Kasih Kristus Membawa kembali

Bapak Yang Terhilang

 

                                             

Melalui kesaksian saya ini saya rindu mengingatkan kepada para bapak untuk tetap merasa bahwa dirinya itu adalah imam Tuhan yang selalu tetap menjaga kesucian didalam hidupnya dan boleh menjadi imam yang selalu dapat membawa kehidupan rumah tangganya agar tetap di jalan Tuhan.

 

Saya terlahir sebagai seorang anak laki laki yang kurang di sukai oleh ayah saya karena ketika saya lahir, kebetulan usaha yang di jalani ayah saya mengalami kebangkrutan dan  karena ayah saya suka bertanya tanya kepada para peramal maka dari kata peramal itu kebangkrutan dari usaha ayah saya karena kelahiran saya ini. Maka ayah saya memang agak menyalahkan kepada saya, semua itu juga saya selalu sadari sehingga saya bertumbuh sebagai anak yang sangat kurang percaya diri dan sangat nakal.

 

Dari pengalaman waktu kecil ini maka saya bertumbuh menjadi anak yang suka dengan dunia malam dimana yang saya lakukan adalah mabuk mabukan berkelahi dan menjadi seorang pemberontak. Meskipun saya masih ke gereja namun kehidupan kerohanian saya lakukan hanya sebagai formalitas saja karena saya kebetulan bersekolah di sekolah Kriten. Saat bersekolah saya berkenalan dengan seorang wanita pada waktu saya kelas 3 SMA yang mana akhirnya kami memutuskan untuk hidup bersama, yang kemudian Tuhan karuniakan 2 anak perempuan.

 

Kehidupan rumah tangga saya awali dengan biasa biasa saja, Tapi kemudian dalam perekonomian Tuhan memberkati saya sehingga saya dapat memiliki sebuah perusahaan. Meskipun dalam perjalannya banyak onak dan duri yang terjadi, tetapi saya dapat mengatasi semua kesulitan itu. Ini membuat saya menjadi seorang yang sombong dan arogan di dalam keluarga. Keberhasilan dan kondisi saya yang mapan akhirnya membuat saya merasa jenuh didalam keluarga, maka saya mulai mencari pergaulan di luar.

 

Saya teringat kepada kesukaan saya di waktu masih remaja yaitu suka mabuk mabukan dan karena pada saat itu baru trennya nakoba maka saya mulai terjerat dengan narkoba itu saya mulai mencoba dengan sabu sabu, inex , ganja, dan minum minuman beralkohol lainnya. Disinilah kehidupan saya mulai betul betul di tinggalkan Tuhan. Pertengkaran demi pertengkaran selalu terjadi dalam keluarga, hingga akhirnya kami berdua memutuskan untuk bercerai.

 

Setelah bercerai saya merasa bebas tidak ada yang berani  menghalangi  kemauan saya. Saya berbuat sekehendak hati saya bahkan orang tua saya sudah tidak berdaya menasehati saya dan tidak bisa berbuat apa apa lagi. Ibu saya hanya bisa berdoa dan menangis kepada Tuhan karena dalam kehidupan ekonomi keluarga orang tua saya, sayalah yang bisa diharapkan untuk bisa menopang keluarga dari orang tua saya.

 

Sekarang kehidupan saya menjadi hampa setiap hari yang saya lakukan hanya minum minuman keras, sabu sabu dan inex. Ini saya lakukan terus menerus sehingga pada waktu pada puncaknya saya merasa bahwa hal-hal ini pun sudah tidak ada yang dapat membuat hati saya senang. Kehampaan yang tidak terobati membuat saya tertekan. Saya berpikir bahwa tidak ada yang saya dapat perbuat lagi kecuali mengakhiri hidup saya dan saya mulai merencanakan untuk mengakhiri hidup saya.

 

Sebelum rencana tersebut saya lakukan, saya bermaksud mengucapkan perpisahan kepada anak dan istri yang sudah 1 tahun saya tinggalkan. Saya kembali mendekati mereka. Namun luar biasa, ternyata isteri saya masih mau menerima saya kembali karena sesuai dengan cerita isteri saya bahwa setiap hari saya selalu di doakan oleh anak dan isteri saya yang pada waktu itu anak saya masih kecil kecil (2 dan 4 tahun). Saya merasa terharu dan melihat penerimaan mereka saya mulai mengurungkan niat hati saya untuk mengakhiri hidup saya.

 

Sejak itu saya mulai mendekatkan diri saya kepada Tuhan dan kemudian saya mulai memutuskan untuk meninggalkan kehidupan malam yang membuat saya hampir hampir mengakhiri kehidupan saya.dan saya berani memutuskan untuk melayani Tuhan seumur hidup saya. Saya juga memutuskan saya harus vegetarian untuk mengembalikan keseimbangan tubuh saya dan membuang racun-racun yang ada di tubuh saya, karena tadinya saya menjadi seorang pecandu berat narkoba dan alcohol ditambah juga seorang perokok.  Puji Tuhan, Tuhan mengizinkan mujizatnya terjadi, kecanduan saya hilang tanpa terapi apapun. Padahal ketika saya terapi dan minum obat dokter rasa kecanduan itu tidak bisa hilang, justru ketika saya hanya mengandalkan Tuhan dan menuruti perintahnya rasa kecanduan itu bisa hilang dengan sendirinya.

 

Tuhan begitu baik pada saya. Saya memutuskan untuk harus sekolah Alkitab dan akhirnya saya bisa menyelesaikan studi saya dan meraih S1 Theologia. Sampai sekarang saya selalu ingat betapa Tuhan sangat mencintai saya sehingga saya boleh kembali kejalan yang benar. Tidak cuma itu saja Tuhan pulihkan semua keadaan saya bahkan Tuhan tambahkan berkat yang melimpah kepada keluarga saya dan kami diperbolehkan memiliki seorang anak laki laki. Saya pribadi merasa ini adalah bukti bahwa Tuhan mengampuni dosa saya dan kami berencana biarlah anak ini melayani Tuhan seumur hidupnya.

 

Inilah yang saya bisa bagikan kepada para pembaca semua bahwa kepada para bapak bapak jangan pernah merasa sombong kalau berhasil. Janganlah merasa jika anda yang mencari uang lalu boleh berbuat sekehendak hati, karena sebenarnya semua berkat kita terima  itu semua bukan hasil usaha kita tapi betul betul hanya Tuhan yang memberikan kepada kita. Maka dari itu pergunakanlah berkat itu untuk kemuliaan Tuhan saja. Dan kepada para pecandu narkoba saya juga memberikan saran kalau anda rindu untuk dapat berhenti dari kecanduan anda satu satunya obat anda adalah andalkan Tuhan Yesus Kritus didalam hidupmu dan turutilah perintahNya. Percayalah kamu pasti sembuh dari rasa kecanduanmu itu . Semoga kesaksian ini boleh menjadi berkat bagi banyak orang Tuhan Yesus Memberkati. Amin

 

 

Dari  Jung Dianto & keluarga