas jamak karena menyebut Kita. (di Alquran juga jamak Kami).

Apakah Tuhan tidak mengerti perbedaan Tunggal dan Jamak sehingga membingungkan manusia, atau memang Tuhan sangat mengerti dan menyatakan diri-Nya dalam bentuk satu Kesatuan yang terdiri dari beberapa pribadi (yaitu tiga).

Kemudian dari pernyataan Alkitab, dan Bapa sendiri, ada oknum lain yang berhak memakai kata Allah, yaitu Anak-Nya. (sudah begitu banyak ayat-ayatnya, dan pernah saya kirimkan dalam satu bentuk makalah).

 

3.      Alkitab menyatakan sifat-sifat Ilahi (Ke – Allahan):

KEKAL (tidak berawal dan berakhir): Kel 3:14; Maz 90:2; 102:24-27; Ibr 1:2; Wah 1:8

MAHA HADIR: 1 Raj 8:27; Max 139:7-12; Jer 23:23,24; Amos 9:2 Ibr 4:13

MAHA TAHU: Maz 139:2-4; 147:4,5; Dan 2:7,8; Yes 40:28; Rom 11:33

MAHA  KUASA: Yer 32:17; Maz 107:25-29; Dan 4;17,25,35; Ayub 42:2

TIDAK BERUBAH: 1 Sam 15:29; Maz 33:11; Yes 46:10,11; Ibr 1:12; Yak 1:17

SIFAT (MORAL): Suci, Benar, Penuh Rahmat, Murah Hati, Kasih, Kebenaran, Murni dan sifat-sifat lainnya yang memang menjadi bagian dari alam-Nya)

 

4.      Alkitab menyatakan bahwa Yesus mempunyai sifat-sifat Ke-Allahan (dibawah saya lampirkan sifat-sifat Tuhan yang saya ambil daripelajaran Trinitas karangan Frank Breaden yang sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia – Saya kutip dari Milis atas terjemahan saudara kita)

Yesus disebut Yehovah: (YHWH) Yes 6:5 -- Yoh 12:41; Yes 41:4; 44:6; 48”12’ Wah 1:17; 22:13

5.      Alkitab menyatakan bahwa Roh Allah (Roh Kudus, Roh Suci) mempunyai sifat-sifat Ke-Allahan (lihat lampiran)

 

Roh Kudus juga disebut Yehovah (YHWH): Ibr 3:7 yang merujuk pada peristiwa pengalaman di padang belantara yaitu Maz 95:6-9; (banyak ayat-ayat di Perjanjian Lama yang menyatakan firman Allah, yang disebut sebagai firman Roh Kudus di Perjanjian Baru)

 

Gambar penjelasan tentang kesamaan Bapa, Anak dan Roh Kudus

 

TABIAT ALLAH

 

MAHA KUASA

MAHA TAHU

MAHA HADIR

KEKEKALAN

BAPA

Why 19 : 6

Ibr 4 : 13

Ef 4 : 6

I Tim 1 : 17

ANAK

Ibr 1 : 3

Kol 2 : 3

Mat 18 : 20

Ibr 1 : 8

ROH KUDUS

Luk 1 : 35

I Kor 2 : 10, 11

Kis 8 : 29, 39

 Ibr 9 : 14

 

 

GELAR ALLAH

­

TUHAN

ALLAH

JURUSELAMAT

KEBENARAN & HIDUP

BAPA

Kis 7: 24

Ibr 1:1

Tit 3:4

Ibr 6: 18; Yoh 5: 26

ANAK

Kis 10 : 36

I Yoh 5 : 20

Tit 2 : 13

Yoh 14: 6; I Yoh 5 : 11, 12

ROH KUDUS

II Kor 3 : 17

Kis 5 : 3,4

Tit 3 : 5

1 Yoh 5: 6, Rm 8 : 10

 

PERBUATAN ALLAH

 

 

PENCIPTAAN

PENCIPTAAN KEMBALI

TERANG ATAS BIMBANG

TEMPAT TINGGAL (BERTAKHTA)

BAPA

Kis 4 : 24

Ef 4 : 24

1 Yoh 1 ; 5

II Kor 6 : 16

ANAK

Yoh 1 : 3

II Kor 5 : 17

Yoh 8 : 12

Ef 3: 17

ROH KUDUS

Yoh 6: 63

Tit 3 : 5

Yoh 16 ; 13

Rom 8 : 9,11

 

