ILMUWAN dan ALKITAB
PENGANTAR
Banyak orang berpendapat bahwa Alkitab bertentangan dengan ilmu pengetahuan alam.
Seorang ilmuwan yang baik tidak dapat jadi orang Kristen yang baik. Seorang
Kristen yang baik, tidak dapat jadi ilmuwan yang baik. Itu juga pendapat saya
sewaktu jadi siswa SMA. Karena saya bercita-cita ingin jadi ilmuwan atau sarjana
teknik yang baik, maka saya menolak Alkitab yang saya kira waktu itu, terbukti
salah secara ilmiah.
Tetapi
setelah mempelajari hal ini secara mendalam saya merubah pendapat saya 180
derajat. Memang betul banyak ilmuwan yang "beragama" ateis, agnostik, panteis
atau freethinker, tetapi ada juga ilmuwan yang menunjukan prestasi ilmiah yang
cemerlang dan percaya pada Alkitab baik seluruhnya (Reformasi dan Katolik Roma)
maupun hanya Perjanjian Lama (Yahudi). Mari kita pelajari iman dan prestasi
ilmiah mereka.
LEONARDO DA VINCI (1452-1519).
Pada umumnya orang mengenal da Vinci sebagai seorang pelukis. Siapa
yang tidak mengenal lukisannya
"Mona Lisa"?
Tetapi sesungguhnya ia juga seorang ilmuwan. Beberapa orang bahkan berpendapat
bahwa Leonardo da Vinci adalah peletak dasar ilmu pengetahuan alam modern yang
pertama. Karya ilmiahnya adalah dibidang dinamika, anatomi, fisika, optika,
biologi, hidrolika dan aeronautika. Ia adalah ilmuwan pertama yang mengadakan
percobaan-percobaan (experimental scientist), jauh sebelum metode ilmiah
dirumuskan Bacon.
Da Vinci tidak pernah menulis hal-hal mengenai agama. Tetapi dari berbagai
catatan dapat diketahui bahwa ia adalah orang yang mempunyai moralitas yang
tinggi. Ia adalah juga seorang Kristen yang sungguh- sungguh. Karyanya:
"Perjamuan Terakhir"
melukiskan imannya lebih baik daripada kata-kata. Lukisannya ini telah menjadi
sumber inspirasi dari banyak orang Kristen sepanjang masa.
JOHANN KEPLER (1571-1630).
Copernicus, Tycho Brahe, Galileo dan Kepler adalah peletak dasar astronomi
modern. Copernicus adalah seorang biarawan (Katolik). Galileo adalah juga
seorang Kristen (Katolik) yang sungguh-sungguh walaupun pernah ada masalah soal
"Teori Heliosentris versus Teori Geosentris".
Kepler telah
mendapatkan rumus-rumus yang masih dipakai sampai sekarang untuk meramalkan
gerakan planet-planet.
Kepler
mula-mula belajar teologi. Tetapi setelah 2 tahun ia pindah jurusan dan
mempelajari astronomi. Pengaruh studi teologinya besar dalam pernyataan- pernya
taannya dibidang astronomi.
Ia berkata bahwa ia
selalu berusaha memikirkan "Pikiran
Allah" ("thinking
God's thoughts after Him").
Ia percaya
secara harafiah Kitab
Kejadian 1,2
mengenai Penciptaan alam semesta dalam waktu enam hari.
Dalam salah satu
bukunya ia menulis :
"Since we astronomers are
priests of the highest God in regard to the book of nature, it befit us to be
thoughtful, not of the glory of our own minds, but rather, above all else, of
the glory of God."
( Terjemahan bebasnya
adalah sbb : "Karena kami, ahli astronomi adalah imam Allah yang Maha Tinggi
tentang buku alam semesta, sepatutnyalah kami memuliakan Allah, dan bukan
pikiran kami sendiri".)
FRANCIS
BACON (1561-1626).
