![]() |
"Dasar firmanMu adalah
kebenaran dan segala hukum-hukumMu yang adil adalah untuk
selama-lamanya." Mazmur 119 : 160
"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku." Yohanes 14 : 15 |
Bagaimana pandangan Saudara terhadap hukum Allah? Suatu beban, kuk, atau justru suatu pelindung?
Ketika Saudara memakai sabuk pengaman pada waktu berkendaraan, apa yang Saudara rasakan, menjadi bebankah sabuk tersebut, membuat Saudara sulit bergerak? Atau Saudara merasa bahwa Saudara sedang menempatkan diri di bawah pengamanan yang lebih baik dibanding bila tidak menggunakannya?
Berbicara tentang hukum-hukum Allah yang intisarinya terdapat dalam Sepuluh Hukum (Dasa Titah) seringkali orang menghubungkannya dengan Taurat, yang kemudian dihubungkan dengan hidup dibawah kutuk /diluar anugerah, menjadi seorang legalis bagaikan ahli Taurat dan Farisi di jaman Kristus. Doa kami agar Saudara menemukan pandangan yang benar tentang Hukum Allah melalui pembahasan topik ini.
Kematian Kristus memuliakan dan membesarkan hukum, meninggikan otoritasnya yang bersifat universal. Jika Sepuluh Firman (Dekalog) dapat diubah, maka Kristus tidak perlu mati. Akan tetapi karena hukum ini mutlak dan tidak dapat diubah, kematian menjadi syarat pembayarannya. Dengan matinya Kristus, persyaratan ini dipenuhi, memungkinkan kehidupan kekal dapat diperoleh semua orang yang menerima pengorbanan-Nya yang amat mulia itu. 27 Doktrin Dasar Alkitabiah, hal 285.
Sumber : "Penuntun Dasar Untuk Pemahaman Alkittab" oleh Harold A. Metcalf.
"Apa yang Anda Perlu Krtahui taentang 27 Uraian Doktrin Dasar Alkitabiah" Dept. Kependetaan MAHK Se-dunia.
| Home | Injil Kekal | Hukum Allah | Monumen Penciptaan | Tubuhku BaitNya | Menerobos Waktu | Setelah Kematian |