 

PENYEMBAHAN DAN PENURUTAN, SEPERTI KEPADA ALLAH

BAPA MENERIMA

Ef 3: 14; Why 5: 8, 12,13;  11 : 16; 19 : 4

ANAK MENERIMA

Ibr 1 : 6; Fil 1 : 10, 11; Yoh 5 : 23; 20: 28; why 5: 8, 12, 13

ROH KUDUS MENERIMA

Ef 6: 18; Yudas 20; Kis 2 : 1-4; 13 : 2; 16: 6, 7; 15 : 28; Why 1 : 4; Ef 2 : 16

 

6.      KESIMPULAN

Dari pernyataan Alkitab atau fakta-fakta itulah Umat Kristen mempercayai Trinitas, yaitu dari pernyataan Allah mengenai diri-Nya, dan bukan usaha untuk menguraikan Konsep Trinitas menurut logika. Kepercayaan mutlak adalah bahwa pernyataan Tuhan itulah yang kita imani, kalau Tuhan menyatakan bahwa dia Esa, dan ke-Esaannya dalam bentuk jamak, maka kita terima seperti itu, maka muncullah istilah Trinitas, oleh sebab itu doktrin tersebut sulit untuk dijabarkan, tetapi bisa dinyatakan faktanya sebagai berikut:

 

1.      Kita percaya bahwa Allah itu satu, yang kekal, Maha Hadir, Maha Tahu, Maha Kuasa, Tidak berubah dan sangat tinggi moral-Nya.

2.      Satu Allah ini adalah jamak sesuai dengan pernyataan Tuhan sendiri, yang terdiri dari Bapa, Anak dan Roh Kudus.

3.      Ketiganya ini adalah sama dalam alamiahnya, Ketiganya mempunyai alamiah yang sama.

4.      Ketiga Oknum ini mempunyai kepribadian dan tugas masing-masing (Anak berbicara kepada Bapa, dan mengutus Roh Kudus).

The oneness existing between the Father and the Son does not affect the distinct personality of each. And though believers are to be one with Christ, their identity and personality are recognized through the whole of this prayer.  {14MR 220.4}

 

No Destruction of Personality.--Christ is one with the Father, but Christ and God are two distinct personages. Read the prayer of Christ in the seventeenth chapter of John, and you will find this point clearly brought out. How earnestly the Saviour prayed that His disciples might be one with Him as He is one with the Father. But the unity that is to exist between Christ and His followers does not destroy the personality of either. They are to be one with Him as He is one with the Father (RH June 1, 1905).  {5BC 1148.2}

 

5.      Ketiga Oknum ini sama di dalam hal usia, alamiah, kuasa dan kepribadian.

6.      Ketiga Oknum  ini satu dalam kehendak, rencana, tujuan (mereka selalu bersatu, bersatu dalam menciptakan manusia, bersatu dalam menebus manusia)

7.      Ketiga Oknum ini tidak sama dalam urutan atau jenjang Jabatan (karena Tuhan adalah Tuhan yang teratur dan saling menghargai – Anak menurut Bapa, Roh Kudus menurut Bapa dan Yesus, dan Bapa adalah yang tertinggi dalam jenjang jabatan)

 

7.      Dengan demikian apabila seorang Kristen berbicara mengenai Allah, maka hal inilah yang menjadi dasar pengertian mereka:

1.      Apabila kita berdoa, maka doa kita dibawa kepada Bapa oleh Anak-Nya dibawah pengaruh Roh Kudus. Berdoa kepada salah satu, berarti berdoa kepada semuanya.

2.      Apabila kita berkata bahwa Allah menciptakan langit dan bumi, maka hal ini berarti diciptakan oleh Bapa melalui Anak-Nya dengan kuasa Roh Kudus.

Jadi untuk bagian pertama ini, kesimpulan akhir adalah: Trinitas adalah istilah yang dibuat untuk merangkumkan apa yang dinyatakan oleh Alkitab, tetapi bukan istilahnya yang kita imani, tetapi kenyataan dari pernyataan Tuhan mengenai diri-Nya itulah yang kita imani.

