Monumen Penciptaan  
   Bab 5 & Ayat2 Bertentangan   
 D  A
     
   www.dianweb.org Home Daftar Isi

 

 

5. HARI  MINGGU DALAM  PERJANJIAN  BARU

Hari Sabat dan hari pertama dalam minggu itu keduanya disebutkan dalam Perjanjian Baru. Tetapi nama-nama hari seperti Sabtu atau Minggu tidak pernah disebutkan karena pada waktu Perjanjian Baru ditulis nama-nama ini belum diberikan kepada hari-hari tersebut. Setiap hari Sabat disebutkan itu mempunyai referensi kepada hari ketujuh atau Sabtu. Setiap hari pertama disebutkan itu mempunyai referensi kepada hari yang sekarang terkenal sebagai hari Minggu.

1. Berapa kali hari pertama disebutkan dalam Perjanjian Baru?

Hari pertama dalam minggu itu disebutkan delapan kali tetapi tidak pernah itu disebutkan hari Sabat. Inilah kedelapan ayat itu:

1)  Matius 28:1                     5)  Yohanes  20:1

2)  Markus 16:1, 2                6)  Yohanes 20:19

3)  Markus 16:9                    7)  Kisah 20:7

4)  Lukas 24:1                      8)  I Korintus 16:2

 

2. Ayat mana yang mencatat satu-satunya pertemuan agama dalam Perjanjian Baru yang diadakan pada hari pertama dalam minggu itu?

"Pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti, PauIus berbicara dengan saudara-saudara di situ, karena la bermaksud untuk berangkat pada keesokan harinya. Pembicaraan itu berlangsung sampai tengah malam." Kisah 20:7.

a.. Pertemuan itu bukanlah menggantikan perbaktian Sabat atau dalam rangka merayakan kebangkitan Kristus. Maksud pertemuan itu adalah "...karena ia (Paulus) bermaksud untuk berangkat pada keesokan harinya. Ini adalah semacam pesta perpisahan untuk Paulus.

 

b. Mereka berkumpul di Bait Allah tiap hari, namun untuk mengadakan perjamuan makan bersama, mereka adakan di rumah-rumah.

Makanan orang-orang di Timur Tengah adalah roti, kata "memecah-mecahkan roti" artinya "makan bersama" dan bukan mengadakan perjamuan kudus. Baca dengan teliti Kisah 2:46 "Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka 'memecahkan roti' di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan tulus hati.

 

c. Pertemuan itu diadakan pada hari Sabtu petang karena "dinyalakan banyak lampu" (ayat 8) melewati tengah malam, sampai fajar menyingsing (ayat 11). Dalam Alkitab, satu hari itu dihitung dari matahari terbenam ke matahari terbenam. Pada hakekatnya suatu pertemuan yang diadakan pada petang hari pertama dalam minggu itu adalah apa yang diketahui sebagai Sabtu malam. Perhatikan hal-hal yang penting ini:

 

3. Adakah ayat di mana Paulus mengatakan pengumpulan dana harus diadakan pada hari Minggu?

Ada satu ayat yang mengatakan demikian: "Tentang pengumpulan uang bagi orang-orang kudus, hendaklah kamu berbuat sesuai dengan petunjukpetunjuk yang kuberikan kepada Jemaat- jemaat di Galatia. Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing -- sesuai dengan apa yang kamu peroleh - menyisihkan suatu dan menyimpannya di rumah, supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan, kalau aku datang." I Korintus 16:1, 2.

Catatan: Perhatikan tidak ada disebutkan gereja atau pertemuan ketika Paulus memperingatkan orang-orang suci untuk menyimpan di rumah sejumlah uang sesuai dengan apa yang diperolehnya dari Allah. Masing-masing "menyimpan di rumah." dan mereka  harus menyimpannya hingga itu diperlukan. Paulus menganjurkan pemberian yang sistematis dengan menabung, bukan secara mendadak. Alasan Paulus mengumpulkan pada hari Minggu, karena pada Jumat petang orang akan menutup tokonya lalu bersedia untuk hari Sabat. Kemudian, pada hari Minggu pagi mereka akan memeriksa hasil penjualan minggu sebelumnya. Ayat ini tidak menyatakan kesucian hari Minggu. Paulus tidak menyebutkan suatu pemungutan yang tetap setiap minggu, tetapi ini adalah suatu pemberian/ proyek khusus, yang diadakan oleh gereja-gereja bukan Yahudi untuk orang-orang suci yang miskin di Yerusalem. Paulus membawa pemberian itu dengan utusan-utusan tertentu dari setiap kelompok yang akan mempersembahkan tanda kasih itu. Baca I Korintus 16:34; Roma 15:24-28. Ini juga disebutkan lagi dalam II Korintus 8:1-4 dan II Korintus 9:1-5.

