ALKITAB, FILSAFAT DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

Oleh Ir Stanley I. Sethiadi.

 

1. PRAKATA.

Pergumulan "Alkitab, Filsafat dan Ilmu Pengetahuan Alam" adalah studi dan pergumulan hidup saya sampai sekarang (tahun 2003). Pada bulan April 1964 (umur 25 tahun) saya lulus dari ITB jurusan elektroteknik. Antara 1964-1994 saya mendapat nafkah saya dari bidang teknik. Tetapi saya senantiasa mengikuti perkembangan mutakhir dari ilmu pengetahuan alam praktis maupun teoretis. Saya juga mempelajari filsafat terutama filsafat ilmu pengetahuan. Teologi baru saya pelajari secara serius sejak 1994. Semua kesaksian dan artikel yang dimuat di-"Sahabat Surgawi" semoga jadi berkat bagi yang membacanya. Semua ini demi kemuliaan nama Allah Tritunggal yang saya sembah. Kalau ada satu atau lebih orang yang imannya dikuatkan olehnya, maka tujuan saya tercapai. Semoga ada diantara mereka yang lebih qualified dari saya, yang tergerak untuk mempelajari dan mengamalkan persoalan ini lebih dalam dan lebih luas dari saya.

Pada saat ini, saya amati ada banyak sekali salah pengertian dari orang Kristen akan hakekat ketiganya Alkitab, Filsafat dan Ilmu Pengetahuan Alam. Banyak teolog (tidak semua) yang mempunyai persepsi yang salah mengenai apa itu yang disebut "ilmiah". Mulai dari Tubingen Schule di-Jerman banyak teolog mengira bahwa mereka harus mempelajari Alkitab secara "ilmiah". Mereka kembangkan apa yang mereka sebut sebagai "Studi Kritis Alkitab" ("Biblical Critical Studies"). Mereka kira studi itu adalah ilmiah, oleh karena itu benar. Mereka lalu kembangkan suatu teologi yang ada yang menyebut "Teologi Modern" dan ada yang sebut "Teologi Liberal". Teologi Liberal makin lama makin jauh menyimpang dari Alkitab dan tidak lagi menyentuh hati nurani dan rasio jemaat. Akibat kesalah pahaman ini gereja-gereja di-Eropah Barat menjadi makin lama makin kosong, ditinggalkan jemaatnya. Di-Amerika Serikat keadaan belumlah separah Eropah Barat karena disana sekitar tahun 1920, ada suatu gerakan besar untuk "Kembali ke-Alkitab". Di-Eropah Barat ada juga gerakan seperti itu, tetapi kecil-kecilan. Di-Indonesia mulai ada teolog liberal lulusan STT tertentu. Mereka mulai berusaha mempopulerkan teologi liberal yang mereka anut. Saya merasa sangat terbeban untuk menunjukkan kesalah pengertian mereka. Semoga Allah melindungi Indonesia dari kebodohan yang terjadi di-Eropah Barat mengenai hal ini. Dan semoga Eropah Barat boleh sadar akan kekeliruan mereka dan iman yang benar boleh kembali di-Eropah Barat.

Bila Anda ada pertanyaan yang berhubungan dengan Alkitab dan Ilmu Pengetahuan Alam terutama teori Heliosentris dan teori Evolusi yang belum tercakup dalam kesaksian-kesaksian dan artikel-artikel saya di-Sahabat Surgawi, silahkan hubungi saya. Saya akan jawab sebaik mungkin dan mungkin jawaban tersebut akan menjadi artikel berikut. Alamat email saya ialah Sethiadi@telkom.net atau Sethiadi@bozz.com. Bagi yang dapat berbahasa Inggris Anda juga dapat hubungi website Institute for Creation Research di http://www.icr.org .

 

2. PENGANTAR.

"Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan segala binatang yang merayap di bumi".

(Kejadian 1:28b).