Artinya kalau Tuhan menyatakan bahwa ada Bapa, dan Bapa menyatakan Anak-Nya, dan Alkitab juga menyatakan ada Roh Allah, serta dalam nama (bukan nama-nama), Bapa, Anak dan Roh Kudus kita membaptiskan manusia, maka kita harus imani hal ini.

 

 

BAGIAN 2

2.    ULASAN SEHUBUNGAN DENGAN APA YANG SAYA PERCAYAI MENGENAI TRINITAS

 

Pada bagian ini, saya agak lebih bebas mengungkapkan masalah Trinitas dengan hal-hal dibawah ini:

 

1.      Saya hanya orang anggota gereja awam, tidak berlatar belakang teologi (kependetaan), dengan demikian ulasan ini bisa saja kurang tepat, kurang berkenan, maka dengan keterbukaan yang murni, saya menerima saran, arahan, kritik (yang membangun), agar tujuan saya menulis sebagai bahan untuk menguatkan iman tetap pada jalur yang tetap.

2.      Saya menyadari bahwa mencoba menerangkan Trinitas dengan benda-benda di jagat raya ini tidak ada yang tepat, tetapi hanya mempermudah pengertian konsep yang kita pelajari.

3.      Tujuan saya menulis adalah untuk menguatkan iman sesama anggota, tetapi menyadari latar belakang, serta keterbataan pengetahuan saya pribadi, maka tulisan ini jika salah mohon dibetulkan, jika kurang lengkap mohon dilengkapi, agar bisa berguna bagi sesama kita, oleh sebab itu saya sangat mengharapkan masukan-masukan dari anggota yang lain (terutama para pakar teologia), agar hal ini menjadi lebih sempurna dan dapat membantu anggota-anggota gereja.

Dengan kerinduan di atas, serta kerinduan agar tulisan ini bisa diperbaiki demi umat Tuhan, maka saya dengan agak leluasa berani mengemukakan pandangan saya. (yang bisa salah dan perlu diperbaiki dan diarahkan)

PANDANGAN:

Masalah Trinitas sering kali ditanyakan dan dibahas disebabkan adanya serangan dari kelompok-kelompok lain, atau adanya kebutuhan untuk bisa menerangkan apa yang kita percayai.

Sebetulnya bagi mereka yang meyakini Trinitas, masalah yang sering timbul adalah, bagaimanakah kita menerangkan hal ini.

1.      Bagaimanakah menghadapi tantangan atau pertanyaan dari pihak luar yang menyerang kepercayaan kita (Pihak Luar ini mencakup siapa saja, tidak perlu harus menyempitkan arti ke satu golongan atau kelompok)

2.      Bagaimanakah menghadapi ulasan atau doktrin yang muncul dari anggota sendiri, yang berbeda dari kepercayaan umum. (Saya bahas dalam bagian ketiga).

3.      Bagaimanakah menerangkan doktrin ini kepada anak-anak kita sendiri.

Itulah masalah yang kita hadapi di dalam kehidupan nyata sehari-hari, dan umat Tuhan sebetulnya memerlukan pegangan untuk menyatakan apa yang kita percayai.

Bagaimana kita mempunyai benteng untuk menghadapi tantangan-tantangan di atas. Oleh sebab itu saya mulaikan dengan harapan hal ini bisa lebih disempurnakan oleh beberapa pihak yang berkompeten, sehingga dapat menjadi bekal yang baik.

Apabila kita pelajari maka atribut Allah di Alkitab bisa dipakai oleh Bapa, Yesus dan Roh Kudus. (Banyak ayat-ayatnya, tapi saya pilih satu saja)

Bapa:

1 Yoh 2:3  Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih.

 

Anak:

Mar 1:1  Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.

Roh Kudus:

Kej 1:2  Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

 

Dengan demikian atribut Allah (YHWH) adalah bukan nama diri pribadi Bapa, tetapi nama gelar sebagai pencipta, pemelihara, pemberi hidup dsb. (YHWH tidak pernah diucapkan sebagai Yehova, Yahwe, atau Yehuwa, tetapi diucapkan sebagai Adonay atau Ha-Shem – Nama itu, - kebetulan saya baru membahas kontroversi nama Allah di antara umat Islam dan Kristen)

Hal  ini berbeda dengan Allah (Alloh) orang Islam, yang memang menurut mereka Allah adalah nama diri (pribadi), sehingga perbedaan pengertian ini sering menimbulkan masalah.