 

4. Menurut Matius, apa hubungan antara hari Sabat dan hari Pertama dari minggu itu?

"Seteiah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu." Matius 28:1.

Catatan: Matius menyebutkan dua hari; satu disebut hari Sabat; satu lagi disebutkan hari pertama dari minggu itu. Hari Sabat datang sebelum hari pertama. Tidak ada anjuran untuk mengubah hari Sabat. Umumnya menurut dugaan, injil Matius ditulis kira-kira tiga puluh tahun sesudah penyaliban dan Matius masih menyebut hari Sabat sebagai hari ketujuh.

 

5. Apa kesaksian Markus mengenai hari pertama dari Minggu itu?

Dua kali Markus menyebutkan hari pertama itu. Dia mengatakan, "Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus. Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur ........ Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, la mula-mula menampakkan diriNya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan." Markus 16:1, 2, 9.

Catatan: Hari pertama yang sama disebutkan dalam ayat 2 dan 9. Ayat 9 semata-mata memperkuat Kristus bangkit pada hari pertama dan menemui Maria Magdalena. Ayat 2 mengatakan bahwa perempuan-perempuan itu datang untuk meminyaki Kristus pada hari pertama dan hari Sabat sudah lewat ketika mereka pergi melakukan perintah ini. Markus mengatakan bahwa hari Sabat datang sebelum hari pertama. Selanjutnya mereka akan mengawetkan mayat Kristus pada hari pertama, suatu upacara yang tidak akan mereka lakukan pada hari Sabat.

 

6. Bagaimana Lukas menjelaskan perbedaan antara hari Sabat dan hari Minggu?

"Tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka." Lukas 24:1. Catatan: Ini adalah peristiwa yang sama yang dicatat oleh para penulis lain dengan beberapa penerangan tambahan. Baca Lukas 23:54-56. Kristus disalibkan pada hari persediaan yakni hari Jumat. Dia mati setelah hari Sabat sudah dekat. Pada hari Jumat yang sama perempuan-perempuan itu menyediakan rempah-rempah untuk meminyakiNya. Hari berikutnya yakni hari Sabtu mereka berhenti "menurut hukum itu." Oleh sebab itu ada tiga hari yang terkenal: hari persediaan, hari Sabat, dan hari pertama dari minggu itu, tetapi mereka berhenti pada hari Sabat, Sabtu.

 

7. Mengapa murid-murid itu berkumpul bersama-sama pada petang hari pertama?

Dua ayat terakhir di mana hari pertama disebutkan yaitu dalam Yohanes 20:1dan 19 yang mengatakan, "Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur ....... Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orangorang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: `Damai sejahtera bagi kamu! "'

Catatan: Pada ayat pertama Yohanes hanya mengulangi apa yang telah dituliskan para evangelis lain. Ayat sembilan belas menunjukkan bahwa murid-murid itu berkumpul dan pintu ditutup dan dipalang "karena takut kepada orang-orang Yahudi." Mereka di situ bukan untuk merayakan kebangkitan walaupun mereka tahu Yesus tidak ada dalam kubur. Mereka tidak percaya bahwa Dia telah bangkit.

Kesimpulan

Setiap ayat dalam Perjanjian Baru yang menyebutkan hari pertama dari minggu itu sekarang telah dipertimbangkan. Tidak satupun menyatakan hari pertama dari minggu itu sebagai hari Sabat. Tetapi ada dalam ayat-ayat ini bukti yang kuat untuk kesucian dari hari Sabat hari ketujuh. Adalah menarik untuk memperhatikan bahwa apabila Alkitab menyebutkan hari pertama dari minggu itu biasanya dibuat demikian oleh membandingkannya dengan hari Sabat.

