DARI PENGUSAHA MENJADI PEKERJA SUKARELA DI BABEL

oleh: Michael Wiriadinata Lie

 

                                             

Saya adalah anak kedua dari ayah saya almarhum bapak Rickwan Wiriadinata Lie.  Bapak saya itu adalah juga anak kedua dari 8 bersaudara, lima lelaki dan tiga perempuan.  Semuanya kami berasal dari keluarga Kharismatik.  Opa saya, Pdt. Yusuf Wiriadinata Lie, adalah pendeta dari Gereja Utusan Pantekosta di Makassar sampai saat meninggalnya di tahun 1964, dalam usia 49 tahun.  Opa itu disamping menjadi pendeta dari GUP adalah juga Bendahara dari Dinas Pekerjaan Umum di Makassar sehingga saat ajalnya.  Disamping itu dia juga untuk jangka waktu yang lama menjadi merangkap menjadi pembantu gembala dari Gereja Sidang Jemaat Allah di kota yang sama.

Saya perhatikan ayah saya dan semua adik-adiknya sangat parah dalam soal kesehatan.  Opa kami meninggal dalam usia 49 tahun karena serangan jantung.  Ayah saya dalam usia 48 tahun juga meninggal dengan keadaan yang sama di R.S.J. Harapan Kita, Jakarta.  Selanjutnya adiknya, Om Johnny, Pendeta dari Gereja Segala Bangsa di Makassar, meninggal dalam usia 47 tahun dengan penyebab yang sama di kota Palu. Om Titus, yang kelima, juga sangat pendek umurnya.  Begitu pun Om Philip, yang keempat walaupun masih hidup sampai sekarang tapi kesehatannya tidaklah sebaik Om Sammy, yang tertua dari antara lima bersaudara lelaki itu.  Om Philip pernah kena stroke dan badannya menjadi mengkerut dan lemah.  Sebaliknya Om Sammy Lee yang sudah berusia 70 tahun masih sehat segar bugar dan sanggup bertualang mengadakan KKR dan seminar ke manca Negara dan sering berkhotbah dan memberikan seminar dari jam 9:00 pagi sampai jam 10:00 malam.

Dokter-dokter yang memeriksa beliau dan mengetahui riwayat kesehatan keluarganya selalu bertanya apa rahasia sehingga dia adalah satu-satunya kekecualian dalam keluarga itu.  Jawaban Om Sammy adalah, “Saya seorang vegetaris dan belakangan ini malah sudah menjadi vegan.” (Arti dari vegan adalah tidak makan makanan yang berasal dari binatang sama sekali, termasuk telur dan susu serta produknya.)

Para dokter yang merawat beliau selalu mengatakan bahwa itu adalah kunci dari kesehatannya yang sangat luar biasa itu.

Saya sudah lama mengagumi kehidupan dari Om Sammy, yang juga menganggap saya sebagai anaknya sendiri.  Saya perhatikan Om Sammy adalah satu-satunya yang diberkati dengan kesehatan yang luar biasa dan juga berkat badani lainnya seperti keberhasilan dalam pendidikan maupun mengadakan petualangan keluar negeri dan pemilikan rumah dan tanah diluar negeri.

Ketika menyelidiki akan kepercayaannya saya merasa lebih tertarik lagi sehingga saya bertekad untuk mengikuti jejaknya.  Ini saya nyatakan kepadanya pada pertengahan tahun yang lalu ketika saya masih mengusahakan sebuah perusahaan Agen Perjalanan, atau Tour and Travel Agency di Manado.  Saya mengatakan bahwa saya tergerak untuk menjadi pendeta dari Gereja Advent seperti beliau, dan bagaimana pendapatnya kalau saya mengikuti kuliah pada jurusan Theology di Universitas Klabat agar bisa menjadi pendeta seperti dia.

Sebelumnya saya juga sudah berhasil menjadi pegawai dua buah bank di Jakarta, sebagai staff management, satu bank swasta dan satu bank pemerintah.  Selain itu saya juga telah berhasil mengadakan usaha jual beli mobil di Jakarta, hanya pernah kena tipu anggota keluarga sendiri dan di hipnotis sehingga bangkrut usaha saya itu.