Menurut pandangan orang Islam, maka kata Allah (Alloh) sebagai nama pribadi, maka hal ini adalah nama khusus untuk Tuhan (dalam hal ini pengertiannya adalah Allah Bapa, sebagai satu-satunya Allah). Nama ini tidak boleh diganti, dan tidak boleh dipakai oleh oknum lain, karena hal itu merupakan hujat (musyrik).

 

Sebagai contoh kita pakai illustrasi dari negeri Paman Sam: Presiden adalah gelar, dan Bush adalah nama pribadinya, Menteri Luar Negeri adalah gelar sedangkang C. Rice adalah nama pribadinya.

Apabila President Bush dan Ministernya C. Rice ingin mengunjungi Indonesia, maka kita bisa mengganti kata President dengan presiden, dan misalnya Foreign Minister dengan Menteri Luar Negeri, tetapi kita tidak boleh mengganti nama pribadinya, kalau namanya diganti maka akan jadi begini:

Presiden Semak (Bush) dengan Menteri Luar Negerinya Nasi (Rice) akan mengunjungi Indonesia. Pasti yang punya nama akan keberatan, karena kita mengganti namanya tanpa ijin (slametan bahasa jawanya).

Oleh sebab itu sekarang ini ada sebagian kelompok orang Islam yang berkeberatan dengan terjemahan Alquran ke bahasa Inggris, karena menerjemahkan Allah menjadi God. Harusnya tetap Allah menurut mereka.

Sedangkan di kepercayaan kita, maka Allah adalah nama gelar, atau istilah yang saya pakai adalah nama keluarga (Marga). Karena Bapa sendiri memperkenalkan Yesus sebagai Anak-Nya, maka kita bisa melihat ada ikatan keluarga.

Jadi saya memakai nama saya sendiri sebagai contoh, karena nama keluarga saya cukup unik sebagai orang Indonesia. Yaitu Elisafan nama lengkap David Jakubus Elisafan.

Nama keluarga Elisafan dipakai saya sendiri sebagai kepala rumah tangga, dan oleh Istri, serta dua anak lelaki dan satu anak perempuan saya.

Disini kita melihat kesatuan dalam kemajemukan. Saya dengan pasti dapat mengatakan bahwa di dunia ini hanya ada satu keluarga David Elisafan yang mempunyai istri Sioe Lie, serta anak Timothy, Melissa dan Stephen.

Keluarga David Elisafan ini Esa, sebab kalau ada dua di dunia ini yang sama, bisa berabe, anak dan istri saya bingung, manakah David Elisafan yang asli. Mungkin saja ada nama orang yang bisa sama, tetapi jelas bukan pribadi yang sama. Saya tahu bahwa di dunia ini hanya ada satu anak saya yang bernama Timothy, satu yang bernama Melissa, satu yang bernama Stephen. Di dunia ini banyak orang yang bernama Timothy, tapi saya tahu bahwa yang anak saya hanya satu.

Dengan demikian keluarga David Elisafan yang ada satu-satunya di dunia ini, terdiri dari David, Sioe Lie, Timothy, Melissa dan Stephen.

Demikian juga Allah kita (keluarga Allah, karena Bapa sendiri menyebut Dia mempunyai Anak), maka di jagat raya ini, hanya ada satu Allah, yang terdiri dari Bapa, Anak dan Roh Kudus.

Hanya ada satu keluarga Allah yang mempunyai sifat-sifat seperti itu, tidak ada Allah lain, yang menyerahkan Anak-Nya demi ciptaan-Nya.

Kita kenal dengan Pdt. Yonathan Kuntaraf, (maaf saya meminjam nama anda). Kita semua tahu bahwa hanya ada satu kel. Yonathan Kuntaraf di dunia, yang terdiri  dari Bapak Pdt. Y Kuntaraf dan anggota keluarganya. Kalau ada dua atau kembarannya, kita semua, dan juga keluarganya bisa bingung, mana yang benar. Allah kita dalam kasih-Nya sangat jelas menyatakan bahwa Allah adalah jamak (majemuk), dengan memakai kata ELOHIM (jamak), tetapi pada saat melakukan sesuatu, kata kerja yang dipakai adalah tunggal. Pada saat menciptakan memakai kata Bara, yang tunggal, artinya, Allah selalu konsisten memperkenal diri-Nya sebagai jamak, tetapi pada saat bertindak, mereka adalah satu, yaitu tindakan keluarga Allah. Baiklah KITA menjadikan manusia, dan karya ini dinyatakan oleh Tuhan sebagai karya bersama. Sebagai karya keluarga Allah yang tunggal di jagat raya ini. Oleh sebab itu kata kerjanya adalah tunggal. Karena mengatas namakan keluarga Allah yang esa (hanya satu-satunya di jagat raya) (kata BARA adalah kata tunggal)

