SEORANG PELAKU MUTILASI BERTOBAT
DI PENJARA TG.BALAI KARIMUN

 

DILAPORKAN OLEH : DONLY SINAGA. S.Th
(Penginjil Sukarela di Tg.Balai Karimun)

 

 

Keterangan Gambar:

- Michael (berdiri no 4 dari kanan,memakai kemeja biru)

- Ev..Donly Sinaga,TK Tg.Balai karimun (berdiri no 2 dari kanan,memakai kemeja putih)

 

Nama lengkap saya adalah:Michael Pura Tapobali. Sudah  2 (dua) tahun saya menjalani kehidupan di balik jeruji besi rumah tahanan (Rutan) kelas II B Tanjung Balai Karimun. Sebelum masuk penjara saya bekerja sebagai seorang wiraswasta yang juga melibatkan diri dalam penginjilan gereja saya yang semula. Saya dilahirkan dan dibesarkan dilingkungan agama Kristen Katolik. Pada awalnya saya sangat yakin dengan kebenaran yang saya dapatkan dari gereja saya itu, sehingga saya putuskan untuk melibatkan diri dengan mengikuti pendeta saya untuk melayani umat.

 

Dendam Yang Membawa Petaka

Peristiwa yang menjadi penyebab saya menjadi seorang tahanan di penjara Karimun adalah karena kasus pembunuhan mutilasi (memotong-motong bagian tubuh menjadi beberapa bagian) yang saya lakukan di pulau Moro (satu pulau terpisah dari pulau Karimun) Propinsi Kepulauan Riau. Hal ini dilatarbelakangi karena dendam yang membakar emosi saya yang sudah tidak terkendali lagi yang mengakibatkan peristiwa itu terjadi.

Seakan tidak percaya terhadap apa yang sudah saya lakukan, akhirnya saya tersadar bilamana polisi datang dan menangkap saya. Saya dibawa ke kantor polisi untuk diinterogasi,dan selanjutnya saya dikirim ke penjara Tg.balai Karimun.

 

Merenungkan Perbuatan

Di dalam penjara,tempat dimana saya harus mempertanggungjawabkan semua perbuatan yang sudah saya lakukan, lebih banyak waktu yang saya gunakan untuk merenung. Saya sadar telah melakukan tindakan yang bodoh, kejahatan yang sangat besar dan mungkin saja Tuhan tidak akan memaafkan saya. Sambil merenung, saya teringat kepada saya perkataan firman Tuhan dalam kitab Yesaya 1:18, bahwa semerah apapun dosa manusia itu, tetapi kalau dia mau datang kepada Tuhan dan mengakui semua dosa-dosa maka Ia akan mengampuni dan membuatnya putih seperti salju. Mulai saat itu,saya semakin memiliki pengharapan dan hari-hari saya, saya habiskan dalam penyerahan kepada Tuhan dalam doa dan mempelajari Alkitab.

 

Ayat Alkitab Yang Membuat Saya Bingung.

Pada waktu saya bertekun dalam membaca Alkitab,suatu ketika perhatian saya tertuju kepada kitab Wahyu. Saya mendapati kesulitan ketika membaca kitab Wahyu, banyak kata-kata yang membuat saya bingung. Saya putuskan untuk menanyakannya kepada seorang pendeta yang sedang melayani di penjara. Kebetulan di penjara karimun ini ada lima denominasi yang melayani mulai hari rabu,kamis,jumat,sabtu dan minggu. Ada dari gereja GPDI (Pentakosta),GBI (Betel),GPIB (Presbitrian), Katolik dan GMAHK (Advent hari ketujuh). Semua yang beragama Kristen biasanya diundang untuk mengikuti setiap perbaktian yang diadakan di satu ruangan khusus (gereja orang Kristen). Biasanya dalam setiap pertemuan selalu dibuka ruang pertanyaan untuk memberikan kesempatan kepada setiap orang yang berbakti bertanya. Dan kesempatan ini tidak saya sia-siakan,saya langsung bertanya mengenai ayat-ayat yang membingungkan saya di kitab Wahyu. Ketika itu saya bertanya kepada seorang hamba Tuhan dari gereja Katolik dan memintakannya untuk menjelaskan ayat tersebut,namun hamba Tuhan itu katakan dan menganjurkan kepada kami agar tidak perlu membaca dan mempelajari kitab wahyu karena itu bisa membuat GILA! Namun saya tidak mau berhenti sampai di situ saja, ketika hamba-hamba Tuhan dari gereja yang lain datang kembali saya menanyakan tentang hal itu, tetapi jawaban yang sama kembali disampaikan kepada kami. Hingga pada akhirnya,pada sabtu siang ketika pelayanan dari gereja Advent datang, kembali saya bertanya mengenai ayat-ayat tersebut.

 

Jawaban Dari Semua Kebingungan.