 

AYAT-AYAT YANG SEOLAH-OLAH  MENGHAPUS  SABAT

1.  Yesus meniadakan Sabat ?

Para ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menjadikan hukum Taurat sebagai alat keselamatan, untuk itu mereka menambahkan banyak peraturan di hari Sabat sehingga menjadi beban (Matius 23:4). Yesus menempatkan kembali fungsi hari Sabat pada jalur yang benar.

~ Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat.

Jika pada hari-hari lainnya kita harus berbuat baik pada sesama, terlebih lagi di hari Sabat.

Matius 12:10-13  :  Para ahli Taurat dan orang-orang Farisi mempersalahkan ketika Yesus menyembuhkan orang yang tangannya mati sebelah pada hari Sabat. Sedangkan mereka tidak mempersalahkan bila ada orang menolong domba yang terjatuh ke dalam lobang.

Lukas 13:11-17  :  Kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan perempuan bungkuk akibat dirasuk roh jahat, padahal setiap orang di hari Sabat melepas lembu atau keledainya dari kandang dan membawanya ke tempat minuman. Mengapakah tidak boleh "melepas belenggu" yang mengikat perempuan tersebut?

Yohanes 5:5-10, 17-18 : Para ahli Taurat dan orang Farisi bukan saja menganggap menyembuhkan orang di hari Sabat melanggar peraturan tetapi juga dilarang mengangkat tilam. Ayat 17 : Tetapi Ia berkata kepada mereka : "BapaKu bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga". Hari Sabat bukanlah untuk tidak berbuat apa-apa sebaliknya kita harus aktif melakukan pekerjaan bagi Tuhan. Ayat 18 : Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuhNya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah BapaNya sendiri dan dengan demikian menyamakan diriNya dengan Allah.

Anggapan orang-orang Yahudi, Yesus meniadakan Sabat ( lebih tepatnya melanggar, Alkitab Kabar Baik/ Bahasa Sehari-hari : "..melanggar peraturan agama mengenai hari Sabat", King James V. : "...broken the sabbath.."), namun benarkah demikian? Yesus bahkan menyatakan "Namun tidak seorangpun di antara kamu yang melakukan hukum Taurat itu" Yohanes 7:19. Karena mereka melakukan hukum Taurat untuk mencari kehormatan diri (ayat 18), mereka meneliti "huruf hukum" itu tetapi melanggar "roh"nya.

~ Murid-murid Yesus memetik bulir gandum pada hari Sabat 

Matius 12:1-8 dan Markus 2:23-28 :

Yesus dipersalahkan karena mengijinkan murid-muridNya memetik bulir gandum. Bagi ahli Taurat dan Farisi "memetik" sama dengan "menuai" dan "memecah biji gandum" sama dengan "mengirik". Murid-murid bukan sedang bekerja diladang, tetapi mereka sedang bekerja bagi Tuhan dan sekarang mereka lapar. Mereka sekedar mengisi perut. Memetik bulir dan mengeluarkan isinya adalah proses untuk makan, bukan dalam rangka bekerja. Yesus mengajarkan untuk melihat kepentingan yang utama, Daud diperbolehkan memakan roti sajian di Rumah Allah, bahkan imam-imam melanggar Sabat karena mereka justru bekerja lebih berat di hari Sabat, namun yang mereka lakukan adalah untuk pekerjaan Tuhan.

Markus 2: 27 - 28 mengatakan : Hari Sabat diadakan untuk menjadi berkat bagi manusia, bukan menjadi beban. Penghormatan dan pengudusan Sabat yang kita lakukan haruslah meninggikan Tuhan kita Yesus (Anak manusia adalah Tuhan atas hari Sabat), bukan difokuskan pada kepentingan diri, hal-hal duniawi bahkan bukan juga pada peraturan2 Sabat semata.

