Bagamana Menang atas
Mencari Teladanm Sendiri?

 

 

Judul di atas sesuai firman Tuhan bhw kita harus lebih dari pemenang & kalahkan dunia (Roma 8:37 & I Yoh 5:1-5). Saya harap kesaksian saya di bawah ini bisa memuliakan Tuhan Yesus setinggi-tingginya atau beri Dia yg terbaik dan membuat orang tua lebih bijaksana pd anaknya.

Biasanya orang yg mencari teladan sendiri dilatarbelakangi orang tuanya tak bisa membentuk rumah tangga tak bahagia, sibuk cari uang atau tak didik takut akan Tuhan.

Ketika saya mulai sekolah T.K, ayah saya mewajibkan saya berjema’at di gereja yg imannya suam-suam kuku. Saya berjema’at di gereja tsb hingga Januari 1994. Sejak 1994 s/d 1996 saya aktif berjemaat di gereja orang Barat yg ada di Bandung . Sejak 1996 s/d sekarang saya aktif berjemaat di gereja Indonesia aliran Bethel . Saya berjema’at di gereja tsb karena ibu saya yg memberi warta gereja tsb. Ia memperolehnya ketika sedang diopname di rumah sakit di Bandung .

 Di saat saya sekolah S.D, ayah saya suka membelikan komik kisah dari negara Barat, suka mengajak saya nonton di bioskop dan di saat saya nonton film TV, ayah saya tak pernah bimbing saya. Hal –hal tsb berlanjut hingga saya berusia 10 thn(1977). Sejak usia tsb saya mulai mencari teladan sendiri hingga usia 16 thn(1983). Di thn itu saya menganggap James Bond teladan terbaik saya. Di thn 1988, di usia 21 thn saya mengatakan pd diri saya & teman saya, kalau saya jadi James Bond akan bisa imbangi popularitas Tuhan Yesus. Saya punya inspirasi tsb dari John Lennon melalui majalah yg mengatakan di thn 1966 bhw grup musiknya, The Beatles lebih terkenal dari Tuhan Yesus dan di thn 1989 rezim Komunis Rusia & Eropa Timur runtuh begitu saja oleh Tuhan Yesus. Pada mulanya saya rasa hal itu tak ada hubungan dengan saya.

Di thn 1990-1998 saya hrs kerja di orang lain tapi sebentar-sebentar berhenti(1-3 bulan)

Penyebabnya adalah iman saya masih suam-suam kuku dan sibuk mengurus ibu saya yg sakit-sakitan. Di thn 1998 ibu saya meninggal. Sejak itu hingga 2003 saya ada waktu mendewasakan iman saya di gereja aliran Bethel yg merupakan gereja saya sejak 1996 dan sejak 1998-2003 saya kerja di orang lain sekitar 6 bulan.

Di thn 2003 setelah iman saya cukup dewasa, saya mendapat suatu cobaan yg mem-

Buat saya teringat di thn 1988 saya mengucapkan ingin jadi James Bond jago tembak lawan pasukan Rusia akan bisa imbangi popularitas Tuhan Yesus dan saya percaya ucapan saya tsb dipakai Tuhan Yesus utk meruntuhkan rezim Komunis Rusia & Eropa Timur (1989) yg lebih hebat dari target saya di atas. Setelah itu saya bisa bekerja di sebuah kantor notaris selama 2 tahun 2 bulan(2003-2005) dan bekerja sebagai marketing minuman free lance selama 1,5 thn(Januari 2006-Juni 2007). Jadi Tuhan Yesus pulihkan saya.

Setelah berhenti bekerja dari menjabat marketing minuman pd Juni 2007, saya dapat berkat dari Tuhan melalui paman saya sebesar Rp 47,5 juta dan dibelikan sebuah rumah di Selatan kota Bandung, luas tanah 60 m2, terletak di jalan utama, dekat warung dan rumah-rumah bagus dan ada air P.A.M. Pada saat cari rumahnya, proses belinya, beli pe-  rabotan, renovasi dan bebenah rumah perlu waktu 6 bulan(Juni – Desember 2007).

Pada awal 2008 saya sedang minta tuntunan tuntunan Tuhan agar dapat jadi distributor salah 1 jenis barang dagangan. Kalau dapat, penghasilan saya akan digunakan untuk pembagian Alkitab dan menolong anak-anak tak mampu. Puji Tuhan Yesus, pada Juni 2008 saya dapat hikmat dari Tuhan untuk mengurus jual/beli dan kontrak rumah di Bandung.

Perlu diketahui, kesaksian saya tsb di atas, tepatnya menceritakan bhw film James Bond membuat Tuhan Yesus meruntuhkan rezim Komunis Eropa Timur di thn 1989 mendapat respon positif dari P.M Tony Blair & P.M James Gordon Brown dari Inggris yg merupakan negaranya James Bond.

Runtuhnya rezim Komunis Eropa Timur di akhir 1989 tsb merupakan pekerjaan Tuhan Yesus. Buktinya pd akhir thn tsb, Presiden Amerika Serikat saat itu George Bush Senior (ayahnya President George Walker Bush) pd saat pidato akhir thn tergerak hati mengaku   runtuhnya rezim Komunis tsb adalah kuasa Tuhan. Padahal Negara Amerika Serikat sela- ma perang dingin dengan Rusia dan sekutunya di Eropa Timur sejak 1945 tak pernah mengeluarkan uang sesenpun untuk meruntuhkan Komunisme semua Negara di atas tadi, tapi mengeluarkan dana trilyunan dollar A.S untuk mengembangkan senjata untuk mengimbangi militer Rusia & sekutunya di atas tadi.