Sejak awal terjadinya manusia, sejak Kejadian 1, Allah telah memerintahkan manusia untuk menundukkan alam dan segala binatang-binatang. Allah telah memberikan manusia otak untuk dipakai mengembangkan ilmu pengetahuan untuk menaklukan alam. Akal manusia adalah anugerah Allah yang diberikan manusia untuk dipakai untuk mengerti FirmanNya dan menundukkan alam. Tetapi sayang ada manusia yang memakai akal pemberian Allah ini untuk melawan Allah. Ada teolog-teolog yang menggunakan apa yang mereka kira adalah "metode ilmiah" untuk mengritik Firman Allah dengan apa yang mereka sebut "Studi Kritis Alkitab". Hendaknya para teolog tersebut mengerti dahulu dengan jelas apa itu metode ilmiah. Metode ilmiah sangat baik untuk dipakai menundukkan alam, tetapi jangan dipakai untuk mengritik Firman Allah dengan "Studi Kritis Alkitab", terutama apa yang mereka sebut sebagai "Kritik Atas" atau "Higher Criticism" yang sangat melemahkan iman, padahal belum tentu benar dan tidak pernah dapat dibuktikan benar. Saya kini melangkah setapak lebih jauh dengan mengatakan bahwa kesimpulan "Higher Criticism" yang melemahkan iman Kristen adalah salah.

 

3. AGAMA KRISTEN DAN ILMU PENGETAHUAN MULA-MULA .

Mula-mula tidak ada pertentangan antara agama Kristen dan ilmu pengetahuan. Adam mungkin hanya makan buah-buah yang dapat dipetiknya dengan mudah. Itulah "teknologi" yang dikuasai Adam. Apakah "agama" Adam? Agama Adam adalah apapun yang diwahyukan Allah kepada Adam. Adam sudah tahu bahwa ia diciptakan Allah. Ia tahu bahwa ada yang diizinkan Allah dan ada yang dilarang. Ia juga sudah tahu bahwa melanggar larangan Allah adalah dosa dan berakibat ia dan Hawa diusir dari taman Firdaus. Zaman Kain dan Habel teknologi sudah mulai berkembang lebih jauh. Habel menjadi gembala kambing domba dan Kain menjadi petani (Kejadian 4:2). Teknologi pertanian dan peternakan sudah mulai dikembangkan. Agama zaman Kain dan Habel juga sudah mulai ada perkembangan. Mereka sudah mengadakan korban persembahan (Kejadian 4:3,4).

Kemudian Nuh sudah dapat buat bahtera. Korban persembahan juga telah menjadi lebih kompleks. Anak-cucu Nuh sudah dapat buat menara Babel (Kejadian 11). Pada zaman Musa agama berkembang dan dengan wahyu dari Allah, Musa meletakkan dasar-dasar agama Yahudi dan Kristen. Orang-orang Mesir waktu itu sudah dapat buat piramida-piramida.

4. ZAMAN YUNANI KUNO.

Zaman Yunani kuno mulai abad ke-enam sebelum Kristus. Orang pertama yang mendapat kehormatan disebut sebagai filsuf pertama ilmu pengetahuan alam adalah Thales dari Milletos. Thales berpendapat bahwa asas pertama adalah air. Anaximandros berpendapat asas pertama ialah "yang tak terbatas" (to apeiron). Anaximenes berpendapat asas pertama adalah udara. Kemudian filsafat berkembang makin lama makin kompleks. Yang paling terkenal ialah Socrates (470-399). Plato (427-347) dan Aristoteles (384-322). Archimedes mengembangkan ilmu pengetahuan praktis.

Diduga Socrates hidup semasa dengan Maleachi, nabi terakhir dari perjanjian lama. Menurut banyak teolog, setelah Maleachi Allah tidak memberi wahyu sampai kelahiran Yesus Kristus diabad pertama setelah Kristus.