Bacon peletak dasar "metode ilmiah" modern yang pertama.
Ia tekankan percobaan
(experiments) dan metode induksi. Hal ini berlawanan dengan metode deduksi
Aristoteles. Bacon percaya betul akan Alkitab. Ia menulis:
"There are two books laid before us to study, to
prevent our falling into error ; first, the volume of the Scriptures, which
reveal the will of God ; then the volume of the Creatures, which express His
power."
("Dihadapan kita ada
dua buku yang harus kita pelajari, untuk mencegah kita jatuh dalam kesalahan ;
pertama Alkitab, yang menunjukkan kehendak Allah ; lalu buku alam semesta, yang
menunjukkan KuasaNya.")
ISAAC NEWTON (1642-1727).
Newton adalah bapak mekanika klasik. Ia meneruskan karya Galileo dalam berbagai
bidang terutama bidang mekanika.
Ia
menunjukan ketiga hukum mengenai pergerakan benda-benda. Sampai sekarang ketiga
hukum itu disebut hukum Newton. Semua anak sekolah menengah apa lagi jurusan IPA
mengenal ketiga hukum ini.
Newton adalah juga seorang Kristen yang sungguh-sungguh. Ia percaya penciptaan
alam semesta dalam waktu enam hari dan banjir Nuh yang global.
Newton menulis:
"We account the Scriptures of
God to be the most sublime philosophy. I find more sure marks of authenticity in
the Bible than in any profane history whatsoever."
("Saya berpendapat bahwa Alkitab adalah filsafat yang paling mulia. Saya
dapatkan lebih banyak kebenaran yang asli dalam Alkitab daripada dalam buku
sejarah yang mana saja.")
LOUIS AGASSIZ 1807-1873).
Agassiz adalah seorang akhli biologi (palaentology) dan ahli geologi
yang kenamaan. Pada tahun 1860, satu tahun setelah Darwin menulis bukunya:
"On the origin of species",
Agassiz telah menunjukkan sifat spekulatip dari buku Darwin. Data yang
betul-betul ilmiah tidak mendukung teori evolusi. Sepanjang hidupnya Agassiz
menentang teori evolusi.
WERNHER VON BRAUN (1912-1977).
Von Braun mengembangkan rocket V-2 sewaktu perang dunia ke-II.
Pada tahun
1945 ia beremigrasi ke-Amerika Serikat. Pada tahun 1960 ia menjadi direktur
NASA. Ia sangat berjasa akan kemajuan Amerika Serikat dibidang satelit dan
teknologi ruang angkasa.
Von Braun adalah
anggota gereja Lutheran yang aktip. Ia menulis:
"Manned space flight is an amazing achievement, but
it has opened for mankind thus far only a tiny door for viewing the awesome
reaches of space. An outlook through this peephole at the vast mysteries of the
universe should only confirm our belief in the certainty of its Creator. I find
it as difficult to understand a scientist who does not acknowledge the presence
of a superior rationality behind the existence of the universe as it is to
comprehend a theologian who would deny the advances of science."
("Penerbangan ruang angkasa yang berawak adalah suatu prestasi yang menakjubkan,
tetapi sampai sekarang ia hanya membuka pintu yang kecil untuk melihat ruang
angkasa yang sangat luas. Suatu pengamatan dari lubang intip ini, seharusnya
meneguhkan iman kita akan kepastian adanya Penciptanya. Saya merasa sama
sulitnya untuk mengerti seorang ilmuwan yang tidak mengakui adanya Allah yang
Maha Tahu dibelakang alam semesta ini, seperti seorang teolog yang menyangkal
adanya kemajuan dalam ilmu pengetahuan alam.)
LAIN-LAIN ILMUWAN.
