"TUGU PERINGATAN"
akan Penciptaan yang dibuat Allah
![]()
![]() |
"Hari-hari Sabat-Ku juga Kuberikan kepada mereka menjadi peringatan di antara Aku dan mereka, supaya mereka mengetahui bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan mereka" Yehezkiel 20 : 12
"...., kuduskanlah hari-hari Sabat-Ku, sehingga itu menjadi peringatan di antara Aku dan kamu, supaya orang mengetahui bahwa Akulah TUHAN, Allahmu..."Yehezkiel 20 : 20
Kata "peringatan" dalam kedua ayat di atas dalam bahasa aslinya, Bahasa Ibrani adalah : "owth" yang artinya: "tanda, monumen, bukti, bendera". Jadi Sabat adalah jati diri Allah, Dialah Allah, Pencipta langit dan bumi, laut dan segala isinya, dibedakan dari ilah-ilah yang lain, Dialah Allah yang Empunya kita dan Dialah Allah yang menguduskan umatNya. Hari Sabat adalah "Bendera Allah" yang harus dikibarkan. Jika kita ingin disebut umat Allah yang benar, maka kita harus mengibarkan Bendera Allah, yakni Sabat hari yang ketujuh itu.
Merah Putih adalah Bendera Negara Republik Indonesia, lambang kedaulatan negara kita. Selama Republik Indonesia tetap eksis, Merah Putih akan tetap berkibar. Bila kita katakan, yang penting unsur warnanya sama : merah dan putih, lalu kita kibarkan Putih Merah, bisakah? Tentu bisa, tapi itu sama saja dengan menyatakan bahwa kita bukan lagi bangsa Indonesia. Karena yang kita kibarkan adalah jati diri bangsa lain, dalam hal ini bangsa Polandia. Pertanyaan yang patut direnungkan : Apakah kita bisa mengganti hari Sabat (Sabtu) dengan hari Minggu? Tentu bisa, tapi itu berarti bukan Bendera Allah yang kita kibarkan, lalu bendera siapakah? |
Pelajaran-pelajaran dalam topik "Monumen" ini akan menolong kita untuk lebih mengerti hal-hal tersebut |
Diambil dari tanya jawab dengan DR. H.I. Missah
![]() |
"Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat : enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya." Keluaran 20 : 8 - 11
Tuhan memerintahkan kita untuk menguduskan Sabat-Nya karena itulah "tugu peringatan" akan Dia sebagai pencipta kita, bahkan pencipta alam semesta. Dengan demikian orang-orang tahu bahwa sembahan kita bukanlah dewa-dewi, malaikat atau mahluk supranatural apapun, tetapi adalah Allah pencipta, darimana segala sesuatu berasal.