 

5. ZAMAN PATRISTIK.

Awal berkembangnya agama Kristen pada abad pertama, sudah ada pemikir-pemikir Kristiani yang menolak filsafat Yunani. Mereka berpendapat bahwa setelah Allah memberikan wahyu kepada manusia, maka mempelajari filsafat Yunani yang non-Kristen dan non-Yahudi adalah sia-sia bahkan berbahaya. Salah seorang pemuka pikiran ini ialah Tertulianus (160-222). Tetapi pemikir-pemikir Kristen lain ada yang juga mempelajari filsafat Yunani, a.l. Yustinus Martir (?-165), Klemens dari Alexandria (150-215), Origines(185-254). Gregorius dari Nanzianza (330-390), Basilius Agung (330-379). Gregorius dari Nyssa (335394) menciptakan suatu sintesa antara agama Kristen dengan kebudayaan Hellenistik (filsafat Yunani), tanpa mengorbankan apapun dari kebenaran agama Kristen. Tetapi ada juga karangan-karangan yang diduga ditulis oleh Dionysios yang sangat berbau neoplatonis.

Bapak gereja yang paling besar dari zaman Patristik ini ialah Augustinus (354-430). Ia menulis a.l.. "Confesiones" (pengakuan-pengakuan), "De Civitate Dei" (kota Allah). Augustinus diakui sebagai Bapak Gereja yang besar oleh orang-orang Katolik Roma maupun orang-orang Protestan. Dalam teologinya jelas ada pengaruh Plato. Tetapi pada umumnya ia berpegang ketat pada Alkitab yang diterimanya sebagai Firman Allah.

ZAMAN SKOLASTIK DAN ABAD PERTENGAHAN.

Abad ke-5 sampai abad ke-9 terjadi perpindahan bangsa-bangsa. Suku bangsa Hun pindah dari Asia ke-Eropah. Bangsa Jerman pindah pindah melewati perbatasan kerajaan Romawi. Dan begitu seterusnya. Eropah kacau balau. Perkembangan teologi dan filsafat tidak begitu besar. Nama seperti Boethius (480-534) dan Alcuinus berasal dari masa ini.

Baru pada akhir abad ke-9 muncul nama-nama yang mempengaruhi teologi dan filsafat seperti Johanes Scotus Eriugena (810-877), Anselmus dari Canterbury (1033-1109), Petrus Abelardus (1079-1142), Ibn Sina (980-1037) orang Arab dengan nama latin Avicenna, Ibn Rushd (1126-1198) juga orang Arab dengan nama latin Averroes,Moses Maimodes (1135-1204) orang Yahudi, Bonaventura (1221-1274), Albertus Agung (1205-1280) dan yang paling terkenal ialah Thomas Aquinas (1225-1274). Thomas Aquinas sangat terpengaruh oleh filsafat Aristoteles. Orang Katolik terima Thomas Aquinas sebagai Bapak gereja. Orang protestan banyak menolak argumen-argumen Thomas yang terlalu terpengaruh oleh Aristoteles sehingga kadang-kadang menyimpang dari exegese yang sehat dari Alkitab.

Yang mau saya tekankan disini adalah bahwa teologi dan filsafat saling mempengaruhi walaupun ada peringatan dari Tertulianus akan bahayanya pengaruh filsafat non-Kristen pada iman Kristiani. Kalau pada zaman Patristik pengaruh Plato yang terasa sangat dominan pada teologi masa itu, pada zaman abad pertengahan pengaruh Aristoteles yang sangat dominan.

6. ZAMAN MODERN.

Abad Pertengahan berakhir pada abad ke-15 dan kemudian disusul dengan zaman Renaissance. Zaman Renaissance berlangsung pada akhir abad ke-15 dan 16. Kesenian, sastra musik berkembang dengan pesat. Ada suatu kegairahan baru, suatu pencerahan. Ilmu pengetahuan mulai dikembangkan oleh Leonardo da Vinci (1452-1519), Nicolaus Copernicus (1473-1543), Johannes Kepler (1571-1630), Galileo Galilei (1564-1643).

Renaissance dilanjutkan dengan abad rasio (The age of Reason) pada abad ke-17 dan abad pencerahan (The age of enlightenment) pada abad ke-18. Karya Galileo Galilei diteruskan oleh Sir Isaac Newton (1642-1727) dll. Filsafat dikembangkan oleh Francis Bacon (1561-1623), Rene Descartes (1596-1650), Baruch de Spinoza (16321677), G.W. Leibnitz (1646-1716), Blaise Pascal (1633-1662), G. Berkeley (1665-1753), David Hume (1711-1776), Imanuel Kant (1724-1804) dll.