Selain itu saya juga pernah menjadi evangelist mengadakan KKR dan pelayanan penginjilan baik di Indonesia, maupun di beberapa Negara tentangga seperti Sarawak, Malaysia dan Singapur. Malah saya pernah dimasukkan kedalam penjara di Johor Baru karena dianggap menghina agama mayoritas karena mengkhotbahkan bahwa tidak ada Jalan lain menuju ke sorga selain melalui Yesus Kristus.  Syukur Puji Tuhan saya hanya ditahan seminggu di penjara Malaysia itu, dan kemudian telah dibebaskan kembali oleh sesama umat Kristen di Malaysia.  Tapi saya bersuka karena telah mendapat kesempatan menyaksikan tentang Kristus kepada sesama tahanan didalam penjara di Johor Baru itu, dan tentu saja kepada umat Kristen lainnya yang ada di Negara jiran itu.

Ketika saya menyampaikan maksud saya Om Sammy menjawab, “Anda kan sudah menjadi pendeta dari GPDI dan mengadakan penginjilan dengan sukses di Indonesia dan Malaysia serta Singapur. Kalau anda melanjutkan sekolah lagi 4 tahun lamanya, bagaimana dengan keluarga anda, dan apakah ada jaminan sesudah 4 tahun anda akan bisa dipekerjakan oleh Gereja Advent? Saya merasa waktu kedatangan Yesus kedua kali sudah sangat dekat, dengan melihat kejadian-kejadian diseputar dunia politik, sosial, bencana alam dan konflik bersenjata yang semakin memuncak akhir-akhir ini.  Kalau anda memang hanya sepenuhnya ingin melayani pekerjaan Tuhan, dan tidak peduli dengan status dan pensiun dan sebagainya, bagaimana kalau anda saya bimbing dan berikan bahan-bahan khotbah lalu menjadi Tenaga Sukarela Pelayan Masyarakat, atau Misionaris yang tidak terikat?”

Saya menyetujui usulnya dan untuk menyingkatkan cerita saya telah dibaptiskan di GMAHK, Jelambar pada tanggal 22 January 2009, dan kemudian dikirimkan oleh jemaat itu ke Babel (Bangka-Belitung) untuk bekerja sebagai penginjil sukarela.

Puji Tuhan pada saat ini saya sedang melayani penginjilan di Babel dengan proyek ministry yang saya tidak pernah bayangkan atau impikan sebelumnya.  Malah sekarang saya kewalahan untuk memenuhi permintaan menjadi gembala beberapa kelompok umat Tuhan yang tersebar di pulau Bangka.  Anggota dari kelompok-kelompok yang saya pimpin ini hampir semuanya terdiri dari kalangan Tionghoa, karena penduduk pulau Bangka itu memiliki persentasi terbesar dari suku itu.  Saya juga sangat terharu ketika ternyata leluhur kami, yaitu empat keturunan yang lalu adalah orang-orang Tionghoa dari Moyen, yang asalnya dari Bangka sebelum mereka berpindah ke Bandung.  Mungkin itulah juga sebabnya mereka sangat menerima saya sebagai pelayan Injil di kawasan ini.

Dengan pertolongan yang sangat besar dari Om saya, Pendeta Sammy Lee dan isterinya Dr. Brenda Parkinson Lee, kami sedang mengadakan terobosan baru dalam sebuah ministry yang mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat di Babel ini.  Kami memimpin satu kelompok ibadah yang terdiri dari sekitar 70 anggota di Mentok, dan mulai bulan depan kami juga akan memimpin satu kelompok baru di Pelangas yang terdiri dari sekitar 40 jiwa.

Kami juga dengan pertolongan Tuhan semata-mata, sedang mempersiapkan kursus-kursus ketrampilan seperti computer dan reparasi HP serta kursus lainnya seperti bahasa Inggris dan Bimbingan Belajar dan Cara Mempertajam Ingatan dan Mencegah Kepikunan, yang sudah banyak peminatnya.  Mayarakat di Babel sangat mendukung semua rencana kami ini.  Selain itu kami mendapat dukungan yang luar biasa dari Pdt. Yusuf Lie, gembala dari Gereja Bethany (Successful Bethany Family) di Mentok ini, dan ketika Om saya Pdt. Sammy Lee mengunjungi kami bulan February yang lalu, dia telah diminta untuk berkhotbah pada hari Minggu tanggal 21 February, dan setelah itu diminta lagi untuk memberikan seminar keesokan malamnya di gereja yang sama dengan animo jemaatnya yang sungguh hebat.  Malah Pdt. Yusuf Lie mengundang Pdt. Sammy Lee untuk datang lagi tahun ini agar mereka mengadakan KKR mengundang semua umat Kristen yang ada di Bangka mengunjungi kumpulan itu atas sponsor mereka seluruhnya.

Doa saudara-saudara sekalian sangat kami harapkan dan hargakan.

Tuhan Yesus memberkati anda sekalian.

Michael Wiriadinata Lie