W A K T U
(Menurut Alkitab dan menurut ilmu pengetahuan alam)



WAKTU MENURUT ALKITAB.

“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi”. Kejadian 1:1.

Menurut Alkitab waktu ada mulanya. Sebelumnya tidak ada langit, tidak ada bumi, tidak ada waktu. Setelah Allah menjadikan terang dan gelap, waktu juga punya suatu satuan “Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama” (Kejadian 1:5a). Hari adalah satuan waktu yang pertama menurut Alkitab. Hari
baru ada setelah ada langit, bumi, terang dan gelap. Waktu tidak ada sebelum langit dan bumi serta terang dan gelap tercipta.

Orang sering bertanya “Apa yang ada sebelum ada langit dan bumi?”. Yang ada hanyalah Allah. Karena Allahlah yang menciptakan langit dan bumi beserta segala isinya. Ada pula orang yang bertanya bagaimana mungkin ada terang sebelum matahari diciptakan? Saya balik bertanya: ”Mengapa tidak dapat?”. Manusia berpikir harus ada lampu dahulu.  Setelah lampu dinyalakan baru ada terang. Itu cara manusia. Allah tidak terikat oleh cara manusia. Cara Allah menciptakan ialah terang dahulu baru pada hari keempat Allah menciptakan matahari. Mengapa tidak dapat? Ibarat menggambar suatu lukisan. Anda dapat gambar matahari dahulu baru cahaya, tetapi Anda  dapat juga gambar cahaya dahulu baru matahari. Allah yang mahakuasa dapat menciptakan matahari dahulu baru cahaya, tetapi Allah dapat juga menciptakan cahaya dahulu baru matahari.

“Sebab dimata Mu seribu tahun sama seperti kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga diwaktu malam”.  Mazmur 90:4.

“………..dihadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari”. II Petrus 3:8b.

Menurut Alkitab waktu dimata Allah juga lain daripada dimata manusia. Ada yang tafsirkan kedua ayat diatas seolah-olah satu hari Allah tepat sama dengan seribu tahun manusia. Jadi Tuhan menciptakan alam semesta dalam waktu 6000 tahun. Saya tidak setuju dengan tafsiran ini. Perhatikan bahwa Mazmur 90:4 mengatakan bahwa dimata Allah seribu tahun sama seperti kemarin atau giliran jaga diwaktu malam. Giliran jaga diwaktu malam jelas bukan 24 jam, tetapi  dua jam, tiga jam atau maksimum 12 jam. Kalau 24 jam tentu sudah siang dan namanya bukan giliran jaga malam lagi. Baik  Musa maupun Petrus hanya menekankan bahwa arti waktu bagi Allah tidak sama dengan arti waktu bagi manusia.

Dalam pengertian masakini, menurut Alkitab, waktu mempunyai arti yang relatip. Secara tradisionil Musa adalah penulis dari Mazmur 90. Diduga bahwa Musa hidup sekitar 1600 tahun sebelum Kristus.



WAKTU MENURUT ILMU PENGETAHUAN ALAM.

Diduga orang Mesir kuno sudah mengenal matematika. Musa hidup ditengah-tengah zaman Mesir kuno.  Waktu itu orang Mesir sudah biasa buat piramida-piramida. Piramida adalah sebuah bentuk matematika.

Dizaman Yunani kuno, matematika dikembangkan a.l. oleh seorang yang bernama Euclidius. Dalam matematika Euclidius garis lurus dapat lurus tak terhingga. Waktu mempunyai arti yang “jelas” dan “mutlak”. Ruang dan waktu mempunyai arti yang mutlak dan kaku.  Waktu berjalan terus tanpa dapat diganggu oleh siapapun dan dalam keadaan apapun. Cara berpikir demikian diterima orang sampai akhir abad ke-19. Newton tidak menyangsikan ini dan dalam mekanika klasik yang dikembangkan Newton,  ruang dan waktu mempunyai arti yang mutlak dan kaku.  Sampai akhir abad ke-19 para ilmuwan apalagi kaum awam menerima teori-teori Newton sebagai mutlak benar. Peringatan David Hume pada umumnya diabaikan orang (Lihat artikel “Teori Geosentris versus teori Heliosentris” dan artikel  “Alkitab, filsafat dan ilmu pengetahuan alam”). Pada tahun 1905 Albert Einstein mengeluarkan teori relativitas yang menggegerkan dunia ilmu pengetahuan alam. Ruang dan waktu tidak lagi mempunyai arti yang kaku dan mutlak. 

Dalam artikel ini saya akan membatasi diri untuk membahas teori relativitas hanya mengenai waktu. Waktu tidak lagi punya arti yang kaku. Waktu tergantung pada posisi sipengamat waktu. Waktu untuk seorang pengamat yang ada dibumi lain dengan waktu bagi pengamat lain yang ada dipesawat ruang angkasa. Kalau kecepatan pesawat ruang angkasa rendah terhadap bumi, maka beda waktu itu tidak begitu terasa. Tetapi kalau kecepatan ruang angkasa itu mendekati kecepatan cahaya, maka perbedaan itu makin besar. Makin mendekati kecepatan ruang angkasa perbedaan itu makin besar. Jam dipesawat ruang angkasa berjalan lebih lambat. Kecepatan cahaya kira-kira 300.000 km/detik. Kalau kecepatan pesawat ruang angkasa mencapai kecepatan cahaya (seumpama
dapat) maka waktu dipesawat ruang angkasa itu berhenti.