Newton mengembangkan Fisika Klasik. Newton sering disebut sebagai Bapak ilmu pengetahuan alam modern. Pada tahun 1687 Newton menulis bukunya yang sangat terkenal : "Philosophiae naturalis principia mathematica". Ilmu pengetahuan alam berkembang dengan pesat. Makin lama makin pesat. Timbul suatu optimisme akan kesanggupan manusia. Kewibawaan gereja menjadi sangat merosot karena peristiwa Copernicus/Galileo. (Lihat artikel "Teori Geosentris versus Teori Heliosentris").

Semua perkembangan dalam filsafat dan ilmu pengetahuan alam ini mempunyai dampak yang sangat besar pada iman orang Kristen. Para teolog masa itu sangat terpengaruh dengan filsafat dan ilmu pengetahuan alam masa itu. Ini nampak jelas dalam teologi mereka. Pengaruh ini ada positifnya tetapi ada juga negatipnya. Pengaruh positip (menurut orang-orang Protestan) adalah Gerakan Reformasi. Orang-orang Katolik Roma mula-mula sangat mengutuk gerakan ini.

 

7. GERAKAN REFORMASI.

Reformator yang paling besar adalah Martin Luther (1483-1546). Sebelum Luther sebenarnya sudah ada reformator-reformator lain seperti John Wycliffe (1325-1384) di-Inggris dan Johanes Hus (..-1415) di-Bohemia. Huss dibakar hidup-hidup oleh Paus Johanes XXIII pada tanggal 6 Juli 1415. Tetapi teologi mereka masih sangat terbatas dan pengaruh mereka didunia juga masih sangat terbatas. Erasmus (1466- ) juga mempunyai pengaruh yang besar pada Luther. Mereka adalah perintis reformasi teologi. Perjuangan Martin Luther diteruskan oleh John Calvin, Zwingli dan lain-lain. Setelah Luther mengadakan reformasi teologis, berdirilah gereja-gereja reformasi mula-mula diseluruh Jerman, tetapi kemudian diseluruh dunia. Pada tanggal 31 Oktober 1514 Luther memasang 95 dalil digereja Wittenberg. Sampai kini, tanggal 31 Oktober diperingati sebagai hari reformasi.

Disatu pihak gerakan Reformasi kembali ketafsiran atau exegese yang sehat dari Alkitab. Mula-mula ada satu gereja reformasi. Tetapi karena banyak orang yang menafsirkan Alkitab, dan tafsiran ini berbeda-beda diantara para penafsir, gereja reformasi terpecah-pecah lagi menjadi beberapa denominasi. Denominasi-denominasi ini makin lama makin banyak. Hal ini berlangsung sampai sekarang.

Abad ke-19 disebut "The Age of Ideology" dan abad ke-20 disebut "The Age of Analysis". Ilmu pengetahuan alam berkembang dengan sangat pesat. Teknologi dan ilmu kedokteran ialah penerapan praktis dari ilmu pengetahuan alam berkembang dengan sangat pesat, makin lama makin pesat.

Dalam artikel "Pengaruh iman pada ilmu pengetahuan dan pengaruh ilmu pengetahuan pada iman", telah kita bahas saling mempengaruhi keduanya, Tentu saja keduanya juga terpengaruh perkembangan filsafat. Waktu trend filsafat adalah pada rationalisme, maka pengaruhnya sangat besar pada ilmu pengetahuan maupun pada agama.

 

 

8. KONSEP KEBENARAN DALAM FILSAFAT.

Apakah filsafat dapat membawa manusia kepada kebenaran? Para filsuf dizaman Yunani kuno, tidak berani mengatakan bahwa mereka telah memiliki kebenaran. Filsafat berasal dari kata Yunani Philo=Mencintai dan Sophia=Kebijaksanaan. Seorang filosof atau filsuf adalah orang yang mengaku mencintai kebenaran. Mereka tidak pernah claim telah mendapat kebenaran.