 

Pengertian Trinitas atau kepercayaan Trinitas inilah justru yang membedakan kaum Kristen dari umat lainnya. Seringkali kita merasa malu, tetapi justru doktrin inilah doktrin yang paling indah, karena tidak ada rencana keselamatan tanpa tiga oknum keilahian tersebut.

Tanpa Bapa kita tahu tidak ada yang berinisiatif untuk mengaruniakan Anak-Nya demi kita yang bobrok dan berdosa ini, tanpa Kristus tidak ada Juruselamat yang mati menggantikan kita, dan tanpa Roh Kudus, yang tidak bosan-bosannya bergumul dengan kita, agar kita mau menerima rencana keselamatan, dan menghimbau, menguatkan dan mengarahkan kita kepada Yesus dan Bapa.

 

Ketiga oknum ini saling meninggikan, Bapa meninggikan Anak-Nya:

 

Ibr 1:5  Sebab Allah tidak pernah mengatakan kepada malaikat mana pun, "Engkau adalah Anak-Ku, dan pada hari ini Aku mengaruniakan kepada-Mu kemuliaan yang menyertai nama itu." Tetapi kepada Yesus Allah sudah mengatakan  demikian. Pada kesempatan lain Ia berkata, "Akulah Bapa-Nya, dan Dialah Anak-Ku." Dan pada kesempatan lain lagi—ketika Anak-Nya yang sulung  itu datang ke dunia—Allah berkata, "Hendaklah semua malaikat Allah menyembah Dia." (FAYH).

Yesuspun meninggikan Roh Kudus, justru hujat terhadap Roh Kudus tidak bisa diampuni.

Apabila kita datang kepada Bapa, Bapa akan menyatakan Anak-Nya yang telah mati, dan jika kita datang kepada Anak, Anak akan mengarahkan kita kepada Roh Kudus, dan juga Bapa, karena Anak menyatakan Bapa, dan kalau kita datang ke Roh Kudus, Roh Kudus akan membawa kita kepada Kristus dan Bapa, karena semua mempunyai kasih yang sama, tujuan yang sama.

Pada saat menciptakan, semua bersatu menciptakan manusia, pada saat menebus, semua juga bersatu dan menderita bersama. Selalu satu tujuan dalam kasih yang begitu sangat menakjubkan. Berbeda dengan ilah lain, karena ada yang menciptakan, ada yang memelihara, dan ada yang merusak. Tetapi Allah kita, selalu bersatu dalam menciptakan manusia, dan bersatu dalam memelihara manusia, dan bersatu dalam menyelamatkan manusia.

Sekali lagi saya menekankan bahwa keluarga Allah itu esa, sebagaimana bangsa Indonesia itu hanya satu di dunia, yang terdiri dari Presiden, para menteri dan rakyatnya.

Jadi Tuhan kita selalu memakai kata Elohim (jamak), tetapi menciptakan menggunakan kata Bara yang tunggal. Artinya sebagai satu keluarga yang terdiri dari tiga pribadi, menciptakan dunia kita. Sebagai satu keluarga yang esa,  YHWH menciptakan, dan keluarga yang esa ini terdiri dari tiga anggota keluarga. 

Keluarga Allah itu esa, tidak ada duanya di jagat raya (bukan hanya di dunia ini), dan keluarga yang esa ini, terdiri dari tiga pribadi.

     The oneness existing between the Father and the Son does not affect the distinct personality of each. And though believers are to be one with Christ, their identity and personality are recognized through the whole of this prayer.  {14MR 220.4}

     I wish that we could comprehend this wonderful prayer. In it our privileges and possibilities are plainly outlined. We need to watch unto prayer. We need to be constantly on guard lest we fail of gaining the oneness for which Christ prayed.  {14MR 220.5}

Jadi bagi saya pribadi, saya tidak pernah merasa malu, atau bingung mempercayai Trinitas, karena Tuhan sendiri yang memperkenalkan Yesus sebagai Anak-Nya, jadi kita tahu ada hubungan keluarga, sedangkan Roh Kudus adalah pelaksana atau Abdi Allah, (Kalau ingin mempelajari hal ini, pelajari hubungan antara Abraham, Ishak dan Eliezer, dimana Eliezer bertindak penuh untuk keluarga Abraham).

