kembali ke hal 4 Hukum Allah
| kembali ke Daftar Isi
| kembali ke halaman muka
|
Kitab Galatia

Dalam kitab Galatia ada banyak terdapat kata
"hukum Taurat". Ini sangat baik untuk menerangkan apa yang dibicarakan Paulus
sebenarnya, apa yang tidak jelas di satu bagian, akan diterangkan di bagian
lainnya. Berikut ini saya mengambil bagian-bagian yang berhubungan.
Pasal 1:
ay 6 - 10 :Keheranan Paulus karena jemaat Galatia
mengikuti suatu injil lain
ay 11-18 : Penegasan Paulus sebagai rasul yang
dipilih Tuhan dengan demikian Injil yang Paulus beritakan berasal dari Tuhan.
Pasal 2:
ay 1-10 : Kalau kita baca ayat-ayat perikop ini,
maka pembicaraannya adalah sunat. Mulai ada sedikit kejelasan mengenai apa
yang Paulus maksud sebagai 'injil yang lain' tadi. Paulus menekankan sunat
tidak diperlukan lagi bagi bangsa-bangsa non Yahudi (a.l Titus). Namun ada
desakan saudara-saudara palsu untuk menghadang kebebasan tersebut.
ay 11-14 :
Latar belakang sunat :
Sebelumnya harus kita ketahui bahwa sunat adalah amat
penting bagi bangsa Yahudi, mereka bangga sebagai keturunan Abraham, bangsa
yang dipilih Tuhan dan tanda dari keturunan Abraham adalah sunat (Kej 17:10).
Jadi bangsa2 non Yahudi yang hendak masuk dalam 'keturunan Abraham' harus
disunat juga. Pandangan mereka, hanya 'keturunan Abraham' yang akan
diselamatkan/dipilih Tuhan, dengan demikian sunat sangat penting bagi
keselamatan. Itu adalah 'pintu gerbang' untuk diterima sebagai keturunan
Abraham. (Dalam Roma 2:29, Paulus menyatakan bahwa sunat adalah lambang; yang
sebenarnya dimaksud Tuhan dari PerjanjianNya dengan Abraham adalah
sunat hati (Roma 2: 29, Kisah 7:51). Sunat
hati artinya kita bertobat dan menerima Tuhan Yesus menjadi Juruselamat
pribadi dan Tuhan kita, penanggalan akan tubuh yang berdosa, yang saat ini
lambang tsb diganti dengan baptisan - Kol 2: 11-12.
Karena itulah bangsa Yahudi merasa mereka yang tidak
disunat (dagingnya) bukanlah bagian dari mereka, tetapi orang kafir dan harus
dijauhi. Sampai-sampai Kefas/Petrus pun terbawa dalam hal ini.
ay 15-21:
Inilah intinya : Tidak ada seorang pun dibenarkan oleh
melakukan hukum Taurat" disebut berkali-kali dalam ay 16 dan 21.
Pasal 3
ay 1-14 :
Paulus menekankan bahwa seseorang dibenarkan hanya karena
iman, begitu pun Abraham. Inilah rupanya 'injil yang lain' yang mengajarkan
bahwa kebenaran di dapat dengan melakukan hukum Taurat, bahwa kita menerima
Roh karena melakukan hukum Taurat (ay 2, 5).
Paulus katakan bahwa "Semua orang yang hidup dari
pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk." Hidup dari Pekerjaan
hukum Taurat, berarti berjerih payah menuruti hukum Taurat untuk mendapatkan
pembenaran. Itu tidak akan bisa, karena bila tidak setia melaksanakan segala
sesatu yang tertulis dalam kitab Taurat maka menjadi terkutuk (ay 10). Jika
seseorang bukan menggantung diri pada Kristus, tapi beralih menggantungkan
diri pada Taurat, maka mereka tidak akan memenuhi persyaratan Taurat bahkan
untuk hal yang paling minimum pun. Usaha mereka pasti gagal. Kutuk kegagalan
kita itu kini telah ditanggung oleh Kristus.
ay 15-29
Abraham menerima bagiannya (inheritance) adalah
berdasarkan janji Allah padanya, bukan berdasarkan penurutan terhadap hukum
Taurat. Hukum Taurat 'ditambahkan' karena adanya pelanggaran-pelanggaran.
(kata Gerika 'ditambahkan' : prostithēmi --> literally (secara
harafiah), to append (membubuhkan, melampirkan, menambahkan). Perbedaan antara
sebelum Sinai dan sesudahnya bukanlah, pada waktu sebelum Sinai tidak ada
hukum, sesudah Sinai baru Tuhan berikan hukum. Tetapi yang berbeda adalah
penampilan hukum secara eksplisit. Pada waktu di Sinai, barulah hukum itu
'ditambahkan' (dilampirkan, dibubuhkan, di-harafiah-kan) pada dua loh batu dan
kitab Taurat. Dan hukum itu tidak membatalkan perjanjian Allah (ay 21). Nyata
di sini bahwa pada era sebelum Kristus pun keselamatan dari Tuhan berdasarkan
janji anugrah (sejak kejatuhan Adam Kej 3:15) dan bukan oleh penurutan
terhadap Taurat.
"Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan
hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan."ay 23.