Kiita lihat bahwa para filsuf saling membantah dan saling mengritik satu dengan lain, Umpama waktu rationalisme Eropah kontinental sedang ngetrend, di-Inggris dikembangkan Empricisme. Sesuatu biarpun masuk akal, kalau bertentangan dengan pengamatan, yang mana yang "lebih benar"? Kalau orang melempar sepotong kayu kecil dan sebuah batu besar pada saat yang bersamaan, yang mana akan sampai ketanah lebih dahulu? Rasio dan perasaan manusia mengatakan batu besar akan sampai lebih dahulu. Tetapi percobaan yang dilakukan Galileo dari menara Pisa menunjukkan mereka jatuh pada saat yang bersamaan. Yang mana yang lebih dapat dipercaya? Kesimpulan rational atau kesimpulan experimental? Tentu saja kesimpulan experimental.

Ilmu pengetahuan alam kemudian memakai keduanya. Kalau percobaan mendukung kesimpulan rational orang lebih percaya kesimpulan tersebut. Tetapi kalau percobaan membantahnya, orang lebih percaya kesimpulan experimental atau kesimpulan empiris. Jadi apakah kesimpulan empiris "lebih benar" dari kesimpulan rational? Galileo dan Newton memang berpendapat begitu. Para ilmuwan setelah Newton pada umumnya mengambil sikap ini. Imanuel Kant (1724-1804) berusaha untuk menjembatani rasionalisme dan empiricisme.

Lalu apakah suatu kesimpulan empiris mutlak benar? Seorang filsuf dari Scotlandia David Hume (1711-1776) telah memberi peringatan bahwa kesimpulan empiris tidak pernah dapat dibuktikan benar. Ia menyangsikan bahwa ilmu pengetahuan pernah dapat mencapai kebenaran mutlak.

Kesimpulan umum ialah bahwa filsafat tidak pernah dapat membawa manusia kepada kebenaran, dalam artikata kebenaran "mutlak". Kebenaran relatip dan subjektip mungkin ada, tetapi kebenaran objektip dan mutlak? Tidak ada filsuf yang berani claim bahwa ia telah mendapat kebenaran mutlak dan objektip.

 

9. KONSEP KEBENARAN DALAM ILMU PENGETAHUAN.

Kalau dalam dunia filsafat para filsuf saling membantah satu sama lain, lain halnya dengan dunia ilmu pengetahuan terutama ilmu pengetahuan alam. Orang mengulangi percobaan-percobaan yang diambil Galileo dan Newton, hasilnya selalu mendukung kebenaran teori-teori dan rumus-rumus mereka

Walaupun Galileo dan Newton orang-orang yang beragama, hasil penemuan mereka sering dipakai orang untuk menyerang agama. Manusia dengan kecerdasan semata-mata dapat mencapai kebenaran. Tidak diperlukan wahyu. Kepercayaan akan hasil experimental manusia lebih dapat dipercaya daripada wahyu. Peringatan David Hume bahwa hasil eksperimen berapapun banyaknya tidak dapat mencapai kesimpulan yang mutlak benar praktis tidak ada yang gubris. Deisme, Materialisme, Agnosticisme dan Ateisme tumbuh dengan subur. Kewibawaan para rohaniwan makin merosot. Kalau zaman Copernicus para ilmuwan mencari pembenaran dari para Rohaniwan, mulai abad ke-18 sampai sekarang banyak rohaniwan (tidak semua) mencari pembenaran dari para ilmuwan. Newton dan metode ilmiah cara Newton sangat didewa-dewakan, termasuk oleh banyak rohaniwan. Kesimpulan-kesimpulan ilmiah oleh banyak orang, para ilmuwan, para rohaniwan apalagi kaum awam dianggap mutlak benar.

Optimisme bahwa manusia dapat mendapat kebenaran mutlak dengan metodemetode Newton makin tumbuh awal abad ke-19. Abad ke-19 disebut orang "The age of idiology". Ilmu Pengetahuan Alam dengan produknya teknologi dan terapi kedokteran berkembang dengan pesat. Teknologi mesin, listrik, komunikasi, kimia, ilmu kedokteran dll berkembang dengan sangat mengagumkan orang.