Seandainya kemudian ada orang bertanya, bagaimanakah Yesus itu muncul, atau lahir pada mulanya, apakah ada Ibu Allah?. Jawaban saya adalah itulah Tuhan yang berkuasa, saya lebih senang mempunyai Tuhan yang maha hebat, yang saya tidak bisa terangkan, maka keberadaan Yesus, Bapa dan Roh Kudus, adalah misteri ke Allahan, yang saya tidak bisa dan tidak mau menguraikan. Alangkah sombongnya manusia mencoba menguraikan keberadaan Tuhan. Saya hanya mempercayai apa yang telah dinyatakan. Karena Alkitab hanya menyatakan Bapa, Anak dan Roh Kudus, itulah yang saya percayai (Trinitas), tanpa harus mengerti bagaimana asal-usul dan munculnya mereka.

 

CATATAN: ULASAN DI ATAS ADALAH ULASAN PRIBADI, JADI BISA SALAH, DAN DENGAN HATI TERBUKA SAYA BUKAN SAJA MENERIMA, TETAPI MENGHARAPKAN ARAHAN DARI ANGGOTA YANG LAIN, DAN PARA PAKAR TEOLOGIA, MAKLUM PENULIS ADALAH ANGGOTA AWAM BIASA TANPA LATAR BELAKANG TEOLOGIA.

CATATAN PRIBADI:  Secara pribadi saya tidak comfortable memakai istilah Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus, walaupun organisasi memakai istilah ini. Di Alkitab tidak pernah memakai istilah ini, juga di tulisan Ny. White tidak ada frase Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus, yang ada adalah Allah Bapa, Anak Allah dan Roh Kudus. Ada sedikit perbedaan pengertian, kalau kita menggunakan istilah Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus, nampaknya seperti ada beberapa jenis Allah, tetapi kalau kita memakai istilah Alkitab dan Roh Nubuat, maka tercermin gambar hubungan keluarga yang nyata sesuai dengan pernyataan Alkitab, yaitu Allah Bapa, Anak Allah, dan Roh Kudus. Saya tidak menyalahkan yang menggunakan istilah di atas, hanya saya lebih sreg (comfortable) dengan pernyataan hubungan keluarga yang ada, sesuai dengan istilah yang dipakai Alkitab dan Roh Nubuat.

 

 

BAGIAN 3

 

3. MENINJAU BEBERAPA AJARAN YANG MENYANGKAL TRINITAS YANG TELAH MUNCUL DI GEREJA KITA DI INDONESIA.

 

Bagian ini saya ingin membahas mengenai beberapa ajaran yang telah muncul di gereja kita yang tidak sejalan dengan pengertian Trinitas.

Dalam kesempatan ini, saya tidak membahas penulis atau pembahasnya, karena kita semua adalah sama sebagai manusia yang berdosa, dan sama-sama umat Tuhan, dan jikalau ada yang harus keluar dari gereja, kita semua mengharapkan agar semua orang bisa bersatu kembali dengan gereja.

Yang saya bahas adalah doktrinnya, dan tidak perlu membahas pribadi-pribadinya, karena konsep sya adalah priesthood of believers. Kita semua sebagai saudara dalam Tuhan, dan saling menghimbau, mengingatkan dan menguatkan.

Timbulnya doktrin yang dirasakan berbeda, karena kerinduan saudara-saudara kita untuk menginjil atau mencari persamaan dengan umat Islam, atau dengan konsep tauhid, atau Tuhan yang esa.

 

1.      Allah itu Esa, sehingga Yesus adalah utusan atau ciptaan.

Paham ini sudah lama beredar di gereja kita, sehingga ada gereja-gereja yang akhirnya harus terpecah. Karena ingin mempertahankan keesaan Tuhan, maka akhirnya paham yang dianut lebih cenderung ke Saksi Yehovah, dengan menyatakan bahwa Yesus adalah ciptaan.

