7 Kutuk Kita 

Dipikul Kristus Di Kalvari

Oleh : Pdt. Sammy Lee

 

Didalam tulisan yang  berjudul "Kisah Kasih Didalam Aksara Tiongkok Kuno", telah diuraikan bagaimana huruf-huruf Tionghoa yang sudah ada 600 tahun sebelum Alkitab dituliskan menceritakan dengan jelas dan dan mengagumkan bagaimana manusia telah diciptakan dari tanah (Tu), ditempatkan di dalam Taman Eden (Yuen), yang terdiri dari radikal : "tanah" + "mulut" (kuo) + "orang" (ren) dan dari samping "orang" yang pertama itu keluar "orang yang kedua", lalu dikelilingi oleh perbatasan Taman Eden itu.

Tetapi sayang mereka harus meninggalkan rumah mereka yang penuh "kebahagiaan" (fuk atau hokkie).

Mereka harus meninggalkan taman Eden, maka kalau huruf "taman" tadi dibuang batas kelilingnya dan di samping kirinya diberi radikal "berjalan" , maka terjadilah huruf baru yang berarti "jauh" atau "terasing" atau "terpisah".

Itu karena melanggar perintah Allah yang melarang (Jin) mereka untuk memakan buah pohon pengetahuan baik dan jahat, akibat godaan dari Setan (Mou Kui).

Malam yang gelap turun ke atas pasangan pertama yang tunduk dengan sedih meninggalkan TAMAN EDEN , tempat tinggal mereka yang pebuh kebahagiaan . Mereka harus pergi "jauh" dari rumah mereka yang indah itu, karena mereka tergoda oleh Setan, yang telah menjatuhkan mereka dengan empat perkataan" yang "menjerat" mereka sehingga melanggar "larangan" Tuhan Allah, sehubungan dengan "dua pohon" yang terdapat ditengah taman Eden, sehingga mengakibatkan "dihukumnya" mereka berdua (Fa).

 

Tetapi didalam kemurahan Tuhan, manusia yang sudah seharusnya dihukum mati, telah dibiarkan hidup terus karena Yesus Kristus, Putra Allah Yang Tunggal, Anak Domba Allah yang telah merelakan dirinya untuk menebus dosa mereka sebagai "korban" yang rela memikul dosa manusia dan kutuk dosa yang berjumlah tujuh itu. 

 

1. Penderitaan - Kejadian 3: 16 - Yesaya 53: 11

Kutuk yang pertama terdapat dalam Kejadian 3 : 16, "Penderitaan". Penggenapannya dipikul oleh Yesus sebagai mana tersurat dalam Yesaya 53 11, bahwa Dia adalah seorang yang "memikul semua kejahatan kita dan Dia membenarkan banyak orang". Alangkah mengesankannya bahwa didalam tulisan Tionghoa kata "kebenaran" (Yi) itu adalah terdiri dari "Domba" yang menudungi "Aku" (Wo) yang juga heran sekali terdiri dari dua radikal : "tangan" (Sou) dan (Ke) atau lembing, tombak atau kapak perang.  Domba itu menudungi "Aku" yang memegang lembing, atau membunuh "domba" yang menjadi "korban" penebus dosa kita itu. Dengan kata lain "Akulah orang berdosa (memegang tombak) sehingga menyebabkan kematian Yesus di kayu salib". Yesus mati karena kita manusia sudah melanggar perintahNya. Jadi sebenarnya dosa kitalah yang menyebabkan kematianNya. Yesus diberikan julukan "Orang yang penuh kesusahan" A Man of Sorrow.

(kebenaran)

 