Orang makin yakin akan kebenaran mutlak dari ilmu pengetahuan alam terutama teori Newton. Teori-teori yang telah didukung oleh banyak sekali pengamatan-pengamatan dan percobaan-percobaan tidak lagi disebut teori tetapi naik pangkat menjadi hukum. Jadi kita kenal hukum Newton, hukum Ohm, hukum Mendel dll.

Pada akhir abad ke-19 diamati gejala-gejala yang mulai menggelisahkan para ilmuwan. Dalam gerakan Mercurius ada selisih 3 detik radian per abad. Selisih ini memang sangat sedikit, tetapi menggelisahkan para astronom. Kalau hukum Newton mutlak benar seharusnya tidak ada selisih itu. Pada perhitungan gaya tarik antar galaxy dengan rumus Newton ada penyimpangan. Makin besar jaraknya, makin besar penyimpangannya. Waktu itu dibidang fisika atom orang sudah dapat mempercepat elektron-elektron dalam accelerator. Pada kecepatan mendekati cahaya kembali diamati penyimpangan-penyimpangan. Makin mendekati kecepatan cahaya penyimpangannya makin besar. Par ilmuwan makin gelisah, tetapi belum ada yang tahu jawabannya.

Pada tahun 1905 seorang muda berumur 26 yang tidak dikenal, seorang pegawai kantor paten di-Swiss menulis sebuah artikel singkat dan mengirimnya kemajalah ilmu pengetahuan alam "Annalen der Physic". Artikel itu kemudian menggegerkan dunia ilmu pengetahuan alam sedunia. Artikel itu kemudian dikenal dengan nama "The Special theory of Relativity". Dalam waktu sangat singkat nama pegawai kantor paten tersebut menjadi terkenal. Namanya adalah Albert Einstein. Pada tahun 1916 Einstein menulis "The General theory of Relativity".

Sampai sekarang teori Newton masih diajarkan disekolah menengah karena relatif mudah dimengerti. Teori relatif Einstein sangat sulit untuk dimengerti. Tetapi untuk menerangkan ketiga gejala tersebut diatas, teori Einstein lebih memuaskan daripada teori Newton. Untuk kecepatan rendah dibandingkan dengan kecepatan cahaya dan jarak dekat dibandingkan jarak antar galaxy, sampai sekarang orang lebih bnyak pakai teori Newton. Tetapi untuk menerangkan gejala alam secaara keseluruhan, para ilmuwan pada umumnya berpendapat bahwa teori Einstein lebih memuaskan daripada teori Newton. Hal ini mempunyai dampak yang sangat besar dalam pemikiran dunia intelektual. Peringatan David Hume mau tidak mau dipikirkan orang lagi.

Sir James Jean (1877-1946) menulis (James Jean "Physics and Philosophy", see "The philosophers of science", Random house, 1954, page 370): "In real science also a hypothesis can never be proved true. If it is negatived by future observations we shall know it is wrong, but if future observations confirm it we shall never be able to say it is right since it will always be at the mercy of still further observations".

Albert Einstein menulis (Albert Einstein "Relativity. The Special and the General Theory", Bonanza Books, New York 1952, page 123-124): "The Theory finds the justifications for its existence in the fact that it correlates a large number of single observations and it is just here that the 'truth' of the theory lies".

David Halliday menulis ( David Hallliday "Introductory Nuclear Physics" John Wiley and Sons, New York, 1958, page 4) : "It is the role of theory to give, on the basis of as few hypotheses as possible, a simple description of as many experiments as possible. The question of the 'ultimate truth' of the hypotheses simply does not arise".

Karl Popper (1902-1994) menulis (Kees Bertens "Filsafat Barat Abad XX jilid I, page 73, Gramedia, Jakarta, 1983) : "Dengan observasi terhadap angsa-angsa putih -betapapun besar jumlahnya- orang tidak dapat sampai pada teori bahwa semua angsa berwarna putih. Tetapi cukuplah satu observasi terhadap seekor angsa hitam untuk menyangkal teori tadi".

