Hukum Allah
    Bab 1 &  Bab 2     
 D A
     
   www.dianweb.org Home Daftar Isi

 

 

 

1.  DASAR-DASAR  HUKUM  ALLAH

 

Alkitab menunjukkan Allah mempunyai pemerintahan (Mazmur 103:19) dan setiap pemerintahan pasti mempunyai hukum dan peraturan-peraturan. Allah adalah satu-satunya pemerintah di alam semesta, hukum-hukum yang dibuatNya tentunya berlaku bagi seluruh penghuni alam semesta. Sebagaimana Allah adalah kekal, maka hukum-hukumNya juga bersifat kekal.

 

1. Keatas prinsip apa pemerintahan Allah didasarkan?

"Keadilan dan hukum adalah tumpuan takhtaMu, kasih dan kesetiaan berjalan di depanMu." Mazmur 89:15

Dasar dari pemerintahan Allah adalah hukum-hukumNya.

 

2. Apa yang dimaksud dengan "Hukum Allah" di dalam Alkitab?

Hukum Allah adalah standar terhadap mana sesuatu hal dinyatakan benar atau salah, seseorang dinyatakan berdosa atau tidak. "..., sebab dosa ialah pelanggaran terhadap hukum Allah"  I Yohanes 3:4

 

3. Apa gunanya hukum Allah?

 

"Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa."  Roma 3:20  

 

"Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah

mengenal dosa. Karena aku juga tidak  tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!" Roma 7:7   


 

"..., tetapi di mana tidak ada hukum Taurat, di situ tidak ada juga pelanggaran." Roma 4:15

 

Hukum tidak berkuasa mengampuni pelanggaran. Hukum menyatakan / memperlihatkan dosa kita dan itu membawa kita kepada Kristus untuk mendapatkan pengampunan dan penebusan.

 

 

4. Apakah hukum Allah menyatakan kehendak Allah?

Sudah tentu, karena Dia sendiri yang membuat hukum-hukum itu, maka hukum-hukum tersebut merupakan pantulan tabiat Allah sendiri. "Aku suka melakukan kehendakMu, ya Allahku; TauratMu ada dalam dadaku." Mazmur 40:9. John Wesley menyatakan bahwa "Hukum ini (hukum Ilahi) adalah gambaran yang benar dari Yang Mahatinggi dan Mahakudus yang menempati kekekalan. Inilah wajah Allah yang terbuka. Inilah isi hati Allah yang terbuka untuk manusia" (Peraga Baru hal 183, diambil dari Fourty-four Sermons, hal 385, 386.)

 

5. Sebutan-sebutan lain apa yang dipakai untuk menyatakan hukum Allah?

Dalam Mazmur 119 Daud memakai beragam ungkapan : perintah-perintahMu, peringatan-peringatanMu (ay 111),  titah-titahMu (ay 110), ketetapan-ketetapanMu (ay 112), TauratMu (ay 97), firman-firmanMu(ay 57), janjiMu (ay 140).

 

6. Bagaimana manusia harus mengetahui hukum Allah?

"Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela." Roma 2:15.

Catatan: Pada waktu penciptaan Allah menuliskan hukumNya dalam hati manusia dan dengan alasan tersebut itu dinyatakan sebagai hukum alam dalam Roma 2:14.

 

7. Apa hubungan hukum Allah dengan penghakiman?

Hukum Allah adalah standar yang olehnya semuanya dihakimi dan untuk alasan itu Yakobus mengatakan, "Berkatalah dan berlakulah seperti orangorang yang akan dihakimi oleh hukum yang memerdekakan orang." Yakobus 2:12. "... takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintahNYa, karena adalah kewajiban setiap orang. Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat." Pengkhotbah 12:13,14

 

8. Untuk berapa lama hukum Allah berlaku?

"Perbuatan tanganNya ialah kebenaran dan keadlilan, segala titahNya teguh, kokoh untuk seterusnya dan selamanya, dilakukan dalam kebenaran dan kejujuran."  Mazmur 111:7,8  "Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal."  Lukas: 16:17 

 

Kesimpulan

Tidak seperti pemerintahan di dunia ini dimana pemerintah dapat berganti sehingga hukum atau undang-undang pun dapat berganti pula. Allah adalah kekal dan tetap sama, sehingga hukum-hukumNya pun tetap tak berubah. "Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya."  Ibrani 13:8   "Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah." (Maleakhi 3:6).