Ayat yang dipakai adalah Wahyu 3:14  "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah:

 

Kata  arche yang dipakai memang bisa pasif dan bisa aktif, artinya bisa diciptakan atau menciptakan, tetapi dalam ayat ini, sesuai dengan ayat yang lain, atinya adalah aktif, artinya Yesus adalah permulaan (asal-usul) dari semua ciptaan, sesuai dengan ayat-ayat lain, bahwa Yesus adalah pencipta. Oleh sebab itu Alkitab Firman Allah Yang Hidup, yang diterjemahkan langsung dari bahasa aslinya adalah sebagai berikut: Wahyu 3;14 (FAYH)  "Tuliskanlah surat ini kepada pemimpin jemaat di Laodikia: "Pesan ini dari Dia yang teguh, Saksi yang setia dan benar (dari semua perkara  yang  ada sekarang, dahulu, dan yang akan datang), sumber segala ciptaan  Allah:

Dalam hal ini disebut sebagai SUMBER segala ciptaan Allah, dan hal ini adalah benar, sesuai dengan semua ayat-ayat lain yang ada di Alkitab.

Para pendukung paham ini, kebetulan saya memang beberapa kali mengadakan pertemuan dengan mereka, selalu mengandalkan ilmu kata-kata, sehingga untuk mengerti ayat yang jelas seperti Yoh 1:1-2 menjadi sulit, padahal ayatnya sangat jelas, dan marilah kita merenungkan sejenak Yoh 1:1 (FAYH) SEBELUM segala sesuatu ada, Kristus sudah ada bersama dengan Allah. (2)  Ia selalu hidup dan Ia sendiri adalah Allah. (3)  Dialah yang menciptakan segala sesuatu dan tidak sesuatu pun ada, kalau tidak diciptakan oleh-Nya.

 

Ayat yang dengan jelas menyatakan bahwa Yesus adalah Allah, dan menciptakan segala sesuatu harus dibantah dengan ilmu bahasa. Sungguh sangat disayangkan bahwa ayat-ayat yang jelas, justru harus dikaburkan karena ilmu pengetahuan manusia.

 

Ada beberapa ayat lain yang dipakai, tetapi justru kalau di baca di Alkitab FAYH, maka dengan jelas menyatakan bahwa Yesus itu Allah.

 

Fil 2: 5  Hendaklah Saudara bersikap seperti Yesus Kristus, (6)  yang tidak menuntut dan tidak tetap berpegang kepada hak-hak-Nya sebagai Allah, meskipun sebenarnya Dia Allah.

 

Ayat lain yang dipakai adalah Kol 1:15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,.

 

Jadi menurut kelompok ini, bahwa Yesus adalah yang lebih utama dari semua yang diciptakan, artinya Yesus diciptakan, tetapi yang lebih utama, karena kemudian diangkat menjadi Anak Allah. Pada intinya adalah Yesus adalah ciptaan yang diangkat menjadi Anak Allah, atau diangkat menjadi Tuhan.

 

Ayat yang sama dalam terjemahan FAYH adalah sebagai berikut:

 

Kol 1:15  Kristus adalah gambaran yang tepat dari Allah yang tidak kelihatan. Ia  sudah ada sebelum Allah menciptakan suatu apa pun. Sesungguhnya (16) Kristus sendiri adalah Pencipta, yang menjadikan segala sesuatu di langit dan di bumi, segala yang kelihatan dan yang tidak kelihatan; dunia roh dengan raja-raja dan kerajaannya, dengan penguasa-penguasa dan pemerintah-pemerintahnya. Semuanya dijadikan oleh Kristus bagi diri-Nya dan bagi kemuliaan-Nya.

 

2.      Kepercayaan Lain Yang Berkembang Adalah Bahwa Tuhan itu satu, dan Membagi diri-Nya.

Dalam kepercayaan ini, disebutkan bahwa Allah membagi diri-Nya melalui Roh Kudus menjadi Yesus, dan illustrasi yang diberikan adalah orang-orang sufi (orang suci orang Islam) dapat membagi dirinya, atau berada ditempat lain pada saat yang sama, tetapi tidak dianggap dua, melainkan tetap satu.