Stephen Hawking menulis (Stephen Hawking "A brief history of time", Bantam Books, Toronto, New York, London, Sydney, Auckland, 1988, page 10): "Any physical theory is always provisional, in the sense that it is only a hypothesis: you can never prove it. No matter how many times the results of experiments agree with some theory, you can never be sure that the next time the result will not contradict the theory. On the other hand you can disprove a theory by finding even a single observation that disagrees with the predictions of the theory."

Praktis semua ilmuwan dan filsuf ilmu pengetahuan terkemuka dalam abad ke-20 ini menyimpulkan bahwa:

SEBUAH TEORI ILMIAH, TIDAK PERNAH DAPAT DIBUKTIKAN BENAR. MAKSIMAL DAPAT DIKATAKAN IA BELUM TERBUKTI SALAH.

 

10. PERNYATAAN KEBENARAN YESUS.

Yesus menyatakan : Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. (Yoh 14:14a)

Pernyataan diatas adalah pernyataan Yesus, pernyataan Allah dan bukan konsep manusia. Manusia hanya bisa percaya atau tidak percaya. Sia-sia manusia mencari kebenaran dalam filsafat, ilmu pengetahuan atau spekulasi-spekulasi manusia lainnya. Yesus adalah alpha dan omega. Yesus adalah kebenaran dan kebenaran adalah Yesus.

 

11. KESIMPULAN-KESIMPULAN DAN ANJURAN-ANJURAN.

Apa yang diperingatkan Tertulianus pada abad pertama bahwa bagi orang Kristen mempelajari filsafat Yunani tidak ada gunanya bahkan berbahaya ada benarnya. Kita lihat dari uraian diatas bahwa bila seorang teolog terkesan pada filsafat Plato, maka dalam uraian-uraian teologisnya mau tidak mau ia masukan filsafat Plato (Augustinus). Bila ia terkesan pada filsafat Aristoteles, ia masukan filsafat dan metode berpikir Aristoteles dalam teologinya (Thomas Aquinas). Dizaman modern, bila ia terkesan akan rasionalisme ia masukan filsafat rasionalisme. Demikian dalam teologi modern kita lihat pengaruh existensialisme, fenomenologisme dll. Kini orang sedang kembangkan filsafat post modern. Sudah ada teologi yang terpengaruh post modernisme. Semua itu sudah tidak murni ajaran Allah lagi, tetapi ajaran Allah dicampur ajaran manusia. Augustinus dan Calvin biarpun tidak dapat menghindarkan diri dari kepercayaan mereka diluar Alkitab, sangat menghormat Alkitab sebagai Firman Allah. Jadi dari pelbagai teologi yang ada, teologi Augustinus dan Calvin relatip murni.

Tentu saja orang tidak dapat menutup mata akan dunia sekelilingnya termasuk orang Kristen. Tetapi hendaklah pemikir-pemikir Kristen menyadari akan sejarah pemikiran Kristen seperti telah saya uraikan diatas sepintas lalu. Orang Kristen, baik filsuf, ilmuwan, teolog, penatua, aktivis gereja maupun jemaat "biasa", hendaknya menaruh Firman Allah yaitu Alkitab jauh diatas segala teori-teori buatan manusia. Belajarlah dari sejarah. Jangan mengutuk, tetapi jangan pula kompromikan Firman Allah dengan teori manusia yang manapun. Dalam artikel "Teori Geosentris versus teori Heliosentris" kita lihat bahwa kutukan gereja pada teori Geosentris membuat generasi teolog berikutnya jadi salah tingkah. Kemudian mereka kompromi dengan teori Heliosentris. Padahal teori Heliosentris dalam pandangan astronomi abad ke-20/21 sama benarnya atau sama salahnya dengan teori Geosentris. Tetapi generasi teolog yang kompromikan Alkitab dengan teori Heliosentris tersebut mengutuk teori evolusi mulai dari Buffon apalagi Darwin (1849). Kemudian generasi teolog berikutnya lagi jadi salah tingkah dan kompromi lagi. Saya telah tunjukkan bahwa teori evolusipun belum tentu benar bahkan tidak pernah dapat dibuktikan benar. Teori ilmiah yang manapun tidak pernah dapat dibuktikan benar.