 

 

 

2.  HUKUM  DAN  ANUGERAH

 

Hukum Allah dan anugerahNya tidaklah berlawanan. Sebagian orang menganggap karena kita diselamatkan oleh anugerah (Efesus 2:8) kita tidak perlu mengikut hukum Allah yang suci. Sebagian lagi telah menduga bahwa semua hukum yang di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah anugerah bukan hukum. Pertanyaan kita satu-satunya seharusnya, apa dikatakan Alkitab?

 

1. Kepada berapa orang Allah, telah menyatakan anugerahNya?

"Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata." Titus 2:11.

Catatan: Anugerah adalah kemurahan yang tidak pada tempatnya dan kasih Allah. Itu adalah kuasa Allah yang bekerja dalam suatu kehidupan yang sepenuhnya berserah kepada Allah. Apabila orang berdosa yang bertobat menerima Kristus Allah memperhitungkan kebenaran Yesus Kristus menjadi kebenarannya.

 

2. Apakah Musa menyadari anugerah Allah?

"Berjalanlah Tuhan lewat dari depannya dan berseru," 'Tuhan, Tuhan, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasihNya dan setiaNya.'" Keluaran 34:6.

 

3. Apakah Nuh hidup di bawah anugerah?

"Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan." Kejadian 6:8.

 

4. Cara-cara apakah yang telah digunakan Allah untuk membuat anugerahNya tersedia bagi umat manusia?

"Dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darahNya. Hal ini dibuatNya untuk menunjukkan keadilanNya, karena la telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaranNya.'' Roma 3:24, 25.

 

5. Apakah sebagian dari kasih anugerah?

Anugerah memberikan pengampunan atau penghapusan dosa-dosa yang lalu (Roma 3:25). Itu membawa hidup kekal kepada orang percaya (Roma 5:21). Orang percaya menghentikan dosa (Roma 6:1-2, I Yohanes 3:6 "...setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi"), dan melakukan pekerjaan yang diperkenan  Allah (Efesus 2:8-10). Penurutan kita kepada kehendak Allah seperti yang dinyatakan dalam hukumNya adalah buah yang otomatis dari keselamatan kita.

 

6. Apakab Daud mengetahui fakta bahwa keselamatan datang oleh anugerah?

"Seperti juga Daud menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya." Roma 4: 6, 7.

 

7, Apakah orang percaya di bawah hukum atau di bawah anugerah?

"Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia." Roma 6:14. 

Catatan: Orang-orang yang di bawah anugerah adalah orang-orang yang telah mati kepada dosa. Baca Roma 6:3-1. Tidak ada orang yang dapat diselamatkan dengan cara penurutan kepada hukum Allah; hanya dengan anugerah Allah. Dan barangsiapa yang menerima pengampunan anugerah Allah, bukan lagi di bawah penghukuman Taurat/hukum Allah.

 

8. Bagaimana keadaan orang-orang yang di bawah hukum? -

"Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah." Roma 3:19.

Catatan: Orang-orang yang melanggar hukum Allah bukanlah di bawah anugerah. Mereka adalah di bawah penghukuman hukum itu, dan dengan demikian mereka bersalah di hadapan Allah.

 

9. Apakah anugerah meniadakan hukum?

"Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak!" Roma 6:15

 

 

Kesimpulan

Yakobus menceritakan kepada kita siapa pembuat hukum itu. "Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan." Yakobus 4:12. Kristuslah yang sanggup menyelamatkan. 

 Yang sanggup membinasakan juga adalah Kristus (Matius 10:28). Oleh karena itu pembuat anugerah adalah juga pembuat hukum. Allah memberikan hukum-hukumNya pada kita untuk melindungi dan menjaga kita di jalan kehidupan, sama seperti kita membangun pagar penghalang di jembatan-jembatan dan jalan-jalan di pegunungan untuk menjaga supaya kita jangan jatuh dari jalan.

 

 Lanjutkan /kembali ke hal :       

 Home       Daftar Isi

1          3          5      6