Setelah Kematian . . . ?
    Bab 5
  D  A  N 
     
   www.dianweb.org Home Daftar Isi

 

 


Dapatkah Orang Mati Berhubungan Dengan  Orang  Hidup?

Teori yang dapat memungkinkan orang hidup berhubungan dengan orang yang telah meninggal dikenal sebagai spiritisme. Ini bukanlah terminologi Alkitab. Penganut faham ini menerima keadaan manusia yang tidak binasa sebagai dasarnya. Jika garis komunikasi selamanya terbuka diantara orang hidup dan yang sudah mati maka hal itu tidak dapat tepat untuk berbicara tentang kematian seseorang. Tetapi kematian adalah lawan kehidupan. Perbedaan diantara hidup dan mati adalah hubungan manusia kepada pengetahuan raja Salomo menyatakan, "karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang-orang yang mati tidak atahu apa-apa, tidak ada upah lagi bagi mereka bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap." Pengkhotbah 9:5.


1. Siapakah pengantara roh untuk pertama kali? 

"Adapun ular yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh Tuhan, Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?." Kejadian 3:1.

2. Untuk maksud apakah perantara itu digunakan? 

"Sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya." II Korintus 11: 3 bagian akhir. 

Catatan: Sejak saat itu hasil dari setiap hubungan pengantaraan (Medium) roh adalah penipuan. Setan menguasai ular. Ia membuat seakan akan ular berbicara. Hawa pikir ia berbicara dengan ular yang sebenarnya ia sedang berbicara dengan setan sendiri. Ia telah diungkapkan sebagai "ular tua" yang disebut setan. Yang telah menipu sejak awal dunia ini. Wahyu 12 :9 bagian pertama.

3. Dasar penipuan apakah yang disampaikan ular itu kepada Hawa? 

"Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "sekali-kali kamu tidak akan mati." Kejadian 3:4. 

Catatan: Pernyataan setan ini bukan saja menipu Adam dan Hawa tetapi juga sebagian besar umat manusia sehingga spiritisme berkembang pesat. Namun sebagaimana yang dinyatakan Yesus, bahwa setan "adalah pembunuh manusia sejak mulanya dan tidak hidup dalam kebenaran ...... karena ia adalah pendusta dan bapa segala dusta." Yohanes 8:44 bagian akhir.

4. Rahasia-rahasia yang terlarang dan tersembunyi apakah yang diamarkan Musa? 

: "Orang yang berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal, yakni yang berzinah dengan bertanya kepada mereka, Aku sendiri akan menetang orang itu dan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya. Apabila ada seorang laki-laki atau perempuan dirasuk arwah atau roh peramal, pastilah mereka dihukum mati, yakni mereka harus dilontari batu dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri." Imamat 20:6, 27.


5. Ketika raja Saul pergi kepada wanita petenung di Endor adakah benar ia berbicara dengan nabi Samuel? 

Tuhan telah menolak untuk berhubungan dengan raja Saul. Baca I Samuel 28:6. "Dan Saul bertanya kepada TUHAN, tetapi TUHAN tidak menjawab dia, baik dengan mimpi, baik dengan Urim, baik dengan perantaraan para nabi."
Catatan: Perbuatan Saul meminta "petunjuk dari arwah adalah jahat di mata Tuhan. "Saul mati karena perbuatannya yang tidak setia terhadap TUHAN, oleh karena ia tidak berpegang pada firman TUHAN, dan juga karena ia telah meminta petunjuk dari arwah"  I Tawarikh 10:13 


6. Penipuan apa lagi yang dikatakan oleh roh yang muncul dengan wujud Samuel itu?

" ... besok engkau serta anak-anakmu sudah ada ada bersama-sama dengan daku ..." I Samuel 28:19 

Catatan :Jika perkataan "roh yang berwujud Samuel" itu benar, berarti Saul yang telah mendurhaka (lihat butir 5) akan tinggal bersama-sama Samuel, orang benar.


7. Adakah roh orang mati kembali kepada Tuhan atau beredar-edar diantara orang hidup?  

"Sebagaimana awan lenyap dan melayang hilang, demikian juga orang yang turun ke dalam dunia orang mati tidak akan muncul kembali. Ia tidak lagi kembali ke rumahnya, dan tidak dikenal oleh tempat tinggalnya." Ayub 7:9,10.

8. Bagaimana Musa yang telah mati dapat menampakkan diri di atas bukit ?

"Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia." Matius 17: 2-3

Penampakan ini bukanlah penampakan dari roh orang mati. Kitab Yudas memberikan jawbannya. Yudas menyatakan kebangkitan yang khusus diberikan kepada Musa,  dimana terjadi  pertengkaran antara Mikael dan iblis memperebutkan tubuh Musa (Yudas 9). Iblis tidak mendapatkan tubuh Musa, karena Musa dibangkitkan oleh Tuhan dan dibawa ke surga. Tuhan yang menguburkan Musa dan Dia pula yang membangkitkannya sehingga tidak ditemukan lagi kuburnya (Ulangan 34 : 5 - 6).

 

9. Apakah yang menjadi penyebab dari kemurtadan pada hari terakhir?
"Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan." I Timotius 4:1. 

Catatan: Setan mampu mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan penipuan yang amat licik  "sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga" Baca : Matius 24:24, 7: 22-23,. II Korintus 11:14, II Tesalonika 2:9; Wahyu 13:13 ; 16:13, 14.

 


KESIMPULAN
Kemudian manusia adalah hasil ciptaan manusia sendiri. Apabila manusia dijadikan ia dibuat dari debu tanah. Setelah ia dirupakan, Allah menghembuskan nafas hidup. Manusia tak berpikir sadar, ia tak bisa bergerak sampai Allah menghidupkan dia dengan memberi nafas hidup melalui lobang hidungnya. Dengan demikian jika seorang mati "nafas hidup telah meninggalkan dia", ia berhenti berpikir, ia tak dapat bergerak, ia sepenuhnya tak bisa sadar lagi, tubuhnya akan kembali menjadi debu seperti semula. Dan sebagaimana Alkitab mengatakan, di dalam kematian manusia akan "tertidur dan mati." Mazmur 13:4. Dan oleh karena itu ia akan "tidur sementara waktu," (Yeremia 51:39) sampai kebangkitan (Yohanes 5:28, 29) tak ada lagi hubungan antara orang mati dan orang yang masih hidup.

 

Lanjutkan /kembali ke hal :       

 Home       Daftar Isi

1          3          5       6         8