 

2. Roma 14 : 5 - 6

"Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri. Siapa yang berpegang pada suatu hari yang tertentu, ia melakukannya untuk Tuhan. Dan siapa makan, ia melakukannya untuk Tuhan, sebab ia mengucap syukur kepada Allah. Dan siapa tidak makan, ia melakukannya untuk Tuhan, dan ia juga mengucap syukur kepada Allah."  Roma: 14::5-6

Paulus menulis dari hal bagaimana seorang meninggikan satu hari di atas yang lain. Ayat-ayat tersebut tidak menyebutkan hari Sabat atau perbaktian atau perintah Allah -- hanya manusia secara pribadi yang menganggap hari-hari tertentu penting. Oleh sebab itu Paulus di sini hanya membicarakan sesuatu yang adalah pendapat manusia bukan pendapat Ilahi.

Ayat pertama dalam pasal itu menjadi kunci bagi kita. Paulus menulis : "Terimalah orang yang lemah imannya tanpa mempercakapkan pendapatnya" (Roma 14:1). Paulus menasehati agar mereka yang kuat imannya tidak menyalahkan mereka yang lemah imannya sehubungan dengan "masalah yang diperdebatkan" atau pendapat pribadi. Kedua hal ini yakni makanan dan hari adalah berkaitan dengan "lemah iman."

Adakah "lemah iman" berkaitan dengan hukum yang telah Tuhan berikan sebelumnya ? Tentu tidak. Alkitab tidak pernah saling bertentangan, sebaliknya Alkitab saling melengkapi. "Lemah iman" dapat diperoleh keterangannya dalam I Korintus 8. "Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menajdi batu sandungan bagi mereka yang lemah .....melukai hati nurani mereka yang lemah ..." (ay 9, 12).

Salah satu yang diperdebatkan adalah mengenai pantas tidaknya makan daging yang sudah dipersembahkan kepada berhala (hal yang sama terjadi dalam I Korintus 8). Banyak dari daging yang dijual di pasar sudah dipersembahkan lebih dahulu kepada berhala oleh si penjual. Ada orang-orang Kristen Yahudi yang sangat teliti dan hati-hati yang percaya bahwa memakan daging yang sudah dipersembahkan kepada berhala adalah sama juga seperti seorang penyembah berhala. Ada juga orang-orang Kristen non Yahudi yang berasal dari penyembah berhala yang merasa bahwa memakan daging persembahan berhala berarti bersatu dengan berhala. Sehingga banyak orang Kristen pada masa itu menjadi vegetaris, bukan karena alasan kesehatan, tetapi karena menghindar penajisan secara rohani. Sebaliknya mereka yang kuat imannya memakan daging persembahan berhala tanpa merasa bersalah, karena bagi mereka tidak ada  berhala di dunia ini hanya ada Allah yang esa (lihat I Korintus 8:4-6).

Selain persoalan daging, masih banyak yang percaya ada unsur kebenaran agama dalam berpuasa. Beberapa dari orang Kristen Yahudi  tetap melaksanakan puasa pada hari-hari tertentu, yang lain, yang tidak berpuasa pada hari-hari tersebut, mendapat celaan.

Jadi ayat ini sama sekali tidak berbicara tentang hari Sabat.

 

3. Kolose  2 : 16-17

" Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus." Kolose: 2 :16-17

Agar mengerti konteksnya, kita akan baca ayat 13 - 14 :

Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib.

Dalam ayat di atas Paulus menulis bahwa melalui Yesus kita dihidupkan dari kematian Rohaniah kepada kehidupan Rohaniah. Yesus mati supaya kita beroleh hidup. Ungkapan "menghapus surat hutang" adalah ungkapan bahasa Gerika yang berarti "terikat oleh hutang". Kegagalan berbuat sesuai dengan standar hukum Allah yang agung berarti kematian (Roma 6:23); kita "semua sudah berdosa" (Roma 3:23). Oleh sebab itu kita patut untuk mati. Tetapi Yesus menghidupkan satu kehidupan sempurna - hidup yang seharusnya kita hidupkan/terapkan. Dia juga mati dalam satu kematian yang menyiksa - kematian yang sepatutnya kematian bagi kita. Dengan kata lain Dia sudah membayar hutang kita. 

Sistem mempersembahkan korban pada zaman Perjanjian Lama, dengan mempersembahkan domba, adalah wujud yang dapat dilihat dari ikatan hutang itu - jalan ke kaabah adalah jalan yang dipenuhi oleh darah (Ibrani 9:22, Imamat 17:11). Dalam Ibrani 10:1 tertulis : Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.