2. Ketaklukan - Kejadian 3: 16, Galatia 4: 4

Kutuk yang kedua adalah "Takluk", yang disampaikan dalam kejadian 3:17, "Dan ia akan berkuasa keatasmu". Dengan kata lain, sang wanita harus "takluk" kepada suaminya. Wanita sebenarnya diciptakan sederajad dengan pria, Tetapi sebagai hukuman karena menyebabkan kejatuhan kepada suaminya, Adam, maka Hawa mendapat hukuman yaitu menjadi takluk kepada sang suami. Ini sebenarnya adalah merupakan rencana Allah yang penuh kasih dan kebijaksanaan. Hawa jatuh karena gantinya berjalan selalu bersama-sama dengan suaminya, dia telah berjalan sendirian saja, sebab itu hukuman ini adalah merupakan suatu "berkat yang terselubung" karena ketergantungan (ketaklukan) ini maka wanita sebenarnya didorong untuk mencari perlindungan dari pria, dan tidak mengambil keputusan sendiri-sendiri atau harus mempertahankan dirinya sendiri. Justru dengan sifat ketergantungannya ini menyebabkan pria menjadi lemah lembut terhadap mereka dan merasa betas kasihan dan menimbulkan perasaan bertanggung jawab untuk melindungi yang lebih lemah. Didalam Galatia 4:4; kita membaca bagaimana Yesus "takluk" kepada hukum Taurat. Hukum Taurat mengingatkan kepada kita apa yang patut dibuat dan tidak dibuat. Begitu pula sang suami harus menolong sang istri mengingatkan apa yang harus dibuatnya.  

   (aksara kuno "takluk")

 

3. Kutuk - Kej 3: 17, Galatia 3: 13

Hukuman yang ketiga adalah "kutuk" akibat pelanggaran, yang harus dipikul manusia, Kejadian 3:17. Dalam kasihNya Allah membiarkan manusia bekerja dan menderita kutuk yang dijatuhkan keatas tanah. Tadinya tanah menghasilkan buah-buahan yang sangat limpah sehingga tidak perlu dipacul atau dibajak, tidak perlu dibajak atau diberikan pupuk. Tetapi kutuk ini dipikul oleh Yesus sendiri dengan secara langsung dan sepenuhnya ketika Dia tergantung pada sepotong kayu yang kering akibat dosa itu. Galatia 3:13 mencatat bahwa "Kristus telah menebus kita dari Kutuk Hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita .....". Perhatikan bahwa yang menjadi kutuk itu bukan Hukum Tauratnya. Kutuk itu terjadi kepada orang yang melanggar. Sama dengan buku petunjuk mobil, hanya menunjukkan apa yang harus kita perbuat terhadap mobil kita sesuai dengan pengetahuan clan aturan main dari pihak pembuatnya. Kalau kita tidak mengikuti petunjuk buku itu, barulah terjadi "kutuknya", yaitu mobil kita akan rusak dan kita akan meresakan akibatnya.

 

 

4. Susah Payah - Kej 3: 17, Yesaya 53: 3

Kutuk berikutnya adalah "Susah Payah" - Kejadian 3:17. Akibat pelanggaran maka manusia yang tadinya hidup sebagai "raja" (Wang) sekarang harus bekerja dengan sudah payah untuk mencari rejekinya. Huruf "Wang" itu adalah terdiri dari tiga garis melintang sebagai pembagian wilayah kekuasaannya, yaitu langit, daratan dan lautan atau air. Tetapi sesudah berdosa garis yang ditengah yaitu daratan dimana dia hidup dicabut, sehingga manusia tergantung ditengah-tengah diantara langit dan bumi, dan huruf Wang tadi berubah menjadi huruf "Gung" yang artinya "Bekerja" ataupun "Pekerja" alias "Kuli" . Tetapi didalam Yesaya 53:3 kita membaca bagaimana Yesus, yang adalah Raja diatas Segala Raja, turun kedalam dunia menjadi "Pelayan" manusia dan menderita suatu kehidupan yang susah payah, sehingga Dia dikenal sebagai "seorang penuh kesengsaraan" (bahasa Inggrisnya : "A Man of Sorrow").

    

 

5. Duri - Kej 3: 18, Matius 27: 29

Kutuk yang kelima adalah "Duri" - Kejadian 3:17. Didalam bahasa Tionghoanya, "Ci" dan "JingJi" atau Onak Duri adalah kata majemuk yang dituliskan sebagai berikut : "rumput" + "dua pemberontak" + "pisau" = "Onak Duri";

Dengan kata lain, akibat pemberontakan dari kedua sejoli di taman Eden, Adam dan Hawa, maka terjadilah semak belukar, dan diputuskannya hukuman (dipotong pakai pisau) dan salah satu akibat hukuman ini ialah timbulnya Onak Duri diatas dunia. Lebih jauh, dalam bahasa Tionghoa kata majemuk dari Duri, kata yang kedua yang juga berarti duri adalah dituliskan dengan dua batang pohon yang diberikan batasannya merupakan pagar penghalang pada kedua pohon itu. Jadi "dua pohon" dihalangi dengan "pagar" pada masing-masing pohon itu = Duri.