Sebelum Kristus menjelma menjadi manusia, menjalankan
kehidupan yang sempurna, mati menebus manusia, bangkit dan naik ke surga
dengan kemuliaan; maka masih menjadi misteri bagaimana cara Allah
menyelamatkan manusia. Kini dengan sudah terjadinya peristiwa tersebut, maka
iman tsb menjadi realita/nyata. Dengan demikian hukum Taurat di sini ditujukan
terhadap segala upacara/ ceremony yang berkaitan dengan pekerjaan penebusan
Kristus.
Pada ay 25 Paulus tandaskan bahwa bila kita milik
Kristus, maka kita adalah keturunan Abraham (tanpa perlu sunat).
Pasal 4
ay 1-11
Sama dengan pasal 3:23-25 menegaskan bahwa hukum Taurat
adalah penuntun (tutor, pembimbing). Meskipun Israel berhak menerima janji
Allah, tapi sebelum Kristus dinyatakan, mereka perlu dituntun oleh sistem yang
resmi yang menunjukkan Mesias yang akan datang, dan membawa mereka untuk
beriman pada Kristus.
Sebelum akil balik, kita takluk pada 'urutan/ aturan
dasar' , elements (Inggris), stoichea (Gerika). Makna
stoichea berarti :
- things arranged in rows (yang diatur dalam
baris/jajaran)
- the alphabet (a, b, c, dst)
- secara kosmologis berarti 'roh-roh dunia'
- secara kiasan berarti 'dasar-dasar pengetahuan',
permulaan, elementer
Mungkin lebih baik 'roh-roh dunia' diterjemahkan dengan
'elemen-elemen' atau 'aturan-aturan yang berurutan/alfabet'. Contohnya, untuk
masuk dalam keturunan yang berhak menerima janji harus disunat, untuk menerima
pengampunan dosa harus membawa korban, lalu pendosa meletakkan tangan di atas
korban, dst-dst sampai dengan imam mengadakan pendamaian.
Setelah Kristus datang, kita tidak perlu diikat oleh
penuntun tersebut, RohNya telah ada dalam hati kita (ay 6-7). Paulus
menunjukkan betapa bodohnya mereka bila kembali lagi menjalankan/mengikat
diri pada aturan-aturan a,b,c tsb.
Tuhan sama sekali tidak bermaksud bahwa bangsa Israel
diselamatkan dengan menjalankan 'aturan-aturan tersebut' itu hanya sebagai
simbol dan bayangan dari apa yang akan datang.
Jemaat Galatia berasal dari non Yahudi yang sebelumnya
menyembah berhala (ay 8), namun guru-guru Yudaisme mengajar mereka bahwa
mereka harus mengikat diri pada 'elemen-elemen' atau 'aturan-aturan' yang
sebenarnya hanya merupakan gambaran dari yang sebenarnya.
Dengan demikian ay 10, jelas yang dimaksud
teliti memelihara hari-hari tertentu (hari-hari
raya), bulan-bulan (pesta/ perayaan bulan baru
mis Bil 10:10), masa-masa yang tetap dan tahun-tahun
(tahun sabat, tahun yobel), adalah yang berkaitan dengan elemen-elemen tadi
(aturan upacara/ceremony).
ay 21-31
Paulus memakai kiasan Ishak dan Ismael. Ishak didapatkan
berdasarkan janji. Ismael didapat berdasarkan usaha manusia. Ini menggambarkan
iman dan kebebasan versus usaha dan pengikatan diri pada aturan-aturan/elemen.
Pasal 5
ay 1-15
Paulus tegaskan lagi bahwa jika mereka menyunatkan diri
maka berarti menggantungkan diri pada 'aturan-aturan'/elemen-elemen/ritual
upacara itu lagi, dengan demikian Kristus tidak berguna. Paulus menyatakan itu
sebagai kuk perhambaan (ay 1, bandingkan dengan Kis 15:10).
Jika mengharapkan kebenaran dari
'aturan-aturan'/elemen-elemen tsb (yang terdapat dalam hukum Taurat) maka
berarti hidup di luar kasih karunia (ay 4).
Meski sudah merdeka, bukan berarti bebas berbuat dosa,
tetapi melayani dengan kasih, karena dasar hukum Taurat sebenarnya adalah
kasih. (Harap diperhatikan 'kasih tidak meniadakan taurat' tetapi 'kasih
menggenapi taurat', menggenapi berarti memenuhi taurat; selaras, sejalan
dengan taurat).
ay 16-26
Khusus ay 18: hidup di bawah hukum Taurat berarti mencari
keselamatan dari pelaksanaan aturan-aturan Taurat (terutama yang ditekankan di
sini adalah sunat). Bila melakukan itu berarti menentang Roh Kudus, dengan
demikian jatuh ke dalam perbuatan-perbuatan daging (ay 16017).
Pasal 6
Hukum Kristus adalah prinsip-prinsip yang dimotivasi oleh
kehidupan Kristus, memikul beban orang lain, mengasihi sesama yang sebenarnya
adalah inti dari Taurat. Demikianlah kita harus hidup bertolong-tolongan (ay
2). Kembali Paulus menekankan bahwa kasih adalah sejalan dengan Taurat.
ay 12 dan 15 membicarakan kembali mengenai sunat, karena
inilah pokok persoalan utama yang hendak 'dipaksakan' pada jemaat Galatia.
Referensi : SDA Bible Commentary
kembali ke hal 4 Hukum Allah
| kembali ke Daftar Isi
| kembali ke halaman muka
|