Perkataan bayangan dalam Ibrani 10:1, menjelaskan perkataan bayangan dalam Kolose 2 : 17 "...semua ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang".

Jadi, hari-hari Sabat yang ditulis Paulus dalam Kolose 2:16-17 pasti ditujukan kepada hari-hari Sabat yang hanya menjadi bayangan dari sesuatu yang akan datang. Kalau begitu apakah ada dua jenis hari Sabat? Apakah ada Sabat yang menunjuk kepada sesuatu? Sabat hari ketujuh dalam Hukum ke-4 bukanlah bayangan dari sesuati yang akan datang. Tetapi sebaliknya, suatu peringatan yang terus dan abadi untuk kebenaran adanya penciptaan. " Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat ...  Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya." Keluaran 20 :8,11.

Sabat hari ketujuh, mengingatkan kita bahwa kita bukan terjadi karena hasil evolusi. Allahlah yang menciptakan kita, Dia adalah Khalik dan kita adalah ciptaanNya.

Kalau begitu,

~ Makanan dan minuman apa yang hanya bayangan ?

Ibrani 9 : 8-10 : Dengan ini Roh Kudus menyatakan, bahwa jalan ke tempat yang kudus itu belum terbuka, selama kemah yang pertama itu masih ada. Itu adalah kiasan masa sekarang. Sesuai dengan itu dipersembahkan korban dan persembahan yang tidak dapat menyempurnakan mereka yang mempersembahkannya menurut hati nurani mereka,  karena semuanya itu, di samping makanan minuman dan pelbagai macam pembasuhan, hanyalah peraturan-peraturan untuk hidup insani, yang hanya berlaku sampai tibanya waktu pembaharuan.

~ Hari raya, bulan baru, atau hari Sabat mana yang hanya bayangan?

Dalam Imamat 23 terdapat kedua model Sabat:

Yang pertama adalah yang merupakan peringatan, yaitu Sabat hari ketujuh (ayat 3)

Yang kedua dalam ayat-ayat selanjutnya adalah yang merupakan bayangan, yaitu : hari raya Paskah, hari raya Roti Tidak Beragi, hari raya Panen Pertama, hari raya Korban Sajian, hari raya Nafiri, hari raya Pendamaian, dan hari raya Pondok Daun.

 

Maksud Allah memberikan  hari-hari tersebut adalah supaya bangsa Israel mengerti akan penebusan yang dilakukan oleh Kristus, yang saat itu belum datang ke dunia. Jadi perayaan tersebut sebagai alat peraga yang menggambarkan/ membayangkan pekerjaan penebusan. (Mengenai apa yang dilambangkan hari-hari raya ini, lebih jauh dibahas dalam topik "Hukum Allah).

Dalam Imamat 23 ada beberapa keterangan yang ditunjukan kepada hari-hari raya yang disebut sebagai satu hari "Sabat". Contoh Imamat 23:24 menerangkan hari raya Nafiri sebagai "hari Sabat perhentian" (New King James Version). Terjemahan yang lebih baru mengatakan hari itu sebagai hari perhentian (Ibrani : "Shabbath"). Ayat 32 memerintahkan hari Pendamaian : "Itu harus menjadi suatu sabat, hari perhentian penuh bagimu, ..".  Oleh karena hari raya Nafiri dirayakan pada hari pertama bulan ketujuh dan hari raya Pendamaian jatuh pada tanggal 10 bulan yang sama, maka kedua hari tersebut tidaklah mungkin hari yang ketujuh atau yang kita kenal sebagai hari Sabtu. Sehingga ini bukanlah yang dimaksud oleh Hukum ke-4 dalam Sepuluh Hukum.

Imamat 23 : 37-38 menolong kita untuk membedakan kedua macam Sabat tersebut :

"Itulah hari-hari raya yang ditetapkan TUHAN, yang harus kamu maklumkan sebagai hari pertemuan kudus untuk mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN, yaitu korban bakaran dan korban sajian, korban sembelihan dan korban-korban curahan, setiap hari sebanyak yang ditetapkan untuk hari itu, belum termasuk hari-hari Sabat TUHAN dan belum termasuk persembahan-perse atau segala korban nazarmu atau segala korban sukarelamu, yang kamu hendak persembahkan kepada TUHAN.