Kecuali nama-nama diatas, banyak lagi ilmuwan lain yang berprestasi dibidang
ilmu pengetahuan alam, tetapi juga percaya Alkitab. Secara singkat sekali saya
tambahkan beberapa nama sbb :
1. Blaise Pascal (1623-1662) : Matematika, hidrostatika, dll.
2. Robert Boyle (1627-1691) : Fisika, Kimia.
3. John Ray (1627-1705) : Ilmu tumbuh-tumbuhan.
4. Nicholas Steno (1631-1686) : Statigraphy.
5. Robert Hooke (1635-1703) : Geologi.
6. William Harvey (1578-1657) : Peredaran darah.
7. John Harris (1666-1719) : Matematika.
8. John Woodward (1665-1728) : Geologi.
9. Carolus Linneaus (1707-1778) : Biologi, Taxonomy. 10. William Herschel
(1738-1822) : Astronomi, Uranus.
11. Michael Faraday (1791-1867) : Fisika, Teori Elektomagnet.
12. Humphrey Davy (1778-1829) : Kimia.
13. Georges Cuvier (1769-1832) : Anatomi, Palaentologi.
14. Samuel F. Morse (1791-1872) : Telegrap.
15. Joseph Henry (1797-1878) : Elektro Teknik, Induksi.
16. James Joule (1818-1889) : Fisika, Panas.
17. John Dalton (1766-1844) : Fisika, Teori Atom.
18. Louis Pasteur (1822-1895) : Kedokteran, Fisika, Kimia.
19. Lord Kelvin (1824-1907) : Fisika, Termo dinamika.
20. James Maxwell (1831-1879) : Medan Elektromagnet.
21. Bernhard Riemann (1826-1866) : Matematika.
22. John Fleming (1849-1945) : Elektronika, tabung radio.
PENUTUP
Dari pembahasan diatas kita lihat bahwa banyak juga ilmuwan yang berprestasi
dibidang ilmiah dan percaya Alkitab.
Memang banyak ilmuwan
yang ateis, agnostik atau deis. Ada ilmuwan demikian yang berusaha membelokkan
ilmu pengetahuan alam kepada ateisme atau deisme. Hukum-hukum ilmu alam, kimia
dan biologi diektrapolir keluar dari bidang yang dapat diamati dan diselidiki
secara seksama dan dibelokkan kepada ateisme atau deisme. Darwin bukan ateis
tetapi mungkin seorang deis, artinya ia percaya ada Allah yang menciptakan
materi dasar, tetapi setelah itu Allahnya Darwin ini tidak turut campur lagi
dalam urusan alam semesta. Semua jadi dengan sendirinya menurut proses evolusi.
Kita harus membedakan
antara ilmu pengetahuan alam murni yang dapat diselidiki secara ilmiah, dalam
arti kata pengamatan-pengamatan dan percobaan-percobaan yang dapat diulangi dan
diselidiki dengan seksama, dengan spekulasi-spekulasi metafisis yang tidak dapat
dibuktikan secara ilmiah.
Kebanyakan teori-teori
fisika seperti mekanika, optika, listrik dan magnet adalah teori-teori yang
dapat diselidiki secara ilmiah. Apalagi teori-teori dalam bidang teknik dan
kedokteran. Teori-teori itu dapat diuji dan diselidiki dengan seksama dalam
laboratorium, tempat kerja atau dialam semesta. Tetapi ada teori-teori yang
sebenarnya sudah keluar dari bidang ilmiah, namun banyak orang yang masih
menggolongkannya dalam bidang ilmiah. Teori evolusi umpamanya, baik evolusi
astronomis, geologis maupun biologis, sebenarnya sudah keluar dari bidang ilmu
pengetahuan alam dan memasuki bidang kepercayaan. Teori yang sudah keluar dari
bidang ilmiah inilah yang bisa bertentangan dengan Alkitab.