Setelah saya mempelajari teologi, walaupun saya tidak pernah dapat gelar apa-apa sampai sekarang, saya juga tarik kesimpulan bahwa hal yang sama berlaku untuk teologi buatan manusia. Teologi seseorang sesungguhnya adalah tafsiran orang itu akan Alkitab. Teologi atau tafsiran Alkitab manusia manapun tidak pernah dapat dibuktikan benar. Teologi manusia manapun dibiaskan oleh asumsi-asumsi mulanya, oleh prasangka-prasangkanya, intuisi, perasaan dan pengalaman-pengalamannya, oleh teori-teori, filsafat-filsafat yang dibacanya. Yang mutlak benar hanyalah Allah. Kebenaran Allah adalah mutlak dan tak terbatas. Tetapi begitu Allah mau wahyukan sesuatu kepada manusia, maka haruslah dipakai pengertian-pengertian dan bahasa manusia yang serba terbatas. Alkitab adalah Firman Allah, tetapi ditulis, diteruskan, dikutip, diterjemahkan, dicetak dan dibaca oleh manusia yang serba terbatas. Manusia yang terbatas berusaha mengerti Allah yang tak terbatas. Allah tidak dapat salah, tetapi manusia dapat salah. Itulah sebabnya tafsiran orang Katolik sedikit lain dengan orang Protestan dan sedikit lain dengan orang Kharismatik. Tetapi walaupun tafsiran manusia akan Firman Allah dapat salah, kita tetap harus berusaha untuk mendapat pengertian yang sebaik-baiknya. Kita tetap harus berusaha untuk mendapat tafsiran Alkitab yang sebaik-baiknya. Yang terbaik adalah jangan tafsirkan Alkitab. Terima Alkitab seperti adanya. Saya setuju usaha manusia untuk mendapat Alkitab yang seasli mungkin. Usaha ini disebut juga "Kritik Bawah" atau "Lower Criticism" atau "Text Criticism". Asal kita ingat bahwa "Lower Criticism"-pun kalau itu adalah studi ilmiah maka kesimpulannya tidak pernah dapat dibuktikan benar, maksimal dapat dikatakan belum terbukti salah. Walaupun saya mempelajari juga "Higher Critisism" ("Source Criticism" dll) saya menolak semua kesimpulan yang melemahkan iman. Terimalah Alkitab seadanya. Pakailah rasio, perasaan, dan pengalaman Anda untuk lebih mengerti Firman Allah dengan lebih baik, tetapi jangan kritik Allah dan Firman Allah seperti dilakukan kaum liberal dan beberapa orang anti-Kristen.

Seorang pemikir Kristen (filsuf, ilmuwan teolog) tidak dapat menghindarkan diri dari pengaruh para filsuf lain dari zaman Yunani sampai sekarang. Tetapi terutama bagi seorang teolog hendaknyalah ia taruh Alkitab jauh diatas filsafat-filsafat, teori-teori serta spekulasi-spekulasi manusia. Jangan terbalik. Para teolog liberal menaruh pengetahuan manusia yang tidak seberapa itu diatas Alkitab. Para teolog Injili biarpun banyak diantara mereka yang mempelajari filsafat dan ilmu pengetahuan, tetap menaruh Firman Allah diatas filsafat-filsafat dan teori-teori ilmiah buatan manusia.

Maka anjuran saya kepada semua orang Kristen dari denominasi manapun juga (Katolik, Protestan, Pentakosta, Kharismatik dll) dan dalam jabatan apapun juga, Pemikir Kristen, Dosen Teologi, Teolog, Pendeta, Penatua, Aktivis gereja atau anggota jemaat "biasa" ataupun simpatisan agama Kristen sbb:

JANGAN MENGUTUK TEORI ILMIAH MANAPUN TETAPI JUGA JANGAN KOMPROMIKAN ALKITAB DENGAN TEORI ILMIAH MANAPUN. ALKITAB BERADA JAUH DIATAS SPEKULASI-SPEKULASI, TEORI-TEORI ATAU FILSAFAT-FILSAFAT MANUSIA YANG MANAPUN.

 

Ditulis : 2001

Revisi I : Juni 2003