Menerobos Waktu 
    Bab  2 . a    
  D  A  N 
     
   www.dianweb.org Home Daftar Isi

 

 

NUBUAT MENGENAI KOTA TIRUS

Pada abad keenam S.M., Tirus, kota dagang Fenisia yang bisa dibanggakan itu adalah sebuah kota yang terkaya dan kota pelabuhan yang sangat berkuasa di dunia ini, (untuk keterangan tentang kemakmuran kemegahan tanah persemaian kota Tirus, baca Yehezkiel 27:1-25 dan Yesaya 23:3,8,11).

 

Kota yang terletak pada posisi strategis dengan benteng yang sangat kuat beberapa mil di sebelah utara Palestina, Zepi pantai Siria, Tirus itu disebut juga "London dari Timur", dan Puam dari Lautan", serta pusat perdagangan dari dunia zaman dulu. Hutan Libanon yang amat dekat melengkapinya dengan kayu bangunan untuk digunakan pada pembangunan kapal-kapal dagang mereka. Kapal-kapal dari segala bangsa berlabuh di pelabuhannya, dan ia memberikan pengaruh besar kepada Palestina, Asia Kecil, dan seluruh negeri di Kepulauan Mediterania. Kota pelabuhan ini menguntungkan bagi pulau-pulau dan pantai Mediterania sebagai pusat perdagangannya. "Jingga Tirus yaitu bahan celup yang digunakan untuk mencelup jubah kebesaran raja-raja dan pangeran adalah produk industri rumah tangga pada masa itu.

 

Mengenai alfabet modern yang kita gunakan sekarang ini kita berutang pada pedagang Tunisia. Menurut orang banyak, alfabet itu adalah ekspor mereka yang terutama. Bangsa Tunisia itu adalah jurubicara kebudayaan. Tugas mereka bukan untuk memuat peradaban melainkan untuk menyiarkannya.

Kota Tirus berjaya selama tiga ratus tahun. Pada zaman Yosua, kota itu adalah "kota yang kuat". Pada zaman Raja Salomo kota itu adalah salah satu kota ajaib dari dunia ini. Tetapi oleh karena kesombongannya, ketamakannya, dan kejahatannya, Tuhan Allah mengamarkan kehancuran yang pasti dari kota Tirus itu. Yehezkiel 26:1-21 menggambarkan nubuatan secara rinci tentang kejatuhan kota Tirus:

(ayat 3) Banyak bangsa akan turut serta dalam menjatuhkan kota Tirus. 

(ayat 7) Raja Nebukadnezar dari Babel dengan jelas disinggung.

(ayat 9) Mesin-mesin perang akan mendobrak tembok-temboknya. (ayat 12). Batu-batu dan kayunya akan ditenggelamkan ke dalam laut. 

(ayat 4,14) Abunya sekalipun akan dihapuskan. Tempatnya akan dibuat tandus seperti puncak gunung batu

(ayat 5,14) la akan menjadi suatu tempat dimana para nelayan menjemur pukatnya

(ayat 14) "ENGKAU TIDAK AKAN DIBANGUN LAGI".

(ayat 19,20) Tidak akan ada penghuninya lagi.

(ayat 21) Akan dimusnahkan seluruhnya sehingga tidak bisa diketemukan lagi.

Istilah perusak dan "berbagai bangsa" berhubungan dengan pengertian bahwa ini adalah ramalan ganda yang meramalkan beberapa serangan. Sejarah menunjukkan bahwa nubuatan ini digenapi dalam dua tahap: Pertama oleh Nebukadnezar dari Babel, dan 250 tahun kemudian oleh Aleksander Agung dari Yunani.

Setelah pengepungan yang melelahkan selama tiga belas tahun, Nebukadnezar menaklukkan dan membinasakan kota itu. Namun ia tidak mendapat apa-apa sebagai jarahan karena penguasa Tirus telah mengungsikan kekayaan mereka ke suatu pulau yang berjarak kira-kira setengah mil ke arah laut terbuka.

Setelah mengalami frustrasi dan kekecewaan, Nebukadnezar tidak berusaha lagi untuk membuang reruntuhan kota Tirus itu ke laut atau membersihkan debunya. (lihat Yeh 28:18-20).