Pengertian ini menimbulkan beberapa masalah, seperti pada saat Tuhan menyatakan bahwa Yesus adalah Anak Tunggal yang dikasihi, sebetulnya adalah Diri Allah sendiri yang dikasihi-Nya, dan pada saat Tuhan Yesus memohon kepada Bapa-Nya di Getsemani, sebetulnya berdoa kepada diri-Nya sendiri, dan pada saak duduk di tahta Bapa disebelah kanan Bapa, sebetulnya adalah duduk disebelah diri sendiri, atau Bapa sendiri, dan jelas bertentangan dengan konsep the heavenly trio yang ditulis oleh Ny. White.

The Comforter that Christ promised to send after He ascended to heaven, is the Spirit in all the fullness of the Godhead, making manifest the power of divine grace to all who receive and believe in Christ as a personal Saviour. There are three living persons of the heavenly trio; in the name of these three great powers --the Father, the Son, and the Holy Spirit--those who receive Christ by living faith are baptized, and these powers will co-operate with the obedient subjects of heaven in their efforts to live the new life in Christ.-- Special Testimonies, Series B, No. 7, pp. 62, 63. (1905)  {Ev 615.1}

20-23. No Destruction of Personality.--Christ is one with the Father, but Christ and God are two distinct personages. Read the prayer of Christ in the seventeenth chapter of John, and you will find this point clearly brought out. How earnestly the Saviour prayed that His disciples might be one with Him as He is one with the Father. But the unity that is to exist between Christ and His followers does not destroy the personality of either. They are to be one with Him as He is one with the Father (RH June 1, 1905).  {5BC 1148.2}

Di dalam Bible Commentary dalam pasal yang berjudul:

III. Three Persons in the Godhead

Maka ada keterangan yang menyebutkan keterpisahaan pribadi Ilahi, tetapi jelas bersatu dalam keluarga Allah.

     There are three living persons of the heavenly trio; in the name of these three great powers--the Father, the Son, and the (442) Holy Spirit--those who receive Christ by living faith are baptized, and these powers will co-operate with the obedient subjects of heaven in their efforts to live the new life in Christ.-- Evangelism, p. 615.  {7ABC 441.9}

The prophet Isaiah bears testimony, "For unto us a child is born, unto us a Son is given: and the government shall be upon His shoulder: and His name shall be called Wonderful, Counsellor, The mighty God, The everlasting Father, The Prince of Peace" (Isaiah 9:6).  {MR760 17.3}  John, the beloved disciple, bears witness: [John 1:1-4, 14-16: 3:34-36 quoted.]  {MR760 18.1}   In this Scripture God and Christ are spoken of as two distinct personalities, each acting in their own individuality.  {MR760 18.2}

Dalam buku Miscellaneous Collection 1 NL dalam judul:

Distinct Personalities

Ny. White menuliskan

These words present God and Christ as two distinct personalities.  {1NL 124.6}

 Christ prays that a pure, holy love may bind His followers to Himself, and to the Father, that this close fellowship may be a sign that God loves as His own Son those who believe in Him.  {1NL 124.7} Still the Son of God urges His petition to His Father, Read John 17:24-26.  {1NL 124.8}

Jadi Yesus tetap melakukan petition kepada Bapa-Nya, bukan kepada dirinya sendiri.

Jelas menurut Ny. White, bahwa Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah pribadi yang berbeda, bukan pribadi yang sama yaitu Bapa yang menggandakan diri-Nya.

 

Catatan Akhir:

Kiranya hal ini berguna bagi anggota gereja, dan sekali lagi saya tekankan, bahwa tulisan ini bersifat Open Source kalau di dunia Information Technology, artinya bebas untuk ditambahkan agar lebih sempurna, tetapi jika sudah ada yang menambahkan, ya mohon di share kembali ke semua.

NB. Sudah cukup lama saya ingin menulis, tetapi tugas-tugas serta perjalanan cukup menyita waktu, tetapi kerinduan untuk berbagi tetap menyala, sehingga saya berusaha untuk menuliskan tulisan ini, hanya saja, saya harus akui, saya belum sempat untuk menerjemahkan kutipan-kutipan bahasa Inggris, serta banyak pengalaman-pengalaman pribadi yang belum sempat saya bagikan, dan saya sadari ketergesaan menulis membuat tulisan ini sangat jauh dari sempurna , tetapi saya harapkan ada yang menyempurnakan. Hanya saja kalau saya harus menunggu sampai sempurna, maka memerlukan waktu yang lebih lama lagi.