Sejak tahun limapuluhan, dan apalagi tahun tujuhpuluhan banyak ilmuwan menyadari
hal ini. Mereka mengusulkan teori kreasi sebagai saingan teori evolusi. Menurut
teori kreasi, alam semesta ini diciptakan sang Pencipta langsung jadi dalam
waktu singkat. Teori kreasi membantah teori evolusi yang mengatakan bahwa alam
semesta ini terjadi perlahan-lahan, dan dengan sendirinya, dalam waktu miliaran
tahun.
Teori
kreasi jelas sesuai benar dengan Alkitab.
Pada mulanya para evolusionis mengejek teori kreasi sebagai agama yang
berselubung ilmiah. Para kreasionis menunjukkan bahwa :
KALAU TEORI EVOLUSI
ADALAH ILMU PENGETAHUAN ALAM, MAKA TEORI KREASI ADALAH JUGA ILMU PENGETAHUAN
ALAM. SEBALIKNYA KALAU KREASIONISME ADALAH AGAMA, MAKA EVOLUSIONISME ADALAH JUGA
AGAMA.
Keduanya tidak dapat dibuktikan secara ilmiah dalam artikata
pengamatan-pengamatan dan percobaan-percobaan yang dapat diulangi dan diselidiki
dengan cermat.
Seorang filsuf kaliber internasional Dr Paul Karl Feyerabend (1924- 1994)
menganjurkan agar teori kreasi diajarkan berdampingan dengan teori evolusi
disemua sekolah-sekolah umum.
Berita ini dimuat oleh
majalah ilmiah yang sangat terkenal "Scientific American" bulan Mei 1993 halaman
16-17 dan majalah "Science" tanggal 13 Mei 1994 halaman 982-983.
Dalam ilmu pengetahuan alam memang bisa ada dua atau lebih teori untuk
menerangkan sekumpulan gejala alam yang sama. Umpama mengenai cahaya.
Ada teori yang mengatakan
bahwa cahaya adalah partikel- partikel yang bergerak dengan kecepatan tinggi
(Newton, Einstein) dan ada teori lain yang mengatakan bahwa cahaya adalah
gelombang- gelombang (Huygens).
Sampai sekarang para ilmuwan belum dapat menentukan teori mana yang lebih
"benar".
Kedua teori tersebut diajar bersamaan, disekolah-sekolah menengah dan
universitas-universitas.
Mengapa mengenai teori asal mula alam semesta hanya diajar satu teori kalau
memang ada lebih dari satu teori ?
Dimana kejujuran ilmiah
? Kini makin lama makin banyak ilmuwan yang menyadari hal ini.
Alam semesta ini diciptakan oleh Allah. Alkitab adalah buku yang ditulis
beberapa orang tertentu yang diberi wahyu oleh Allah. Studi yang benar mengenai
alam semesta ini, akan memberi pengertian yang makin lama makin tepat mengenai
alam semesta ciptaan Allah ini. Studi yang benar mengenai Firman Allah, akan
memberi pengertian yang makin lama makin baik mengenai Firman Allah. Studi yang
benar mengenai keduanya akan menghasilkan pengertian yang makin lama makin baik
mengenai hubung an antara Firman dan Ciptaan Allah, antara Alkitab dan Ilmu
Pengetahuan Alam.
Begitulah kesimpulan Dr A.E. Wilder-Smith dari Swiss, Dr Charles Pallaghy dari
Australia, Prof Enoch dari India, Dr H.M. Morris dari Amerika Serikat dan Dr
Kouznetsov (atau Kuznetsov) dari Russia, serta ribuan ilmuwan lain setelah
mempelajari Alkitab dan alam semesta ini dengan mendalam. Mereka kini dikenal
sebagai ilmuwan kreasionis. Begitulah kesimpulan saya sejak tahun 1987.
(Sebagian data diambil dari
buku :"Men of Science, Men of God " oleh Dr H.M. Morris, Master Book Publishers,
U.S.A. dan majalah "Acts and Facts" bulan Oktober 1992.)
Jakarta, 24 Juli 1994.
Oleh: Ir. Stanley I. Sethiadi