Seakan putus asa karena selama ini tidak mendapatkan penjelasan mengenai ayat-ayat tersebut,saya dikejutkan dengan satu tawaran yang diberikan seorang hamba Tuhan dari gereja Advent ini yaitu:untuk mempelajari seluruh isi kitab wahyu dan membahasnya ayat per ayat setiap pertemuan pada sabtu siang. Seketika itu,semua kami yang berkumpul langsung menyambutnya dengan gembira,ternyata bukan hanya saya saja yang memiliki kerinduan untuk mempelajari kitab wahyu,namun semua kami yang ada di tempat itu memiliki kerinduan yang sama. 

Berbeda dengan pelayanan dari gereja-gereja lainnya, sebelum masuk kepada pelajaran Alkitab kami diberikan pelajaran mengenai kesehatan oleh Dr.R.Siahaan. dalam sesi ini kami bebas menanyakan tentang hal-hal yang menyangkut kepada kesehatan kami yang ada di tahanan. Selanjutnya pertemuan ini diteruskan dengan penyelidikan Alkitab yang dibawakan oleh Hamba Tuhan Penginjil Sukarela (PS) Donly Sinaga.S.Th. Bilamana kami telah memulai pelajaran dari kitab wahyu,dengan tekun saya memperhatikan keterangan-2 yang disampaikan oleh hamba Tuhan ini. Setelah beberapa pasal dari kitab wahyu kami pelajari,maka kami tiba di Wahyu pasal 7. Pada kitab Wahyu 7:2 diterangkan bahwa ada malaikat yang membawa metrai Allah. Kami bertanya-tanya tentang apa itu metrai Allah,namun hamba Tuhan ini menjelaskan kepada kami bahwa Sabat adalah Meterai Allah,karena di dalam hukum yang ke 4 (Keluaran 20:8-11) terdapat Nama,Jabatan,serta wilayah pemerintahan Allah. Lebih lanjut dijelaskan juga bahwa peristiwa kematian Yesus hingga kebangkitannya dari kubur (Lukas23:54 24:1) memberikan satu kepastian bahwa Sabat = Sabtu. Karena Yesus mati pada hari persiapan (jumat),istirahat dalam kubur hari sabat dan bangkit pada hari ke tiga kematianNya atau hari pertama yaitu minggu. Maka sudah jelas bahwa diantara hari Jumat dan Minggu adalah hari Sabtu (yaitu Sabat). Berulangkali saya membaca tentang 10 hukum Allah dan ayat2 yang mendukung tentang sabat yang sudah kami pelajari,akhirnya saya sadari bahwa minggu adalah sabat palsu (aturan yang dibuat manusia) dan sabat Tuhan yang benar adalah sabtu. Saya heran kenapa ada orang yang berani untuh merubuh hukum Allah tersebut, Sedangkan Yesus sendiri yang adalah Anak Allah tidak berani mengubahnya. Kebingungan ini mengakibatkankan kerinduan dan semangat yang menggebu-gebu untuk menyelidiki kebenaran Alkitab Setelah mempelajari Alkitab lebih dalam,saya semakin yakin bahwa selama ini patung-patung yang saya sembah di Gereja,beribadah pada hari minggu dan baptisan anak merupakan penyimpangan dari kebenaran Alkitab.

 

Memutuskan Untuk Dibaptiskan

Memang bukan merupakan waktu yang singkat,+ 1 tahun setelah kami belajar Alkitab maka PS.Donly Sinaga dan Dr.R.Siahaan (tua-tua gereja Advent) menawarkan kepada kami untuk melaksanakan baptisan  di Penjara. Bersama 4 orang tahanan penjara,pada tanggal 21 Juni 2008 kami menerima Yesus Kristus sebagai Juruslamat Pribadi melalui baptisan kudus yang benar. Acara baptisan ini dihadiri oleh semua anggota gereja Advent  Karimun bersama beberapa tua-tua jemaat Batam Mas,yang walaupun jumlahnya tidak banyak namun mereka telah memberikan sukacita dan penghiburan bagi kami yang ada di penjara..

Memang saat ini saya masih berada di penjara, namun setelah saya menerima Yesus melalui baptisan, kerinduan saya untuk menceritrakan kebenaran ini kepada teman-teman yang lain yang ada di penjara tidak terbendung. Setiap ada kesempatan berbicara dengan teman-teman sesama tahanan saya selalu menceritrakan tentang Yesus dan kebenaran Sabat.

Menjadi tujuan hidup saya, bilamana nantinya masa tahanan saya selesai,saya memiliki kerinduan untuk mengabdikan hidup saya dalam pekerjaan Tuhan. Saya mohon doa dari saudara-saudari seiman agar saya dapat menjalani hari-hari di penjara ini dengan sukacita dan tetap semangat untuk membagikan kebenaran kepada teman-teman tahanan.

DILAPORKAN OLEH : DONLY SINAGA. S.Th
(Penginjil Sukarela di Tg.Balai Karimun)