 

Kembali kepada Kolose 2 : 16-17

~ Kepada siapakah Paulus berbicara?

Kepada orang Kristen non Yahudi yang umumnya berasal dari para penyembah berhala ( lihat ayat 11: "Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, ...."   Ayat 13 "Kamu ...dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, ..."). Orang Yahudi selalu disunat sejak bayi pada hari ke-8. 

 

~ "Janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu..". Siapakah yang hendak menghukum?

Tidak mungkin orang Kristen non Yahudi tersebut hendak dihukum atau dihakimi oleh orang-orang kafir. Orang Kafir bisa saja mengejek kepercayaan Kristen, tetapi karena hukum agama mereka berbeda, mereka tidak berhak menghakimi. Maka yang menghakimi adalah orang-orang yang satu kepercayaan. Yaitu orang Kristen Yahudi, yang menganggap bahwa hari-hari raya atau Sabat bayangan tersebut harus tetap dilaksanakan. Paulus menegaskan bahwa perayaan hari-hari tersebut tidak diperlukan lagi karena itu semua hanya bayangan, sedang sekarang yang dibayangkan sudah datang.

 

4. Wahyu 1 : 10

"Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara nyaring , seperti bunyi sangkakala,.."

Sebagian orang menganggap hari Tuhan adalah hari Minggu, sehingga Sabat hari ketujuh tidak penting lagi. Kata Grika yang dipakai untuk hari Tuhan adalah kuriake hemera dan itu adalah hari Minggu bagi orang Yunani. Namun tidak demikian bagi rasul Yohanes. Pada kenyataannya, tidak pernah Yohanes kekasih menggunakan istilah 'Hari Tuhan" untuk menyebut Hari Minggu. Hari Minggu selalu disebutnya sebagai "hari pertama dalam minggu" (first day of the week) Bandingkan dengan Yoh 20 :1, 19 dan bahkan Lukas dan Paulus juga menyebut demikian, seperti di Kis 20: 7 dan I Kor 16:2. Sebaliknya ada jauh lebih banyak ayat tentang "hari Tuhan" dalam Perj Baru ( Kisah Rasul  2: 20 ,1 Kor. 1:8, 1 Kor. 5:5 , 2 Kor. 1:13-14 Fil. 1:6 ,10;  2 Pet. 3:10,12 ) yang BUKAN berarti hari pertama dalam minggu, namun adalah hari kedatangan Kristus kedua. Interpretasi kita adalah harus berdasarkan keseluruhan Alkitab.

Kita sudah memeriksa setiap ayat mengenai hari Minggu di atas, tidak satupun yang dinyatakan kudus atau sebagai hari Tuhan. Sebaliknya kembali teliti dalam Keluaran 20:8-11; Yesaya 58:13,14, Yehezkiel 20:12,20 dan khususnya Markus 2:27 yang berbunyi "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat".  Jika kita bertekad untuk membiarkan Alkitab dan hanya Alkitab yang memecahkan permasalahan ini, maka hanya "hari Sabat"lah satu-satunya yang Allah nyatakan sebagai "hari Tuhan". Ini membuktikan bahwa sampai pewahyuan terakhir, yaitu kepada rasul Yohanes, Allah masih memiliki satu hari yang Dia nyatakan sebagai milik-Nya sendiri.

Kesimpulan

Tidak ada ayat dalam Alkitab yang menyatakan bahwa hari Kebangkitan Yesus (Minggu) harus dirayakan sebagai ganti hari Sabat (Sabtu). Ayat-ayat lainnya mengenai hukum Taurat dibahas dalam topik "Hukum Allah".

 

Referensi :

"Hari Yang Hampir Dilupakan" oleh Mark A. Finely, hal 142 - 148, 151 - 154.

"Penuntun Alat Peraga Baru" oleh Frank Breaden hal 134.

 

Lanjutkan /kembali ke hal :       

 Home       Daftar Isi

1          3          5      6