Sungguh luar biasa! Kata yang lain untuk "Duri" adalah "Ci, dituliskan sebagai "yang dibatasi dengan pagar" dan didampingi dengan "pisau". Dengan kata lain, ada sebuah pohon didalam Taman Eden yang kemudian dibatasi, dipagari agar tidak dapat dihampiri lagi oleh manusia, sebagai akibat "hukuman" karena dosa mereka.

 

6. Keringat - Kej 3: 19, Lukas 22: 44

Hukuman manusia yang keenam adalah "Keringat" (Han)/Keringat dituliskan dengan "air" + "pemberontak" dengan kata lain, Keringat susah terjadi akibat manusia memberontak terhadap Tuhan Allah dengan melawan perintahNya. Tadinya didalam taman Eden tidak ada keringat karena suhu didalam Taman itu sangat sempurna, sejuk dan lebih nyaman dari ruangan yang dapat diatur suhunya dengan AC yang terbaik dan termahal didunia ini. Tetapi sebagai akibat pelanggaran mereka, maka dunia ini berubah keadaannya, dan manusia mulai berpeluh sebagai suatu peringatan bahwa dosa telah menjadi penyebab kondisi yang tidak menyenangkan ini, walaupun ini juga merupakan suatu "blessing in disguise", berkat yang terselubung, karena keringat ini adalah merupakan usaha tubuh untuk mengeluarkan racun-racun yang ada didalamnya.

Sekarang kita perhatikan ayat ini yang menunjukkan bagaimana Yesus, sebagai Penebus kita harus menanggung kutuk dosa ini juga, dan Dia adalah seorang yang kita tahu ketika Gethsemane, telah mencucurkan keringat yang terdiri dari butir-butir darah (Luk 22: 44).

  (peluh / keringat)

 

7. Kematian - Kej 3: 19, Filipi 2: 8

Hukuman yang terakhir, yang ketujuh adalah "Kematian", karena dari tanah asal mulanya manusia dan sebagai akibat dosa dia akan kembali kepada tanah pada saat kematian. Perhatikan bagaimana kata "kemuliaan" (Rung) itu digambarkan sebagai sepasang "api" (Ho), dimana kata "api" sendiri terdiri dari "orang" (ren) yang diapit oleh dua nyala atau percikan api.  Kedua api itu menaungi sebuah atap yang dibawahnya ada pohon, tentu ini berarti "pohon kehidupan". Jadi dengan kata lain ketika manusia "melindungi" "pohon kehidupan", atau mematuhi perintah Allah sehubungan dengan pohon kehidupan, maka mereka ada didalam kemuliaan, dari pakaian kebenaran, karena mereka belum melanggar atau berdosa. Tetapi kemudian kata "kuburan" adalah terdiri dari "dua api" yang menaungi atap yang menudungi tanah. Dengan kata lain kemudian manusia yang berdosa itu akan mati, atau kembali kepada tanah asalnya dan berada didalam kubur, yaitu ditutupi dibawah atap dan menjadi tanah. Didalam Filipi 2: 8 kita membaca bagaimana Yesus harus taat sampai "mati" yang paling dahsyat, yaitu mati di kayu salib.

Tetapi karena Kristus telah menanggung semua kutuk dosa yang ketujuh ini, maka Dia membebaskan kita dari akibat dosa ini apabila kita percaya dan menerima Dia menjadi Juru Selamat kita. Jadi dunia ini nanti akan dihilangkan dari akibat-akibat dan kutuk dosa itu, dan kemudian akan menjadi suatu dunia yang indah, penuh damai, dan kebahagiaan selama-lamanya.

Malam yang kelam pekat menudungi dunia ketika manusia melanggar di Taman Eden, tetapi dibalik kegelapab malam itu timbullah satu "Bintang Pengharapan" Bintang Daud yang membawakan berita penghiburan yang terbaik : Fu Yin, Kabar Baik, Euangelion, Baritu Nauli, Injil yang menjanjikan kedatangan Messias, Juru Selamat yang akan menanggung ketujuh Kutuk Dosa itu di atas tubuhNya sendiri untuk merenggut kita dari belenggunya.

Halelluyah, terpujilah namaNya selamanya!