Menerobos Waktu 
    Bab  2 . b 
  D  A  N 
     
   www.dianweb.org Home Daftar Isi

 

   

 

KOTA BABEL KUNO MENJADI TANDUS

Lebih dari seratus keterangan yang rinci terdapat di dalam Alkitab yang meramalkan hukuman atas Babel yang kemegahan kerajaannya meningkat pada tahun 600 S.M. Salah satu kota megah dan cantik, kota Babel kelihatannya "memiliki segala-galanya." Kota itu didirikan di antara kedua sisi Sungai Efrat dan terbentang di Dataran Mesopotamia yang amat subur itu dengan penduduknya yang lebih dari satu juta jiwa. Kota itu dikelilingi oleh sistem kanal irigasi yang amat baik, sehingga menghasilkan bahan pangan yang melebihi kebutuhan penduduknya. "Taman Gantung" yang amat legendaris merupakan satu di antara Tujuh Keajaiban dunia pada zaman itu. Kereta yang ditarik empat kuda dapat lewat di atas tembok yang mengelilingi kota itu. Gerbangnya yang indah itu menjadi kebanggaan penduduknya, dan mengagumkan musuhnya.

Jika ada suatu kota yang tampaknya tidak dapat ditembus dan tidak dapat dimusnahkan, itulah kota Babel. Walaupun demikian, Nabi Allah yang bernama Yesaya, yang hidup kurang lebih 200 tahun sebelum kehancuran Babel, telah meramalkan hukuman kehancurannya dengan nasib akhir tidak dapat dipulihkan kembali. "Babel," tulisnya, "akan sama seperti Sodom don Gomora pada waktu Allah menunggangbalikkannya. (Yesaya 13:19).

Nubuatan lain yang memberikan gambaran lengkap mengenai kelengangan sermpurna yang ak bisa diubah lagi:

Yesaya  13:20: "Tidak ada penduduk untuk seterusnya" (diulangi lagi dalam buku Yeremia 50:13,39)

Yesaya 47:1,5,7: Turunlah dan duduklah di atas debu, hai anak dara, putri Babel!"

Yeremia 51:15,16: "Sehingga kota ini akan menjadi tempat tandus untuk selama-lamanya!"

Yeremia 51:63,64: "Beginilah Babel akan tenggelam, dan tidak akan timbul-timbul lagi."

Yeremia 50:13: "Sama sekali akan menjadi tempat tandus."

Tidak satu pun dari nubuatan tersebut yang gagal kegenapannya. H.V. Moreton, seorang pengarang Inggris terkenal, terdapat di antara sekian banyak turis yang mengunjungi reruntuhan kota Babel kuno, ia terheran-heran menyaksikan ketepatan nubuatan Alkitab itu, menulis sebagai berikut: 

"Reruntuhan itu enam puluh mil arah selatan kota Bagdad," tulisnya dalam bukunya "Timur Tengah" hal 173-184, "... dan perjalanan ke sana memakan waktu tiga sampai empat jam. Mula-mula jalan cukup baik, tetapi tidak lama kemudian  jalan itu mulai agak kasar dan bergelombang. Saya tahu bahwa kami sudah dekat setelah kami menyeberangi rel kereta api di atas padang pasir, saya melihat sebuah papan pemberitahuan yang bertuliskan dalam bahasa Inggris dan bahasa Arab: Babel, harap penumpang turun.

Negeri yang datar itu kelihatan di ujungnya bertemu dengan langit, tak menarik sama sekali, tandus, kering, kecuali arah ke barat ke mana Sungai Efrat mengalir tetapi menyempit dengan sedikit pohon kurma. Anda tidak dapat melihat sungai melainkan hanya deretan pohon kurma bermil-mil di dalam Alkitab yang jauhnya bagaikan seekor ular hijau di atas padang pasir. "Sungai-sungai Babel" itu pun sudah meninggalkan kota itu, karena pada waktu zaman dulu sungai itu mengalir di sebelah barat kota Kasar dan membawa suara air yang indah dengan keharuman bunga. Sungai itu seolah-olah menuruti perintah bahwa tidak akan ada sentuhan kehidupan di sekitar Babel sehingga Sungai Efrat itu sudah menempuh jalan lain untuk dirinya sendiri, serta membawa hidup bersamanya ke tempat lain.

Sementara kami melintasi perbukitan yang sunyi itu, semuanya lengang kecuali bunyi lebah dan binatang penyengat lainnya, kami merenungkan betapa benarnya, nubuatan Nabi Yesaya tentang kajatuhan Kota Babel telah mengalami kegenapannya. Kota itu sebenarnya sudah musnah sebagaimana Allah memusnahkan kota Sodom dan Gomora." 

 

Lanjutkan /kembali ke hal :       

Home       Daftar Isi

1          3         5      6              10