Einstein bukan orang yang pertama yang mengeluarkan ide mengenai relatifnya ruang dan waktu. Sebelumnya sudah ada ilmuwan lain, tetapi Einstein yang pertama menguraikannya secara mendetail dan mendalam disertai rumus--rumus matematika. Konsekwensi dari teori ini kalau benar adalah luar biasa besarnya. Kalau seorang astronot pergi naik pesawat ruang angkasa yang mencapai kecepatan 0.999 kali kecepatan cahaya maka i0 bulan bagi sang astronot sama dengan 18 tahun bagi manusia dibumi. Kalau waktu berangkat istri sang astronot baru melahirkan anak perempuan, maka setelah sang astronot pulang dari perjalanannya selama 10 bulan, ia dapati anak
perempuannya telah menjadi gadis remaja umur 18 tahun.

Fantastis? Tidak masuk akal? Dapatkah Anda buktikan bahwa Einstein Salah? Memang percobaan-percobaan sampai sekarang belum ada yang membuktikan teorinya benar atau salah untuk jangka waktu 18 tahun dan kecepatan 0.999 c. Tetapi percobaan-percobaan dengan kecepatan lebih rendah dan beda waktu beberapa nanodetik mendukung teori Einstein.

Apakah teori Einstein ini dapat dibuktikan benar atau dapat dibuktikan salah, apakah teori Einstein dapat diverifikasi atau falsifikasi?  Sebuah percobaan diambil pada tahun 1971. Dua orang akhli fisika dari Amerika Serikat J.C. Hafele dan Richard Keating membuat percobaan dengan jam atom
Ceasium. Jam ini sangat teliti.  Diambil 12 jam Caesium dan semuanya distel sama precies. Empat buah jam Caesium ditaruh dipangkalan US Naval Observatory di-Washington D.C. Empat buah jam ditaruh dipesawat jet dan diarahkan ke-Barat. Empat jam lain ditaruh dipesawat jet lainnya dan diarahkan ke-Timur. Kedua jet itu diberangkatkan pada saat yang bersamaan dan mengitari bumi selama tiga hari tiga malam. Setelah sampai kembali kepangkalan semua jam diperiksa dengan teliti. Ternyata yang ke-Timur semua terlambat 59 nanodetik dan yang ke-Barat terlambat 237 nanodetik
dibandingkan dengan yang ada dipangkalan. 1 nanodetik =     ______1____
                                                                                               1.000.000.000 detik.



Yang menuju ke-Timur melawan perputaran bumi dan yang ke-Barat searah dengan perputaran bumi. Perhitungan matematis menurut teori Einstein selisihnya seharusnya 40 dan 275 nanodetik.  Selisih inipun mungkin karena salah observasi atau ketidak teletian ke-12  Caesium tersebut.


Bandingkan kedua pernyataan berikut dari Alkitab dan dari perhitungan teori Einstein:

“………..dihadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari”. II Petrus 3:8b.

Bila kecepatan kapal ruang angkasa v = 0,999 999 999 996 c maka satu hari bagi manusia diruang angkasa sama seperti seribu tahun  bagi manusia dibumi.

Fantastis? Tidak dapat dipercaya? Dapatkah Anda buktikan bahwa perhitungan diatas salah? Dapatkah Anda falsifikasi perhitungan diatas?

Sekarang timbul pertanyaan darimana Musa dan Petrus bisa tahu relativitas waktu? Einstein baru mengemukakannya pada tahun 1905. Petrus telah tahu kira-kira 1900 tahun sebelumnya  dan Musa kira-kira 3500 tahun sebelumnya. Darimana mereka tahu? Hanya ada satu keterangan ialah Allah telah memberi wahyu kepada mereka.

Ruang dan massa juga hanya mempunyai pengertian relatif, tergantung pada posisi sipengamat. Tetapi hal itu tidak akan saya bahas disini. Bagi yang berminat silahkan cari sumber lain a.l. “Relativity. The Special and the General Theory” oleh Albert Einstein.

Dengan pengertian baru ini, ialah relatifnya ruang waktu dan massa, tidak terlalu sulit lagi untuk menerima pernyataan Allah bahwa Dia menciptakan langit bumi beserta segala isinya dalam waktu enam hari. (Lihat artikel : “Kembali kekitab Kejadian”). Buffon mengira bahwa bumi terjadi dalam waktu 75.000 tahun, Kant-Laplace mengira 5.000.000.000 tahun, George Gamow 3.500.000.000 dan Stephen Hawking 15.000.000.000 tahun.  Mengapa kalau dikatakan alam semesta terjadi 10.000 tahun yang lalu, orang masa kini sulit menerima? Serem karena begitu dekat dengan masakini? Lebih aman kalau mengatakan 5.000.000.000 tahun yang lalu? Yang kedua memberi orang rasa aman?

Ada yang mengemukakan bahwa ada bukti ilmiah lapisan tanah, batu-batu, fossil-fossil sudah berusia jutaan atau miliaran tahun. Saya katakan, setelah saya pelajari dengan seksama sesungguhnya tidak ada bukti ilmiah yang betul-betul ilmiah dalam artikata dapat diselidiki dengan seksama dan dapat diulangi, yang menjadi bukti ilmiah yang sejati. Teori-teori mengenai radioaktip dsb dapat dibantah dengan mudah. Banyak ketidakjujuran diantara para evolusionis. Mereka lebih banyak mengemukakan iman bahwa evolusi pernah terjadi daripada bukti-bukti ilmiah yang betul-betul ilmiah.

Dapat dikatakan 6 hari bagi Allah adalah bagaikan 75.000 tahun bagi Buffon dsb. Sebagai orang Kristen kita percaya bahwa Allah lebih tahu dari manusia yang manapun berapa lama dan bilamana Allah menciptakan alam semesta. Dan melalui Alkitab Allah telah beritahu manusia bahwa Allah telah menciptakan alam semesta dalam waktu 6 hari. Halleluyah!

Jakarta, Juli 2001.