Perlu diketahui, selain dari ucapan saya yg menantang Tuhan Yesus di thn 1988 tsb yg membuat runtuhnya rezim Komunis Eropa Timur di thn 1989, pada thn 1982/1983 saya berangan-angan Amerika Serikat-Rusia berdamai dari perang dingin selamanya. Itupun saya yakini ikut membuat Tuhan Yesus meruntuhkan Negara-negara rezim Komunis tsb tadi.

Di thn 2004, saya berikan kesaksian tsb di atas kepada seorang hamba Tuhan yg sedang membangun gerejanya. Dengan kesaksian tsb ia jadi berani mengimani di depan majelis gerejanya bhw gerejanya itu akan ada lift. Para majelis tsb menganggap hal itu aneh. Maklum gereja itu jema’atnya sedikit dan keuangan pas-pasan. Tapi pada thn 2007 ada sebuah gereja lain terbeban menyumbang lift . Lalu hamba Tuhan tsb bisa melakukan se-  jumlah perkara besar lain.

Masih di thn 2004. Pada pertengahan thn tsb saya membaca surat kabar yg mengatakan pemimpin Palestina Yasser Arafat akan dibunuh oleh pemerintah Israel . Rencana tsb sudah ada nubuatnya di thn 1997. Jelasnya ada seorang Kristen yg dapat penglihatan dari Tuhan bhw pemimpin tsb akan ditembak mati bersaksi pada saya. Di thn 2004 tsb saya sudah percaya diri akan iman saya dan dapat pengajaran di gereja saya yg mengatakan bhw esok adalah misteri atau nubuat buruk dari Tuhan bisa dibatalkanNya sesuai kitab Yunus 3:1-10. Jadi setelah tahu adanya berita buruk tentang pemimpin Palestina tsb pada surat kabar dan dapat ajaran dari Tuhan tsb tadi, saya berdoa agar pemimpin tsb tak tertembak mati dan Tuhan Yesus dipermuliakan. Akhirnya Tuhan jawab doa saya dan akhirnya pemimpin Palestina tsb tak tertembak mati, tapi wafat karena sakit.

Setelah hal di atas, saya terus berdoa agar mantan Presiden Soeharto tak tertembak mati, maka nubuat buruk yg berkata sebaliknya tentang Pak Harto dari seorang gadis Kristen di sebuah gereja di akhir 1980’an tak akan terjadi. Saya dapat info itu tak langsung dari gadis itu, tapi melalui tetangga saya yg jadi saudara seiman saya (1997).

Saya mulai berdoa  agar Pak Harto tak tertembak mati pd awal thn 2000-an dan lebih berani berdoa lagi atas hal tadi sejak 2004 tepatnya setelah wafatnya Yasser Arafat s/d meninggalnya Pak Harto pd Januari 2008.

Kesaksian saya di atas menceritakan Tuhan Yesus sanggup beri kita yg terbaik. Maka kalau kesaksian saya tsb disebarluaskan utk beri Tuhan Yesus yg terbaik. Saya perlu berpesan kepada para orang tua agar bisa bentuk rumah tangga bahagia, didik anak takut akan Tuhan agar anak saudara tak bermasalah dengan Tuhan dan melangkah pasti.

Kesaksian saya tsb menceritakan kita bisa menang atas apapun masalah dunia kalau minta petunjuk Tuhan. Dahulu raja Daudpun ketika menghadapi masalah dunia selalu minta petunjuk Tuhan dan ia luar biasa berhasil.

Kesimpulan kesaksian saya tsb adalah dunia masih diberi kesempatan bertobat oleh Tuhan Yesus s/d saat ini.

Perlu diketahui. Saya tinggal tinggal di Taman Kopo Indah I no. O 156 (1992-2001).

Dampak tinggal di situ adalah saya sering didewasakan iman oleh saudara seiman gereja saya(1998-2003) dan  bisa bersaksi seperti ini mulai dari 2003 s/d 2008 (Tadi sudah saya rinci).

Pada thn 2007 lalu rumah saya di Taman Kopo Indah tsb yg masih dihuni oleh adik saya harus dijual oleh paman saya selaku pemilik rumah. Lalu anak perempuannya terge- rak hati utk beli rumah tsb senilai Rp 95 juta dan dibagi 2 kepada saya dan adik saya.

Setelah wafatnya Pak Harto, saya betul-betul mengerti maksud Tuhan menentukan saya tinggal di Taman Kopo Indah pada sebuah rumah kredit B.T.N yg paling akhir selama 9 thn , yaitu agar saya bisa menang atas mencari teladan sendiri yang sudah saya rinci tadi dan saya menguduskan dan mensyukuri rumah di atas tsb dalam nama Tuhan Yesus. Pada saat itu rumah yg sudah dibeli tsb sedang direnovasi lalu tak lama kemudian terjual lagi dengan harga Rp 200 juta. Padahal rumah-rumah di Taman Kopo Indah I yg dijual banyak yg sulit dapat pembeli. Saya percaya rumah tsb mudah terjual setelah saya menguduskan dan mensyukurinya dlm nama Tuhan Yesus. Hal ini jadi pelajaran bagi saudara seiman yg hendak menjual rumah agar mengkuduskan dan mensyukurinya dalam nama Tuhan Yesus.

  

                                                                                     Tuhan Yesus berkati saudara

                                                                                      Jeffrey Setiadi