Lalu untuk 250 tahun berikutnya, reruntuhan dari daratan Tirus itu dibiarkan begitu saja -- suatu tantangan pada ketepatan nubuatan firman Allah. Pada waktu yang bersamaan suatu kota baru yang berjaya sedang bertumbuh di pulau itu, yang jaraknya setengah mil dari daratan. Kemudian Aleksander Agung dengan tentaranya yang tak terkalahkan itu menyapu bersih ke arah selatan dalam perjalanan penyerangannya ke Mesir pada tahun 322 S.M.. la meminta supaya kota kepulauan itu menyerah. Kota itu menolak, lalu Aleksander memerintahkan tentaranya untuk mengambil puing-puing dari reruntuhan kota Tirus daratan lalu membuat jalan dengan puing-puing itu, 200 kaki lebarnya mulai dari Tirus daratan sampai ke kota pulau yang baru itu. Begitu banyak kebutuhan bahan puing-puing sehingga mereka meletakkan batu, kayu, bahkan debu kota itu pun semuanya disapu dan dibuang ke laut untuk membuat jalan (ayat 12). Perhatikan Alkitab mengubah tekanan dari "dia", yaitu Nebukadnezar, dalam ayat 11, menjadi "mereka" pada ayat 12, yang menunjukkan bahwa ini adalah penyerang yang lain).

Aleksander kemudian memimpin balatentaranya untuk melintasi jalan buatannya itu dan menaklukkan kota pulau itu. Separuh kota itu terbakar, hancur dan hampir kosong penghuninya. "ENGKAU TIDAK AKAN DIBANGUN LAGI", demikianlah firman Allah, sungguh nubuatan ini tergenapi. Bahkan tidak ada juga reruntuhan yang menandakan adanya suatu kota dahulu. Jalan tambak dan pulau itu sekarang dalam bentuk tanjung yang terasing yang digunakan hanya oleh para nelayan untuk menjemur pukatnya.

 

NUBUATAN MENGENAI SIDON

Kota kembar Tirus, yaitu kota Sidon, hanya 32 km di sebelah Utara Tirus, mempunyai nubuatan sebagai berikut: "Lihat, Aku menjadi lawanmu, hai Sidon, ... Aku akan mendatangkan sampar atasnya dan darah akan mengalir di jalan-jalan dan orang-orang akan mati rebah di tengah-tengahnya karena pedang yang datang dari sekitarnya melawan dia." (Yehezkiel 28: 22, 23). Sejarah mencatat bahwa segera setelah nabi Yehezkiel bernubuat, kota ini telah dikuasai oleh kerajaan Babel. Ternyata kota ini menjadi salah satu kota yang paling berdarah dan menderita. Sejarah mencatat bahwa lebih dari 40.000 orang mati dalam pemberontakan melawan Persia. Kota ini kemudian kembali dikuasai oleh Yunani dibawah pemerintahan Iskandar Zulkarnain (Alexander Agung) pada tahun 330 sebelum Masehi. Tempat ini juga merupakan tempat berdarah dalam Perang Salib dan berbagai peperangan Turki. Di jaman moderen, tempat yang terletak hanya 32 km dari Beirut tersebut tetap menunjukkan keresahan sejarah yang tidak menentu.

Banyak kota-kota lain yang telah dinubuatkan. Hampir semua dari kota-kota kuno dalam kategori tersebut sangat jahat dan memberikan pengaruh yang tidak baik kepada Israel dalam hubungan mereka dengan Tuhan. Akibatnya, Tuhan memimpin para nabi masa lalu untuk memberikan nubuatan tentang penghukuman atas kota-kota tersebut, dan nubuatan mereka telah terpenuhi. Antara lain kota-kota tersebut adalah :

 

Tebe, Mesir -- Yehezkiel 30 :14-16

Memfis, Mesir -- Yehezkiel 30:13

Askelon, Filistin -- Zakaria 9:5

Ekron, Filistin - Zakharia 2: 4

Gaza, Filistin -- Zakharia 2:4

Betel -- Amos 3:14-15

Samaria -- Mikha 1:6,7

Yerikho -- Yosia 6:26

Kapernaum, Betsaida, dan Khorazim -- Matius 11: 20-23

Babel -- Yesaya 13: 19-22

Niniwe -- Nahum 1:1, 2: 8-13, 3: 7-19

 

Lanjutkan /kembali ke hal :       

Home       Daftar Isi

1          3         5      6              10